
"Tidak ada lagi," jawabku dengan ekspresi sedih, Jackson menutup jendela mobil lalu segera tancap gas.
Keesokkan paginya, Jackson menjemputku sangat pagi. Aku sangat terkejut dengan kedatangannya yang tiba-tiba, aku langsung mengusir Nasa temanku untuk keluar lewat pintu belakang. Di pagi hari seperti saat ini adalah saat yang tepat untuk menggoda Jackson, dan aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan kali ini. Tapi, seperti biasa aku kembali gagal untuk menggodanya.
Di dalam mobil
Aku duduk disamping Jackson, tumben hari ini dia membawa supir bersamanya. Itu bagus untukku, dengan begitu semakin banyak waktu yang akan aku gunakan untuk menggodanya.
Hembusan asap rokok Jackson tiba di Indra penciumanku. Sebenarnya aku tidak menyukai asap rokok, bahkan aku membencinya karena terkadang asapnya membuat dadaku sesak. Tapi tetap saja, aku tidak boleh menyerah, apa pun akan aku lakukan untuk mendapatkan kemenangan. Cecilia Humeera tidak pernah kalah dalam hal apa pun.
Dengan cepat tanganku beraksi merebut rokok yang tengah Jackson hisap. Lalu mendekatkan wajahku padanya, kemudian ku selipkan rokok itu di bibir seksi ku.
"Bagaimana cara merokok?" Tanyaku minta diajarkan. Tapi, Jackson tidak menanggapi perkataanku. Aku menghisap rokok itu perlahan, Lalu ku hembuskan asap rokok perlahan dari mulutku ke wajahnya.
Aku sengaja menggigit rokok itu, setelahnya ku selipkan rokok itu di sela-sela jari Jackson. Jackson tidak berbicara sedikit pun dari awal hingga akhir. Dia terus diam dengan tatapan tajam hingga rokok yang ada di tanganya habis terbakar.
Tiba di lokasi perjamuan, Jackson langsung masuk ke ruangan. Aku tetap berada di luar ruangan. Aku pun menyingkirkan diri dari keramaian dan segera menelpon Zea.
"Hallo Nyonya, bagaimana rekaman cctv di Apartemen. Nyonya sudah mendapatkan-nya bukan?" Tanyaku pada Nyonya Zea liandra yang tak lain dan tak bukan adalah Istri Jackson.
__ADS_1
"Gagal! Gagal Nona Sesil. Sangat-sangat gagal. Aku tidak tau kenapa semua rekaman cctv tidak bersisa satu pun. Aku sangat yakin rekaman itu telah di hapus oleh Jackson. Dia itu sangat pintar dan handal. Dia benar-benar bertindak sangat bersih. Sekarang harapanku cuma satu, yaitu kamu, Nona Sesil. Aku harap Nona mengerjakan tugas dengan baik, buat dia melakukan kesalahan yang sangat fatal bagaimana pun caranya." Pinta Nyonya Baldev di seberang sana.
Setelah dari perjamuan. kini, aku dan Jackson telah berada di perusahaan. Jackson tampak sangat serius dalam bekerja. Saat ini, aku hanya diam duduk di sofa. Aku tidak ingin mengambil risiko dengan mengganggunya saat sedang fokus bekerja.
Bosan hanya duduk-duduk saja. Aku pun minta izin keluar sebentar. Begitu mendapat izin dari Jackson aku segera keluar dari ruangan. Saat di luar, Sekretaris Clara tiba-tiba menghampiriku.
"Nona Kiya," panggil Sekretaris Clara.
"Iya ada apa." Jawabku cepat.
"Saya ingin menyampaikan jadwal Tuan Jackson malam ini," Ucapnya membuatku begitu antusias.
"Malam ini, jadwal Tuan Jackson adalah pergi ke Natatorium di Hotel Crown untuk berenang. Dan Nona Kiya bertugas untuk Mempersiapkan segalanya." Jelas Sekretatis Clara.
"Baiklah, terima kasih informasinya. Aku akan berangkat sekarang juga untuk menyiapkannya." Jawabku lalu bergegas segera berengkat ke Hotel Crown.
***
Huffff
__ADS_1
"Ini cukup melelahkan," keluhku yang kini harus menuangkan beberapa jerigen susu kedalam kolam renang. Hingga air di kolam berubah warna menjadi putih susu yang bergelombang.
Jackson berjalan masuk dengan seorang pria bertubuh atletis dengan pakaian serba hitam.
Dia sedang berbicara mengenai perebutan Angkasa Group antara dirinya dengan Hadden.
"Dana yang masih bisa dipakai Hadden sebanyak 50 triliun, Hadden juga datang kali ini, dia disambut secara langsung oleh Tuan Oliver dari Angkasa Group. Hadden berjanji akan meminjamkan 1 triliun kepada Angkasa Group untuk melewati krisis kali ini. Setelah itu, Tuan Oliver harus memberikan Hadden 23% saham Angkasa Group, Tuan Oliver memiliki total 32% saham, jika dia berikan kepada Hadden. Maka, Tuan Oliver sama saja akan menjadi bonekanya Hadden." Lapor pria itu kepada Jackson.
"Yang diinginkan Hadden sebenarnya adalah PT. Samudera raya milikku dan—"
Jackson menghentikan ucapannya ketika melihatku. Dia begitu terkejut dengan kehadiranku. Ah sial, hampir saja dia mengatakan suatu rahasia. Tapi malah terhenti.
Tapi aku tidak juga terlalu rugi kali ini. Aku cukup beruntung kala melihat Jackson tidak mengedipkan matanya sedikit pun ketika melihat tubuh seksiku yang hanya menggunakan bikini berwarna merah. Sangat seksi memang, apalagi warna merah adalah warna yang sangat kontras dengan kulitku yang putih bersih. Jackson cukup lama memandang dua gundukkanku yang terekspos karena bikini yang kugunakan tak dapat menutup semua gungung kembarku dengan sempurna. Sudah ku duga, tidak akan ada satu pria manapun yang dapat menolak pesonaku. Rambut basahku dengan wajah cantik alami terlihat begitu cantik. Aku yakin Jackson juga tidak akan dapat menolak pesona cantikku.
Sialnya bukan hanya Jackson yang tak berkedip saat menatapku. Tapi juga seorang pria yang tadi ikut bersama Jackson. Menyadari ada pria lain yang menatapku selain Jackson, aku pun segera menutup bagian sensitifku dengan telapak tangan seadanya.
"Kau pergilah!" Bentak Jackson menyadarkan pria itu. Pria itu pun segera pergi dengan wajah yang memerah karena canggung dan juga takut karena tak sengaja melihat tubuh kesayangan Tuannya.
Setelah kepergian orang suruhannya, aku pun sedikit berenang lalu menengadah menatap Jackson sambil menyentuh kedua kaki Jackson.
__ADS_1
"Jackson, kau datang kesini untuk berenang juga?" Tanyaku menggodanya.