
"Mommy tidak apa-apa, kan?" Tanya Kabut membantu Nata untuk berdiri. Namun, Kabut tak cukup tinggi untuk bisa membuat Nata berdiri sempurna. Hingga seorang pengawal lah yang akhirnya membantu Nata untuk berdiri.
Hampir saja, bila Nata tidak menunduk cepat. Sudah dipastikan peluru itu akan menembus kepalanya. "Kenapa kalian membiarkan Kabut berlatih di tempat terbuka begini!" Bentak Nata memarahi para pengawalnya. Semua pengawal tampak terdiam tak berani menjawab amukan Nyonya-nya.
"Mommy, itu bukan peluru sungguhan. Itu hanya peluru mainan," ujar Kabut menjelaskan.
"Benarkah? Lalu, kenapa kamu berteriak pada Mommy?" Tanya Nata tak habis pikir dengan kelakuan keponakan yang sudah dia anggap seperti anak sendiri itu.
"Hehe ... Walaupun peluru mainan, akan tetap sakit bila mengenai kulit," jawab Kabut tersenyum kecut merasa bersalah karena sudah membuat Mommy-nya kaget.
"Maaf, Mommy. Aku tidak akan mengulanginya lagi," mohon Kabut menundukkan wajahnya membuat Nata merasa tak tega untuk memarahi keponakannya yang menggemaskan itu.
"Ya sudah, Mommy maafkan. Tapi ingat, jangan pernah ulangi hal ini lagi. Sekarang ayo kita masuk, kamu belum makan malam, kan?" Tanya Nata mengajak Kabut untuk masuk ke dalam Mansion.
"Daddy Jack ke mana, Mommy?" Tanya Kabut sambil melahap makan malamnya.
"Masih kerja, habis makan kamu mandi setelah itu langsung istirahat, ya. Besok kamu mulai masuk sekolah, jadi harus bangun pagi," ujar Nata mengingatkan.
__ADS_1
"Siap, Mommy," jawab Kabut memberi hormat kepada Nata layaknya seorang polisi.
"Kamu benar-benar ingin menjadi polisi, Sayang?" Tanya Nata masih tak percaya dengan cita-cita keponakannya itu yang jauh melenceng dari garis keturunan Mommy dan Daddynya yang adalah seorang Mafia.
"Benar, Mommy. Aku tidak main-main dengan ucapanku, aku adalah pria sejati yang memegang teguh janji dan ucapan," tegas Kabut membuat Nata tercengang.
"Kenapa harus Polisi? Apakah kamu ingin memenjarakan kedua orangtuamu nantinya?"
"Tentu tidak, Mommy. Justru dengan menjadi polisi aku akan mempermudah pekerjaan Daddy dan Mommyku," Jawab Kabut mulai menunjukkan sisi kejamnya, lewat mata tajamnya yang dua kali lipat lebih tajam dari mata milik Jackson, Suaminya.
"Jabatan polisi hanya untuk melegalkan yang ilegal," jawab Kabut tersenyum smirik.
Spill Kabut Louise Versi dewasa, ah🤣
Ditunggu, ya, kisah Kabut Louise dan Casey. Nanti akan Othor infokan di novel ini kalau udah Publish😘
__ADS_1
Mendengar itu, Nata bersusah payah menelan salivanya yang tercekat, saking kagetnya dengan jawaban Kabut barusan. Dingin, itulah yang Nata rasakan saat Kabut menunjukkan sisi lain dalam dirinya yang selama ini tersembunyi. Jelas selama ini Nata hanya melihat tingkah konyol, jail, serta menggemaskannya seorang Kabut Louise.
Kabut menggunakan sikapnya yang menggemaskan untuk menutupi sisi dingin dan kejamnya. Persis seperti Nasa yang berpenampilan culun untuk menutupi jati dirinya yang adalah seorang mafia girl. Dan perilaku manisnya, Kabut gunakan untuk menutupi sisi liciknya. Persis seperti Hadden yang tampak mempesona Namum misterius. Kabut adalah perpaduan sempurna dari kedua manusia tak dapat ditebak yaitu Hadden dan Nasa.
"Jadi, kamu akan tetap menjadi pengusaha dan juga mafia?"
"Tentu saja." Jawab Kabut singkat.
"Ah, Mommy tidak mengerti. Kamu makan saja yang banyak biar cepat tumbuh besar dan meraih cita-citamu itu," kata Nata meletakkan ikan panggang ke piring makan Kabut.
"Terima kasih, Mommy." Jawab Kabut dengan cepat merubah ekspresinya dengan tersenyum manis membalas kebaikan Nata.
"Astaga, Kabut tampan sekali saat tersenyum. Jika saja tadi dia tidak menunjukkan sisi dinginnya. Aku pasti tidak akan pernah menduga kalau dia juga cukup menakutkan. Dia tampak seperti Jackson. Tapi sisi dinginya dua kali lipat dari Jackson. Ah, apakah anakku nanti juga akan setampan, semanis, sedingin, dan semisterius Kabut?" batin Nata.
__ADS_1