Terjerat Nafsu CEO Miliarder

Terjerat Nafsu CEO Miliarder
TNCM S2


__ADS_3

"Apalagi AleeNata Talsen," geram Jackson karena Nata selalu tak terima dengan ukuran yang Jackson tulis.


"Ukuran gundukanku 36d, mana mungkin 40d dan bokongku ukuran L kenapa kamu buat XL?" protes Nata karena mengira Jackson berbohong karena tak suka melihat dirinya berpakaian ketat.


"Ukuranmu memang berubah sejak aku mainkan, Sayang. Apa kau lupa?" jelas Jackson balik bertanya.


"Mana mungkin bisa begitu, aku tidak merasa gemuk," sautnya tak suka.


"Siapa yang bilang kamu gemuk? Lingkaran pinggang, lingkaran tangan, kaki dan lainnya masih sama seperti yang dulu. Yang berubah hanya ukuran gundukan dan bok*ngmu saja. Apa kamu pernah melihat tubuh Kyle Janner?"


"Sering," jawab Nata singkat.


"Tubuhmu lebih seksi darinya," imbuh Jackson jujur.


"Be-benarkah aku se-seksi itu?" Nata meraba tubuhnya seakan tak percaya.


"Ya, bukankah dari dulu kamu menyadari kelebihanmu itu," saut Jackson.


"Dulu aku hanya menyamakan kalau aku se-seksi dia, tapi aku jadi sedikit kaget saat kamu bilang aku lebih seksi darinya. Pantas saja semua lelaki tergila-gila kepadaku termasuk kamu," kata Nata tak dapat menahan tawa kala mengingat wajah Jackson yang penuh nafsu setiap kali menatapnya.


"Tunggu, aku curiga kamu hanya mencintai tubuhku, bukan diriku," tuduh Nata membuat Jackson mengela napas.

__ADS_1


"Bisa dibilang begitu," jawab Jackson tanpa disaring lebih dulu.


"Apa!" Tentu saja Nata marah dengan pengakuan Jackson.


"Mana mungkin aku begitu, Nata Sayang," ralat Jackson.


"Lalu sejak kapan kamu menyukaiku?"


"Aku menyukaimu sejak kecil," jawab Jackson jujur.


"Bukan menyukaiku sebagai Nata. Tapi, menyukaiku sebagai Cecilia. Sejak kapan kamu menyukai Cecilia?"


"Benar-benar karena tahi lalatnya, kan? Bukan karena gundukkannya?" Tanya Nata curiga.


"Tentu saja ukurannya juga, Sayang," jawab Jackson asal. "Tidak, maksudku tentu saja karena tahi lalat merah itu. Lagipula, aku juga sering melihat gundukan besar wanita lain," sambung Jackson.


"Awas saja kalau kamu berbohong," Nata menunjuk wajah Jackson seakan memberikan peringatan.


"Tidak, aku tidak berbohong. Lagipula saat pertama kali bertemu, aku juga sudah tahu siapa kamu. Sebelumnya aku tidak tertarik walau wanita lain telanj*ng di hadapanku. Tapi, kamu berbeda, hanya membayangkan kamu saja aku sudah bernafsu. Aku juga tidak tau kenapa hasrat nafsuku semakin besar saat bersamamu. Tapi, jujur aku memang mencintaimu, bukan hanya karena nafsu ini," jelas Jackson membuat Nata merasa lega.


"Aku tau itu, aku pernah menemukan pil khusus itu di lemarimu. Aku senang kamu mau menahan nafsu demi aku," kata Nata membuat Jackson kaget.

__ADS_1


"Kapan kamu melihat pil itu?"


"Saat aku sakit dan kamu merawatku dengan penuh kasih sayang," Nata menjawab sambil mengingat.


"Kata Dokter aku mengalami hypers*x. Pil itu harus aku konsumsi setiap hari untuk pemulihan," kini Nata yang kaget mendengar pengakuan Jackson.


"Benarkah? Apa aku secantik itu hingga mampu membuatmu begitu," Nata ingin tertawa tapi takut dikutuk oleh Jackson.


"Dulu, sebelum bertemu denganmu. Aku pernah mengalami impoten karena stres, tidak disangka setelah bertemu denganmu aku malah manjadi hyper," Jackson menghela napas, karena minum pil itu terkadang membuatnya merasa pusing.


"Setelah menikah nanti, tidak usah minum pil itu lagi. Aku siap melayanimu, asal jangan kasar-kasar," kata Nata tak tega melihat Jackson tersiksa.


"Tentu, kita akan bermain pelan-pelan saja. Kamu tidak usah khawatir kepadaku, aku akan berusaha mengontrol diri."


.


.


Sejujurnya Othor tu nggk bisa nulis bucin-bucinan🙈


nulis ini udah berusaha banget, semoga kalian suka walaupun hasilnya mengecewakan🤧🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2