
"Ada hal penting yang ingin aku katakan kepadamu Jackson. Tapi, tidak saat emosi saat ini dan di tempat begini," ujar Hadden membuat Jackson penasaran, Jackson pun menurunkan senjatanya dan mengekor di belakang Hadden, hingga tiba di ruangan Presdir yang dulunya Hadden tempati.
"Apa yang maksudmu membawaku ke tempat ini? Apa kau ingin aku melihatmu duduk di kursiku yang kamu rebut!" Bentak Jackson bersiap akan kembali menyerang.
"Tidak, Jackson. Kamu memang tidak berhak duduk di sana, tapi aku juga tidak berhak duduk di sana. Kita berdua tidak mempunyai hak untuk memiliki PT. Samudera raya."
Jelas Hadden membuat Jackson tambah tidak mengerti.
"Apa maksudmu Hadden? Katakan yang jelas?"
"Maksudku, aku atau pun kamu tidak berhak memilki PT. Samudera raya. Yang berhak adalah pewaris tahta PT. Samudera Raya, darah daging almarhum Tuan Samudera Talsen!" Ucap Hadden tegas dan lugas, dengan jarinya yang menunjuk pada kursi siangsana yang dulunya adalah kursi kebesaran Hadden.
Jackson pun melihat ke arah kursi kebesarannnya, sedangkan Hadden masih tetap menghadap ke pada Jackson. Tak lama kursi itu pun memutar hingga tampaklah sesosok orang yang kembali membuat Jackson murka.
Jeckson memutar kembali kepalanya menatap Hadden di sampingnya sambil berkata. "Jadi maksudmu yang pantas memiliki PT. Samudera Raya adalah putramu itu!" Ujar Jackson murka, seketika Hadden pun kaget, dan segera melibat ke arah kursi kebesaran itu. Hal konyol yang membuatnya hampir diri pun terjadi.
"Astaga, kabut! Apa yang kamu lakukan di sana? Di mana Mommy-mu?" Tanya Hadden mendekati Kabut.
__ADS_1
"Angan mendekat, mendekat celangkah agi, Abut embak," (jangan mendekat, mendekat selangkah lagi, Kabut tembak) Ancam Kabut sambil menodongkan pistolnya, sontak Hadden dan Jackson pun manaikkan kedua tangannya masing-masing.
"Kabut, apa yang kamu lakukan, Nak?" Tanya Hadden berusaha mendekati Kabut secara perlahan.
"Tidak pa-pa, Abut ocan, Abut au ain tembak-tembakan," (Tidak apa-apa, Kabut bosan, kabut mau main tembak-tembakan) jawabnya dengan bibir yang manyun.
"Di mana Mommy-mu, Nak?" Tanya Hadden merebut pistol ditangan Kabut tanpa balita itu sadari.
"Mommy Nata an Mommy Nasa ditulik olang ahat," (Mommy Nata dan Mommy Nasa Diculik orang jahat) celetuk Kabut
"Apa!" Teriak Hadden kaget, sedangkan Jackson yang masih bingung pun ikut mendekat.
"Siapa Nata?" Tanya Jackson merasa tak asing dengan nama itu.
"Aleenata Talsen, keponakanku sekaligus pewaris tahta PT. Samudera Raya," jawab Hadden menyisir rambutnya kasar.
Mendengar itu, Jackson membulatkan matanya sempurna. "Kamu menemukannya, di mana dia sekarang?"
__ADS_1
"Bukan menemukannya, tapi selama dia memang berada di dekat kita, bahkan kamu menyiksa hidupnya selama ini," ujar Hadden membuat Jackson berpikir keras.
"Maksudmu—"
"Ya, Cecilia Humeera, dia adalah Aleenata Talsen. Pewaris PT. Samudera Raya, dan saat ini aku sangat yakin bahwa Peter yang telah menculik mereka," ujar Hadden cepat.
"Ah, Om ahat an Daddy telalu anyak bicala. Lebih baik, cepat celamatkan Mommy-Mommy Abut," (Ah, Om jahat dan Daddy terlalu banyak bicara. Lebih baik, cepat selamatkan Mommy-Mommy Kabut) teriak Kabut menengahi.
.
.
.
Ditunggu, ya, guys. Tenang, jangan panik☺️
Akan ada kelanjutannya kok, InsyaAllah hari ini TAMAT. Jadi, ditunggu, ya, reader lope semua😘😘😘
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen tiap bab, loh. jangan bab terakhir saja, hehe .... 🙏🏻
Terima kasih🙏🏻😘