
“Aku tidak akan menderita jika kamu melepaskanku!" dia berteriak sambil memukulku berkali-kali dengan guling.
Aku menatap Cecilia dengan dingin, berusaha memasang raut wajah yang datar juga tenang. Ingin sekali aku memeluknya dengan erat. Tapi, ini belum saat yang tepat untuknya mengetahui bahwa aku juga sangat-sangat mencintainya.
"Semua penderitaan yang aku alami semua karena kamu Jackson. Aku sangat membencimu!"
Perasaanku saat melihat wanita yang dicinta menangis, tentu saja aku merasa sedih. Dada ini terasa sesak hingga sulit bernapas, ingin aku mengeluarkan air mata, tapi malu mengingat aku adalah seorang laki-laki.
Selama ini, aku selalu menggunakan amarah untuk menyingkirkan rasa sedih. Untuk sekarang, aku harus berusaha menahannya mengingat wanita dihadapanku ini tengah mengandung darah dagingku.
Aku merangkulnya, memeluknya erat. Tanpa dia ketahui, aku terus menciumi kepalanya dengan penuh kasih sayang. Andai dia juga tau bahwa aku sangat mencintainya.
Lama dia memukulku lemah sambil terisak. Hingga tanganya mulai terkulai lemah, dia tidak lagi memukulku atau mengumpatku dalam tangis.
Aku melepaskan pelukanku di tubuhnya, dan betapa terkejutnya aku kala wanita yang kucintai ini sudah kehilangan kesadarannya.
__ADS_1
Aku mengumpat teman Zea dalam hati. Beraninya mereka menyentuh Cecilku, lihat saja apa yang akan mereka dapatkan nantinya, kupastukan keduannya tidak akan mampu untuk banyak berbicara lagi.
Perlahan aku membenarkan posisinya, membersihkannya dengan benar. Lalu aku bangkit meraih ponsel dan menelpon dr. Winardi. Tak lama menunggu, dr. Winardi pun tiba dengan peralatan medis yang dia bawa.
Dia memeriksa Cecilku dengan telaten. Aku menunggu dengan raut wajah masam dan khawatir.
"Bagaimana Dokter?" Tanyaku penasaran.
"Tuan, wanita hamil tidak boleh stres berlebihan. Usia kandungan di bulan pertama sangat rentan dan gampang keguguran, saya harap Tuan Jackson dapat menjaga Nona Cecil dengan baik." Jelas Sang Dokter membuatku mengerti. Dia terlalu banyak berpikir, dia pasti sangat menderita bersama denganku, sangat menderita hingga dia ingin pergi jauh dariku.
"Ini vitamin penguat kandungan, berikan pada Nona Cecilia setelah bangun nanti. Selanjutnya, vitamin ini harus dikonsumsi secara rutin 2 kali sehari."
"Baik, Dokter." Aku menerima beberapa vitamin yang dokter Winardi ulurkan, lalu aku letakkan di atas meja.
Kemudian aku mengantar dokter Winardi keluar dari kamar. Ketika berada di lift, dokter Winardi menatapku curiga, sepertinya dia sudah mengenali siapa aku.
__ADS_1
"Saya mencintainya," ucapku membuat dokter muda itu melengkungkan bibirnya.
"Saya bisa melihat bentuk cinta itu," jawabnya membuatku mengerutkan alis. Usiaku dan dokter itu hanya terpaut beberapa tahun saja, kenapa dokter ini bisa melihat bentuk cintaku kepada Cecilia. Bila dokter ini melihatnya, apakah Zea, Andreas dan Peter juga dapat melihatnya?
"Perhatian, melindungi, memberi, melayani dan menghibur. Itulah lima elemen pembentuk Cinta. Saya bisa melihat Tuan Jackson memberikan perhatian, melindungi, memberi yang terbaik serta melayani Nona Cecilia dengan baik, walaupun dengan cara yang salah. Dari hal-hal kecil itu, saya berani memberikan angka sembilan puluh persen bahwa Tuan Jackson sangat mencintai Nona Cecilia. Hanya kurang satu elemen yaitu, menghibur. Tuan Jackson terlalu dingin padanya, tidak memberikan bentuk cinta yang tampak tulus. Hal itu membuat Nona Cecilia memberikan penilaian buruk pada Tuan. Dia tidak bisa melihat bentuk cinta yang Tuan berikan. Saat ini dia tengah hamil, hibur dia, bukan hanya dia yang membutuhkannya tapi juga calon bayi yang dia kandung. Saya tidak mengerti Maslaah apa yang sebenarnya Tuan Jackson hadapi saat ini. Saya juga tidak mengerti bagaimana posisi Tuan Jackson saat ini. Hanya saja, saya tidak bisa melihat ada wanita yang terluka karena bentuk cinta yang salah. Saya harap, Tuan tidak menyalah artikan ucapan saya ini, maafkan bila saya ada salah bicara."
Dokter muda sok bijak di hadapanku ini berbicara terlalu banyak. Apa pahamnya tentang masalah yang kini aku hadapi. Bentuk cinta, kurang menghibur, terlalu dingin. Tidakkah dia tau kalau aku terpaksa melakukan itu semua. Aku juga ingin memberikan lima elemen bentuk cinta itu kepada Cecilku. Tapi, tidak di waktu yang salah.
Lift terbuka, aku membiarkan dokter itu keluar sendiri, pengawalnya yang akan mengantarkannya hingga pulang ke rumah.
Sedangkan aku menekan tombol lift untuk kembali ke atas. Begitu tiba di depan kamar, aku membuka pintu, masuk lalu menutupnya lagi.
Pyaarrrr!
Aku membalikkan badan dengan cepat sata mendengar suara pecahan beling.
__ADS_1