
"Nasa," panggil Nata langsung memeluk erat sahabatnya, Nasa.
"Kamu baik-baik saja, kan?" Tanya Nasa seraya membalas pelukan Nata.
"Baik, Kok. Kenapa datangnya malam banget?" Tanya Nata khawatir.
"Naik jet pribadi mau kapan aja bisa," saut Hadden santai.
"Paman!" Seru Nata akan memeluk Hadden.
"Tunggu, biar aku saja yang gantikan," cegat Jackson menarik Nata ke belakang. Jackson pun segera memeluk Hadden cepat. Hadden tampak diam tak membalas. Ketika manusia dingin bertemu dengan manusia dingin, maka terjadilah badai yang memunculkan kilat antar mata tajam keduanya yang saling menatap.
"Sudahlah, tidak usah pikirkan mereka," ujar Nasa menenangkan Nata.
"Mommy Nasa dan Mommy Nata, ayo kita tidur, aku sangat mengantuk," keluh Kabut.
"Sayang, kamu ngantuk, ya? Pasti kamu lelah banget, yaudah ayo kita ke kamar Mommy. Kita tidur bareng," ajak Nata menarik Nasa juga.
"Sayang, Nasa ... Kita—" panggil Hadden tak rela melepas Istrinya. Nasa hanya bisa tersenyum tipis dengan mengatakan 'maaf' dari gerakan bibirnya.
"Kenapa wajahmu kesal begitu, jangan-jangan belum dapat jatah, ya?" Tebak Jackson benar.
__ADS_1
"Cik! Senang sekali kamu," decih Hadden kembali duduk di sofa.
"Apa jangan-jangan Nasa baru selesai menstruasi? Haha ... Kasihan sekali," ejek Jackson.
"Jangan terlalu senang di atas penderitaan orang lain. Aku tamu di sini, mana minumannya?" Pinta Hadden melipat kedua kaki, meraih bungkus rokok dah merokok dengan santai.
"Untung dia Pamannya Nata. Kalau bukan—" rutuk Jackson dalam hati. Namun, dia tetap berjalan menuju lemari, mengambil anggur paling kuat untuk Hadden.
"Minumlah," ketus Jackson meletakkan dua botol anggur mahal ke atas meja di hadapan Hadden.
Hadden membuka tutup botol, menuangkan sendiri anggur untuknya sendiri.
"Gangster Gore?" Saut Hadden sebelum meneguk anggurnya.
"Musuhmu? Siapa mereka?" Tanya Jackson penasaran.
"Gore Peter. Dia adalah Putra angkat yang selama ini Peter sembunyikan. Sebelum mengangkat Zea sebagai Putri, Peter lebih dulu mengangkat Gore, tapi Peter berhasil menyembunyikannya. Dan baru akhir-akhir ini dia menampakan diri. Dan dia telah membentuk Gangster sendiri dengan mengumpulkan semua bawahan Ayahnya yang tidak tertangkap oleh polisi. Dan sepertinya, dia ingin membalas dendam," jelas Hadden menuangkan lagi anggurnya.
"Hukum di Negara ini memang tidak bisa diandalkan. Lalu, apa yang akan kamu lakukan selanjutnya? Bukankah Gangstermu lebih kuat dari mereka," sambung Jackson seraya mengambil sebotol anggur, lalu menuangkan anggur tersebut ke gelas miliknya.
"Kelihatannya, Gore bukanlah lawan yang dapat ditaklukan dengan mudah. Dia benar-benar sangat sadis, pergerakannya benar-benar rapi dan bersih. Dan parahnya, dia berhasil meretas sistemku yang bahkan kau tidak bisa meretasnya."
__ADS_1
"Benarkah?" Tanya Jackson antusias.
"Iya. Belum ada yang dapat menyentuh Sistemku dan Gore-lah orang pertama yang dapat melakukannya," tutur Hadden menuangkan lagi anggurnya.
"Tapi bukankah ini aneh. Kenapa dia menyerangmu dan bukan menyerangku, bukankah aku yang membunuh Peter," pikir Jackson heran.
"Memangnya apa yang bisa diandalkan darimu," ejek Hadden.
"Hei apa maksudmu!" Bentak Jackson murka.
"Dia mengincar Kabut," potong Hadden.
"Maksudmu? Bagaimana mungkin dia menginginkan Kabut. Untuk apa?"
"Itu aku juga tidak tau alasannya," Jawab Hadden terlihat murung.
"Lalu apa rencanamu?" Tanya Jackson.
"Aku akan mengirimkan Nasa kepada Gore."
Jackson : ????😱
__ADS_1