Terjerat Nafsu CEO Miliarder

Terjerat Nafsu CEO Miliarder
TNCM S2


__ADS_3

"Ada masalah Apa, Sayang? Kita pulang terburu-buru begini tidak mungkin bila tidak terjadi sesuatu."


"Hanya ada sedikit masalah yang terjadi pada Perusahaan dan membutuhkan aku untuk menyelesaikannya. Dan aku juga ingin kamu melahirkan di kota, itu saja. Lagian, kita juga terlalu lama di Pulau ini," jelas Jackson pada Nata.


"Baiklah, aku setuju kita pulang sekarang," jawab Nata dengan nada suara sendu.


Mendengar itu, Jackson pun menghentikan tugasnya yang kini tengah memasukkan pakaian ke dalam koper. Lalu, meraih wajah Sang Istri dengan penuh kasih sayang. "Sayang, kamu jangan bersedih, ya. Suatu saat kita pasti akan ke sini lagi," bujuk Jackson dan Nata pun mengangguk sebagai jawaban.


"Ya sudah, sekarang aku bangunin Kabut dulu," kata Nata melepaskan tangan Jackson dari wajahnya. Jackson hanya menghela napas berat karena dia tau Istrinya itu tidak rela meninggalkan Pulau yang menjadi tanah kelahirannya ini.


Pagi itu, setelah semua siap. Jackson, Nata dan Kabut langsung berangkat untuk kembali ke kota. Sudah cukup lama memang keduanya berbulan madu. Kini saatnya untuk kembali ke dunia nyata yang pasti akan disibukkan dengan begitu banyaknya tugas yang telah mengantri di depan mata.


Beberapa jam perjalanan, pesawat jet pribadi itu mendarat tepat di atap Mansion keluarga Talsen. Saat sampai, Nata dan Kabut masih nyenyak tertidur. Dan Jackson pun terpaksa mengangkat Istrinya hingga tiba di kamar, sedangkan Kabut di gendong oleh salah satu pengawalnya.

__ADS_1


Jackson membaringkan Nata dengan begitu perlahan, tak lama pengawal juga tiba dan membaringkan Kabut tepat di samping Nata.


Setelah menyelimuti kedua manusia tukang tidur itu, mencium bibir serta perut buncit Nata, kemudian barulah Jackson bergegas pergi untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di perusahaan.


Tiba di perusahaan PT. Samudera Raya, Jackson segera pergi ke ruang IT untuk melihat perkembangan virus terbaru yang dulu Jackson ciptakan sendiri. Setelah bertahun-tahun berlalu, akhirnya virus terkemuka itu berhasil di rancang dan siap digunakan untuk keamanan sistemnya. Bila ada virus yang berani meretas sistemnya. Maka, virus itu akan langsung mati karena tidak akan mampu mengalahkan virus ciptaan Jackson.


Sekarang Jackson sendirilah yang harus mengoperasikan virus itu. "Bagaimana keadaan Hadden dan Nasa?" Tanya Jackson dengan tangannya yang sibuk mengetik timbol rumit di hadapannya.


"Masih berjalan normal, Tuan. Taun tidak perlu khwatir, karena bila terjadi sesuatu yang buruk mata-mata yang Tuan kirimkan akan langsung bergerak," jelas pengawal itu detail.


"Baik, Tuan."


***

__ADS_1


Sore itu, Nata mulai mengerjabkan mata lalu mengusap matanya dengan kedua tangan. Nata menatap ke sekelilingnya, dan dia tidak terkejut karena dia berada di kamarnya dan juga Jackson. Perlahan Nata Langsung turun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Begitu selesai mandi dan telah siap dengan piyama tidurnya, Nata pun kaget kala mengingat bahwa Kabut juga ada bersamanya. Tapi, anak itu tidak ada di kamarnya. Nata terburu-buru keluar dari kamar dan turun ke lantai bawah.


"Nona sudah bangun, Makanan kesuk—"


"Di mana Kabut, Bi?" Potong Nata bertanya mendesak.


"Tuan muda Kabut saat ini sedang berlatih bersama para pengawal di taman belakang, Nona," tutur pelayan itu membuat Nata merasa lega.


Nata mengabaikan pelayan dan langsung bergegas menuju taman belakang.


DOR!

__ADS_1


"Mommy awas!"


__ADS_2