Terjerat Nafsu CEO Miliarder

Terjerat Nafsu CEO Miliarder
TNCM S2


__ADS_3

Pukul 03:00


"Lapar sekali," Nata segera turun dari ranjang, perlahan membuka pintu kamar dan segera turun ke lantai dasar.


"Ah, kenapa tidak ada makanan sama sekali? Yasudah, makan buah saja," ujarnya membuka kulkas mengambil beberapa biji apel dan langsung mengigitnya tanpa di cuci lebih dulu.


Nata bingung, karena makan 5 biji apel tak mampu membuatnya merasa kenyang, dirinya butuh karbohidrat. Belum lagi dia harus makana makanan yang bergizi agar kandungannya sehat dan cepat mendapatkan keturunan.


Merasa memerlukan tenaga untuk gempur nanti, pada akhirnya Nata memilih memasak makanan sehat untuknya.


Nata mengeluarkan, daun kale, wortel, lobak, dan jenis sayuran sehat lainnya. Tak lupa Nata juga mengambil daging segar sebagai sumber proteinya. Nata membersihkan semua bahan, Kemudian memotongnya dengan ukuran dadu.


"Sayang," panggil Jackson membuat Nata terperanjat kaget dan hampir mengiris tangannya sendiri.


"Maaf, sayang. Apa terluka?" Tanya Jackson khawatir.


"Tidak apa-apa, hanya kaget saja," jawab Nata mengelus dadanya.


"Kamu ngapain di dapur, sayang? Ayo balik ke kamar dan kita mulai sekarang," ajak Jackson berbisik pelan ditelinga Nata sambil memeluk Nata dari belakang. Sedangkan tangan laknatnya sudah berkelana ke mana-mana.


"Berhenti Jackson. Aku lapar makanya masak," ujar Nata tetap fokus memotong wortel.

__ADS_1


"Aku akan memanggil pelayan," kata Jackson langsung melepaskan Nata.


"Jackson, tidak usah!" Cegat Nata menarik ujung kaos Jackson.


"Kenapa, Sayang?"


"Aku bisa masak sendiri, jangan ganggu istirahat mereka," jawab Nata membuat Jackson tersenyum mempesona.


"Baiklah, kalau begitu kamu cukup duduk di sini," Nata kaget kala Jackson mengangkat tubuhnya dan mendudukkan dirinya di atas meja.


"Jackson apa yang kamu lakukan? Cepat bantu aku turun!" sentak Nata, namun Jackson mengabaikanya.


"Kamu itu laki-laki, Jackson. Masak adalah pekerjaan seorang Istri. Lagipula, memangnya kamu bisa masak?" Tanya Nata ragu.


"Itu Istri-istri di luaran sana, Istriku berbeda, dia tidak boleh lelah sedikit pun. Akan aku buktikan masakanku begitu enak dan lezat, kamu selalu saja meragukan. Lihat saja nanti hasilnya," ujar Jackson memicingkan tangannya agar kering, kemudian menarik ke atas lengan bajunya hingga terlihat begitu seksi di mata Nata.


Setelah itu, Jackson menghidupkan kompor, meletakkan wajan pemagang, menuangkan sedikit minyak zaitun dan mulai memanggang daging.


Nata tercengang, Jackson memang sangat mempesona. Bagaimana mungkin dia tampak berkali-kali lipat lebih tampan ketika memasak. Otot-ototnya kekarnya semua terlihat begitu seksi, Nata meneguk saliva bersusah payah.


"Ada apa, Sayang? Kenapa terus menatapku begitu? Apa aku sangat tampan?" Tanya Jackson sambil menuangkan penyedap rasa ke daging yang aroma sedapnya membuat perut Nata berontak.

__ADS_1


"Iya. Eh, maksudku—"


"Ucapanmu barusan tidak dapat ditarik lagi," Jackson mendekat pada wajah Nata. Nata mengedipkan mata gugup. Tanpa aba-aba Jackson langsung mengecup bibir Nata sekilas.


"Apa senang? Bisa dicium oleh pria tampan dan tangguh sepertiku," tutur Jackson percaya diri.


Jackson kembali ke panggangan, dan membalik daging yang terlihat menggoda.


"Tidak juga," bohong Nata, jelas ciuman tadi kurang baginya. Jelas dia menginginkan hal lebih.


"Ah, bodoh. Masa subur memang mengesalkan," jerit Nata dalam hati.


"Dagingnya sudah siap. Sekarang, sayurnya mau diapakan?" Tanya Jackson.


"Salad saja, Jackson," jawab Nata.


"Salad lezat super sehat juga siap!" Seru Jackson setelah selesai mencampurkan mayones dan toping rumput laut di atasnya. Jackson membawa masakannya ke atas meja di ruang makan. Lalu kembali lagi ke dapur untuk menjemput Nata yang masih belum dia turunkan.


"Ayo!" Seru Jackson membentangkan kedua tangannya dan Nata langsung menghamburkan tubuhnya masuk ke pelukan Jackson. Nata mengalingkan tangan di leher Jackson sedangkan kakinya terkalung di pinggang Jackson.


"Kiss dulu," pinta Jackson memanyunkan bibirnya, seketika Nata langsung Mencium sekilas bibir Jackson. Saat akan memundurkan kepalanya, Jackson segera menahan kepala Nata dengan salah satu tangannya. Dan terjadilah ciuman panas hingga keduanya tiba di ruang makan.

__ADS_1


__ADS_2