Terjerat Nafsu CEO Miliarder

Terjerat Nafsu CEO Miliarder
TNCM S2


__ADS_3

"Sayang, buka pintunya dong. Maafin aku ya, Sayang. Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Sayang, jangan marah dong, buka pintunya dan aku akan melalukan apa pun untukmu," bujuk Jackson namun tak ada sautan dari dalam kamar.


"Kita makan, yuk. Aku udah masakin masakan kesukaan kamu," masih tak ada sautan.


Tok, tok, tok ....


"Sayang, apa kamu tega membiarkan aku tidur di lantai tanpa baju serta celana. Aku hanya memakai ****** ***** sayang. Kalau nanti aku sakit, siapa yang akan memasakkanmu makanan?" Jackson benar-benar bingung harus melakukan apa.


"Hoek!"


"Sayang, kamu muntah lagi?" Tanya Jackson seketika panik kala mendengar suara Istrinya yang terdengar sedang muntah-muntah.


Tak juga ada sautan dari Sang Istri, Jackson pun langsung mencoba mendobrak pintu kamar dengan sekuat tenaga. Hingga akhirnya pintu berhasil terbuka di percobaan ketiga.


"Astaga, Sayang!"


Ketika masuk ke dalam kamar, Jackson begitu kaget dengan keadaan Nata yang telah tergeletak tak berdaya di atas lantai. Seperti biasanya, Nata akan muntah-muntah pada malam hari. Namun, kali ini dia terus merasa mual tapi tidak ada yang dimuntahkan, karena belum makan apa pun malam itu.


Jackson segera bergegas mengangkat tubuh Nata dan membaringkannya ke atas kasur dan juga menyelimuti Nata agar tetap merasa hangat.


"Kan jadi begini, ini karena kamu belum makan apa pun, Sayang," oceh Jackson dan tentu membuat Nata menangis seketika.

__ADS_1


"Sudah, ya. Maaf aku hanya ... Aku akan ambilkan makan malam untukmu," baru saja Jeckson membalikkan badan, namun Nata menariknya agar tidak pergi.


"Ada apa, Sayang? Kamu merasa mual karena belum makan apa pun," jelas Jackson membuat Nata kembali menggeleng.


"Kamu tidak mau makan?" Nata mengangguk sebagai jawaban.


"Sayang, pikirkan juga baby kita. Kasihan, dia pasti kelaparan," tutur Jackson malah membuat Nata kembali menangis.


"Astaga, apa yang harus aku lakukan?" Geram Jackson tapi hanya dalam hati.


Jackson menarik napas dalam lalu menghembuskannya perlahan. "Baiklah, apa malam ini hanya ingin minum susu saja?" Tanya Jackson akhirnya mengalah. Nata pun mengangguk dan Jackson segera membalikkan badan akan membuatkan Nata susu, tapi lagi-lagi Nata menahanya agar tidak pergi.


"Ada apa lagi, Sayang?"


"Kamu mau makan nasi putih tapi dicampur susu?" Tanya Jackson antusias.


"Iya," jawab Nata singkat seraya menganggukan kepalanya.


"Baiklah, istirahatlah dulu. Aku akan ambilkan nasi putih juga susu seperti yang kamu inginkan," jawab Jackson sambil mengelus kepala Nata penuh kasih sayang.


Tak lama berselang, Jackson pun tiba dengan membawa semangkuk nasi putih juga segelas besar susu khusus ibu hamil rasa vanila.

__ADS_1


"Aku campurin nasi dan susunya sekarang, ya?" Tanya Jackson sebelum bertindak. Setelah mendapatkan anggukan dari Nata, barulah Jackson melakukannya.


"Makanlah, Sayang," Jackson mengulurkan sesendok makanan ke mulut Nata dan Nata menyambutnya segera.


"Enak?" Tanya Jackson.


"Hu'um," jawab Nata tersenyum manis seraya terus mengunyah.


"Baguslah, ayo makan lagi, sayang," Jackson kembali menyuapi Nata.


"Sayang, maafin aku, ya, karena selama ini aku sudah menyakitimu dengan egoku yang hanya mementingkan kesenangan diriku sendiri, tanpa memikirkan apakah kamu senang atau tidak," ujar Jackson merasa begitu bersalah terhadap Nata.


"Tidak apa-apa," jawab Nata.


"Tapi, kenapa kamu tidak mengatakannya kepadaku, Sayang?"


"Apa aku harus mengatakan kepada tentang hal seperti itu?" Tanya balik Nata membuat Jackson terdiam.


"Maaf, Sayang. Lain kali aku berjanji akan lebih peka terhadapmu. Terima kasih karena sudah memaafkanku. Tapi, lain kali kamu harus mengatakan apa pun tentang perasaanmu kepadaku, oke?" tutur Jackson menatap Nata penuh cinta.


"Baiklah," jawab Nata.

__ADS_1


"Sepertinya aku harus menggali lebih dalam lagi tentang wanita dan kehamilan," pikir Jackson membatin.


__ADS_2