Terjerat Nafsu CEO Miliarder

Terjerat Nafsu CEO Miliarder
TNCM S2


__ADS_3

Selesai ritual mandi tanpa adanya adegan panas yang terjadi. Kini, Jackson tengah memilih pakaian luar juga dalam untuk Sang Istri tercinta, Nata.


"Sayang, bagaimana ini? Air susunya masih terus mengalir, kalau pakai pakaian yang begini pasti akan merembes lagi dan aku akan basah lagi," Nata berkata seraya memilah pakaian dalamnya guna mencari yang sesuai keinginan.


"Tidak apa-apa, Sayang. Pakai saja yang ada dulu, lagian kita tidak akan ke mana pun hari ini. Nanti, setelah dr. Dera menyelesaikan pekerjaannya, dia akan datang ke sini untuk memeriksa keadaanmu dan calon bayi kita. Nanti akan aku tanyakan solusi masalah ini kepadanya, siapa tau ada bra khususnya," ujar Jackson yang kini memasangkan pakaian ke tubuh atletisnya. Begitu selesai, Jackson kembali membantu Nata lagi.


"Mau sarapan apa hari ini, Sayang?" Tanya Jackson yang kini menyisir pelan rambut Nata.


"Susu dan nasi," jawab Nata cepat.


"Baiklah, kita ke bawah sekarang."


Kedua sejoli itu pun turun ke lantai bawah tepatnya di ruang makan. Jackson meminta pelayan untuk menyiapkan omelette kesukaannya setiap pagi, dan sarapan kesukaannya itu telah tersedia di atas meja makan.

__ADS_1


Kini, hanya tinggal membuatku susu untuk Nata. Menyiapkan susu untuk Sang Istri adalah pekerjaan yang membuat Jackson merasa menjadi Suami siaga. Untuk itulah dia melarang pelayan membuatnya. Karena dia sendiri yang akan membuatnya untuk Nata.


Begitu selesai membuat susu, Jackson mengambil mangkuk lalu Jackson masukan nasi putih hangat ke dalamnya. Begitu selesai, langsung Jackosn bawa ke meja makan.


"Sudah siap, silahkan di makan, Sayang."


"Terima kasih, Sayang," jawab Nata menerima segelas jumbo susu yang hari ini rasa coklat, tak lupa juga semangkuk nasi putih hangat.


"Sama-sama, Sayang," Jackson kembali duduk di kursinya dan langsung melahap omelettenya karena memang merasa sangat kelaparan. Jackson mengunyah sambil manatap heran tingkah Istrinya yang kini tengah menuangkan susu rasa coklat itu ke dalam mangkuknya yang berisi nasi putih. Begitu cukup, Nata pun segera mengambil sendok makan lalu melahap nasi putih bercambur susu tersebut layaknya melahap susu yang dicampur dengan snack.


"Enak. Mau coba?" Nata mengulurkan nasi bercampur susu itu ke mulut Jackson. Karena penasaran dengan rasanya, Jackson pun menerima suapan Istrinya itu.


"Bagaimana, Sayang? Enak, bukan?" Tanya Nata antusias.

__ADS_1


"E-enak, Sayang. Enak kok," jawab Jackson tersenyum paksa. Ingin sekali dia memuntahkan apa yang kini ada di mulutnya. Tapi, dia pasti akan menerima masalah bila apa yang Istrinya suapkan kepadanya benar-benar dia muntahkan, karena pasti Nata akan marah dan berakhir dengan tangisan histeris.


Membayangkan hal mengerikan itu, Jackson lebih memilih menyiksa diri dengan menelan paksa nasi putih bercambur susu tersebut.


"Kamu mau lagi, Sayang?" Tawar Nata kembali mengarahkan sendok ke arah mulut Jackson.


"Ti-tidak, Sayang. Kamu saja yang makan sayang, itu porsi untuk dua orang loh, kalau aku ikut makan bisa-bisa baby kita yang kelaparan. Kamu makan saja makananmu dan aku akan makan makananku," tolak Jackosn beralasan.


"Baiklah," jawab Nata singkat dan kembali melahap makanannya dengan semangat. Hal itu membuat Jackson mengelus dada merasa lega, karena berhasil meyakinkan Nata dengan alasannya barusan.


Selera makan Jackson mendadak hilang kala melihat Sang Istri yang tengah makan nasi itu dengan lahapnya.


Jackson berpikir keras, jelas dirinya merasa makanan itu sangat aneh. Tapi, entah kenapa Nata malah sangat menikmatinya.

__ADS_1


"Apakah selera Ibu hamil se-aneh itu?" batin Jackson.


__ADS_2