
"Nata jangan, Sayang. Sudah tidak gatal lagi, Sayang. Sungguh, aku tidak berbohong," jelas Jackson seraya menutupi senjatanya dengan kedua telapak tangannya.
"Aku tidak percaya, pasti masih sakit. Aku akan tetap mengobatinya, Sayang," keukeuh Nata membuat Jackson akhirnya mengalah.
"Baiklah, aku mengaku sayang. Tadi hanya bercanda, di sini tidak di gigit semut sama sekali. Aku hanya ingin mengerjaimu, Sayang. Aku hanya ingin kamu menyentuhnya, sudah lama aku tidak lagi merasakan sensasi saat kamu menyentuhnya," ujar Jackson pada akhirnya mengakui kejahilannya.
"Jadi, kamu melakukan itu agar aku menyentuhnya. Kamu jahat Jackson, jelas saat bermain kamu selalu tergesa-gesa dan tidak menggarapku terlebih dahulu. Jadi, jangan salahkan aku bila tidak pernah bermain dengannya. Kamu sendiri yang selalu langsung ke intinya," kesal Nata menagis terisak.
"Sayang, maafkan aku, ya. Itu karena tubuhmu yang semakin seksi dan menggoda. Aku tidak bisa menahan lebih lama, itu juga agar durasinya tidak terlalu lama. Apa kamu lupa apa yang dr. Dera katakan? Dia melarang kita bermain dengan durasi yang lama," jelas Jackson tiba-tiba mejadi pria posesif yang bodoh dengan IQ 0%.
"Huwa ... Aku tidak tau lagi harus berkata apa. Aku membencimu, Jackson. Keluar dari kamarku sekarang juga!" Bentak Nata masih terisak.
"Sayang, ayolah. Aku melakukan itu agar tidak melukai kamu juga calon bayi kita. Kalau kamu lebih menyukai durasi yang lama, aku berjanji akan melakukannya dengan waktu yang lama tanpa menyakiti calon bayi kita. Jangan usir aku, ya, sayang. Kamu belum makan malam, katakan makanan apa yang kamu inginkan, aku akan segera membuatkannya," tutur Jackson berusaha membujuk Nata.
__ADS_1
"Tidak mau, aku tidak mau makan apa pun. Keluar dari kamarku sekarang! Tidur di luar saja kamu!" Nata mendorong Jackson sekuat tenaga agar Jackson keluar dari kamar. Tentu tenaga Nata tidak akan mempu membuatnya beranjak dari tempat semula. Tapi, Jackson tidak ingin membuat Istrinya kelelahan, hingga akhirnya tidak menahan tubuhnya saat Nata mendorongnya sekuat tenaga.
"Aku mohon jangan usir aku, Sayang. Apa kamu lupa, kamu tidak bisa tidur tanpa aku peluk," mohon Jackson namun Nata tetap tidak peduli.
"Aku bisa tidur tanpa laki-laki bodoh, brengsek, mesum sepertimu. Keluar!" Teriak Nata mendorong Jackson hingga Jackson tiba di luar kamar.
BRAAKKK!
Suara pintu yang Nata tutup dengan kuat.
Jackson menghela napas berat, memilih turun ke lantai bawah dan berbaring di sofa.
"Apakah Aku salah? Apakah aku salah mengenai durasi itu. Lebih baik aku tanyakan langsung pada dr. Dera," Jackson meraba kantong celana tapi tidak mendapatkan apa pun. Jackson terkejut kerena baru menyadari bahwa dirinya tidak menggunakan celana. Melainkan hanya menggunakan CD . Jackson ingat ponselnya berada di dalam celana dan celananya terlepas saat menghindar ketika Nata ingin mengoleskan minyak hangat pada senjatanya.
__ADS_1
"Astaga, aku bisa kedinginan kalau begini. Tidak disangka mengerjai Istri yang tengah hamil bisa kualat begini," keluh Jackson menyalahkan dirinya sendiri.
Jackson berdiri, menelpon dr. Dera dengan telpon rumah. "Hallo selamat malam, Tuan Jackson. Ada yang bisa saya bantu?" Sapa dr. Dera ramah di seberang sana.
"Iya. Aku ingin menanyakan tentang kamu yang menyarankan agar aku dan Nata mengurangi durasi ketika berhubungan intim. Apakah kamu tidak salah? Karena Nata marah padaku lantaran aku bermain terlalu cepat," lapornya to the point.
"Benar, Tuan. Itu tidak salah sama sekali. Mengurai durasi agar tidak membuat Nona Nata kelelahan."
"Tapi kenapa dia memarahiku bahkan mengusirku dari kamar?"
"Mungkin Nona sedang tidak ingin melakukannya, Tuan. Berhubungan intim dengan Ibu hamil harus sabar, juga harus dilakukan bila Nona juga menginginkannya, jangan memaksanya. Dan saat berhubungan pun Tuan harus memastikan Nona merasa nyaman dengan posisinya. Beberapa posisi ekstrim juga jangan dilakukan karena akan berbahaya bagi Ibu serta calon bayinya," jelas dr. Dera panjang kali lebar.
"Aku sudah melakukan itu semua. Bahkan aku tidak melakukan pemanasan guna mengurangi durasinya," tutur Jackson tanpa dosa.
__ADS_1
"Astaga, Tuan. Pantas saja Nona marah. Saya menyarankan Tuan untuk mengurangi durasi bukan berarti Tuan boleh mengabaikan pemanasan. Pemanasan sangat penting agar Nona Nata merasa rileks dan tidak tegang. Tuan malah menyakiti Nona kalau berhubungan tanpa pemanasan," tutur Dokter Nata yang kaget dengan pengakuan Jackson.
Jackson langsung memutuskan panggilan sepihak dan segera berlari menuju lantai atas di mana Istrinya berada.