Terjerat Nafsu CEO Miliarder

Terjerat Nafsu CEO Miliarder
TNCM S2


__ADS_3

Beberapa bulan telah berlalu, perut Nata pun kian hari kian membesar. Bahkan, untuk duduk juga berdiri membutuhkan Jackson guna membantunya.


Jika di bulan pertama, kedua dan ketiga Nata tidak mengalami gangguan yang berarti. Maka, saat memasuki usia kandungan ke-empat, lima dan enam inilah—Nata baru mengalami mual serta muntah-muntah hebat setiap pagi dan juga di malam harinya.


Tak hanya itu saja, Nata juga mengalami susah makan karena setiap melihat makanan apa pun dia akan muntah. Hanya susu kehamilan serta vitamin khusus yang mampu memasuki perutnya. Meski begitu, Nata tampak sehat dengan tubuhnya yang begitu bugar, berbeda di semester pertama yang selalu terlihat pucat walau makannya banyak.


Selain mual, muntah serta susah makan, Nata juga susah untuk tidur. Perutnya yang sudah membesar menjadi alasannya tidak tidur dengan nyenyak. Hal itu tentu membuat Jackson kualahan menjaga Nata yang sekarang cenderung lebih cengeng. Bahkan, sering menangis tanpa alasan.


Karena itulah, Jackson terus berusaha membujuk Nata agar mau pulang. Tapi, Nata tetap keukeuh ingin terus berada di pulau itu. Jackson pun terpaksa membuat rumah sakit dadakan namun tetap mewah dengan peralatan medis yang begitu canggih, tak kalah canggih dengan peralatan yang ada di kota. Dokter terbaik pun sudah dia persiapkan dari sekarang.


Hari itu, seperti biasa setiap sore harinya kedua sejoli itu tangah menikmati matahari terbenam di pinggir pantai.


Jackson sedari tadi tampak gelisah karena menahan sesuatu yang terus berontak di bawah sana. Bagaimana tidak berontak, Nata yang biasanya selalu memakai baju biasa ketika di pantai.


Hari ini, dia sendiri yang menginginkan untuk memakai bikini. Membuat Jackson tak sanggup melihat lekuk tubuh Istrinya dengan perut buncit yang tampak begitu menggoda di mata mesumnya.


Apalagi kini dirinya tengah memeluk Nata yang tengah berbaring di atas pasir beralaskan tikar. Jackson menghela napas kala senjatanya semakin mengeras saat Nata tak sengaja menyenggolnya.

__ADS_1


"Sayang," panggil Jackson dengan suara serak.


"Ada apa?" Tanya Nata yang sibuk maminkan ponselnya. Terlihat dia sedang ber-chat ria dengan Nasa, menanyakan hal ini dan itu seputar melahirkan.


"Dia berdiri," kata Jackson seraya mencium leher belakang Nata, membuat Nata merinding kala merasakan geli di bagian sensitifnya itu.


"Tadi malam kan sudah, Jackson," Nata menjawab dengan nada suara manja, membuat nafsu seorang Jackson kian membuncah.


"Dia mau lagi, Sayang," saut Jackson langsung merem*s dua gundukan Nata yang hanya berbalut bikini seksi.


"Ahhhh ...." D*sah Nata refleks dan langsung menutup mulutnya.


"Aku adalah Istri yang baik. Jadi, ayo kita pulang dan main," ajak Nata mengulurkan tangannya ke Jackson agar Jackson membantunya untuk berdiri.


"Tidak usah pulang, di sini saja," balas Jackson langsung ******* bibir ranum Nata.


"Hemp," Nata berontak karena tak ingin melayani suaminya di lokasi yang terbuka.

__ADS_1


"Kenapa, Sayang?" Tanya Jackson ketika melepaskan Nata.


"Aku tidak mau kalau di sini. Bagaimana kalau ada orang yang melihat? Kan malu," jelas Nata.


"Tidak akan ada siapa pun yang bisa masuk ke area ini. Ini adalah pulau pribadiku, Sayang. Tidak, maksudnya pulau pribadimu dan keluargamu dan tidak akan ada seorang pun yang bisa mendatanginya."


"Pengawal dan pelayan?"


"Pengawal dan pelayan tidak akan berani datang kemari. Kalau berani melihat Istriku memakai bikini, maka hidup mereka tidak akan lama," ucap Jackson langsung menyerang Nata.


.


.


.


Sembari menunggu Othor update lagi, yuks mampir juga ke karya Author-Author keceh badai ini. Novel-novelnya dijamin seru😍😍😍

__ADS_1




__ADS_2