
Begitu selesai makan, Jackson langsung meminta Nata untuk tidur. Namun, seperti malam sebelumnya, Nata juga mengalami sulit tidur. Hal itu membuat Jackson ikut bergadang guna menemani Nata Sang Istri tercinta. Waktu, keduanya habiskan dengan menonton berbagai film-film romantis yang Nata inginkan.
Ketika jam sudah menunjukkan pukul 03:00, barulah Nata mengantuk dan tidur di pangkuan Jackson. Saat itulah Jackson pun baru bisa ikut istirahat walau hanya empat jam saja.
Paginya, Nata terbangun kala merasakan nyeri pada kedua gundukannya yang kian hari kian membesar. Jackson yang melihat Istrinya menangis kesakitan seketika panik. "Sayang, apa yang terjadi?" Tanyanya seraya menyentuh pundak Nata yang berbaring menyinding membelakanginya.
"Sakit sekali," ringis Nata terisak.
"Apanya yang sakit, Sayang? Ayo berbaliklah dan katakan kepadaku bagian mana yang sakit," saut Jackson membantu Nata berbalik badan.
"Astaga, sayang. Kenapa bajumu bisa basah begini?" Tanya Jackson heran.
"Susunya keluar dan sakitt, hiks," tangis Nata membuat Jackson semakin khawatir.
__ADS_1
"Bukankah air susunya akan keluar kalau sudah melahirkan? Lalu, kenapa Ini sudah keluar sebelum melahirkan? Tahan sebentar, Sayang, aku akan panggilkan dr. Dera," ujar Jackson turun dari ranjang dan mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja.
"Sayang, cepatlah," kata Nata yang sudah tidak sanggup menahan sakit pada kedua gundukannya.
"Iya, Sayang." Jackson berjalan kembali menuju ranjang begitu mendapatkan ponselnya.
"Hallo, Tuan Jackson. Apa ada yang bisa saya bantu?" Sapa dr. Dera ramah.
"Oh, masalah itu. ASI atau kolostrum yang keluar saat hamil atau sebelum bayi lahir menandakan pay*dara Nona Nata sudah siap memberikan ASI, dan itu adalah hal yang normal, Tuan. Kolostrum berwarna kekuningan ini biasanya keluar sejak usia kehamilan 5–6 bulan atau pada trimester ketiga kehamilan. Jadi, hal itu tidak perlu Tuan khawatirkan, karena biasanya juga akan terjadi pada Ibu hamil lainnya dan ini hal normal yang tentu harus Nona lalui, Tuan," jelas dr. Dera di seberang sana.
"Tapi Nata kesakitan, Dera! Cepatlah datang dan periksa kondisinya," Bentak Jackson karena tak sanggup dan tak tega melihat Nata yang sedari tadi gelisah.
"Di sini saya sedang mengoperasi banyak pengawal yang terjatuh dari tebing, Tuan. Dan saya belum bisa datang ke Villa sekarang. Mohon maaf, Tuan. Begini saja, sekarang saya minta tolong kepada Tuan untuk mengecek keadaan pay*dara Nona Nata," titah dr. Dera dan Jackson pun menurut. Bagaimana pun, dia juga kaget saat mendengar ada banyak pengawal yang terluka karena jatuh saat latihan panjat tebing. Sudah biasa baginya mendapat kabar seperti itu, untuk itulah kenapa dia menempatkan dokter hebat seperti dr. Dera untuk bertugas di pulau.
__ADS_1
"Aku cek sebentar, ya, Sayang?" Izin Jackson akan membuka kancing baju Nata, Jackson segera membuka semua kancing baju serta bra Istrinya setelah mendapatkan izin dari Nata langsung.
"Sekarang apa lagi?" Tanya Jackson pada dr. Dera ketika telah berhasil membuat Nata setengah polos.
"Sekarang Tuan cek apakah ada darah yang juga keluar bersama dengan ASI-nya?" Tanya dr. Dera di tengah kesibukannya di seberang sana.
"Sepertinya tidak ada, hanya ada air susu biasa saja. Tapi, sangat banyak," ujar Jackson sambil memandangi gundukkan Istrinya yang semakin padat berisi.
"Kalau tidak ada darah berarti itu masih normal, Tuan. Nona kesakitan karena ada banyak air susu yang menumpuk di dalamnya hingga akrhinya membengkak dan menimbulkan rasa nyeri atau sakit," tutur Dr. Dera menjelaskan.
"Jadi, bagaimana caranya agar Nata tidak lagi kesakitan?" Tanya Jackson cepat.
"Untuk mengurangi rasa sakitnya, Asi-nya perlu dikelurkan, Tuan," jawab Dr. Dera membuat Jackson tersenyum simpul.
__ADS_1