
"Saya akan tinggal di rumah sebesar ini seorang diri," keluhku lalu duduk di samping Jackson di ruang tamu.
"Tentu saja tidak, karena aku sesekali juga akan menginap di sini," jawab Jackson sambil meneguk kopi hitam kesukaan yang sebelumnya telah dipersiapkan oleh pelayan di Mansion mewah ini.
"Apa ini artinya saya telah sah menjadi wanita simpanan Tuan Jackson?" Tanyaku mengangkat sebelah alis.
"Menurutmu?" Jackson melempar balik pertanyaanku.
"Tuan, sudah saya katakan kalau saya tidak mau menjadi wanita simpanan!" Aku membentak Jackson berani.
"Kamu sudah menjadi wanita simpanan sejak menjadi Asisten pribadiku," Jackson tersenyum sinis.
Pernyataan Jackson benar juga, sejak jadi asistennya aku telah menjadi wanita simpanan yang lebih dulu menggodanya.
Jadi, untuk apa aku berusaha lepas darinya, bila aku tidak mampu. Bukankah lebih baik aku jalani akting ini dengan mencari keuntungan untuk diriku sendiri.
"Baiklah. Saya mengalah, Jack Sayang.Wanita simpanan pada umumnya akan diberikan uang yang banyak. Karena saya telah resmi menjadi wanita simpanan seorang direktur utama Tuan Jackson Baldev. Jadi, saya juga menginginkan sejumlah uang dari Jack." Aku naik ke atas pangkuan Jackson, mengalungkan kedua tanganku di lehernya dengan menatap mata tajamnya penuh cinta.
"Dari dulu kamu masih tidak berubah. Kamu masih wanita yang menganggap uang adalah segalanya."
__ADS_1
"Saya bukan wanita yang manafik, Jack." Lagi-lagi aku menyebutkan nama panggilan khusus untuk Jackson. Kulihat raut wajah Jackson malah terlihat senang. Itu artinya mulai sekarang tidak apa bila aku memanggilnya dengan nama Jack, karena dia tidak melarang ku.
"Wanita happy karena uang, wanita bisa makan kenyang dengan uang, wanita bisa bermanja dengan uang, bahkan wanita juga cantik dengan adanya uang, dan yang paling penting, wanita juga bisa membuat prianya bahagia dengan memberikan uang." Jawabku sambil menyapu wajah Jackson dengan jemari, Jackson tak menolak, dia malah memejamkan mata menikmati sentuhan ku.
"Kalau begitu, kenapa kamu tidak menikah saja dengan uang?" Saut Jackson membuka matanya dengan sempurna.
"Saya akan menikahi pria yang punya banyak uang. Seperti Jack, misalnya." Godaku padanya.
Raut wajah Jackson sedikit berubah saat aku menyinggung tentang menikah. Senyuman sinisnya membuatku terpaku.
Jackson berdiri dan menepuk kemejanya yang kusut, "Cukup menjadi dirimu yang sekarang. Tidak perlu meminta hal lebih," Sekujur badanku merinding dan tidak bisa bicara. Jackson melepaskanku dan pergi.
"Hallo, ada apa sekretaris Clara?"
"Nona Cecilia, Tuan Jackson meminta Nona untuk mengantarkan dokumen penting pada Tuan Jackson. Dokumennya berada di atas meja kerja, di Mansion yang Nona tempati." Ujar sekretaris Clara di seberang sana.
"Kenapa harus saya?" Tanyaku ingin menolak.
"Ini adalah perintah Tuan Jackson, Nona." Jawab Sekretaris Clara membuatku tak berdaya.
__ADS_1
"Baiklah, memangnya Jackson ada di mana saat ini?"
"Di hotel biasa, Nona," Aku langsung memutuskan panggilan sepihak setelah mengetahui di mana Jackson sekarang.
Saat itu juga, aku langsung menuju ruang kerja Jackson yang berada di samping kamar, mengambil sebuah dokumen yang berada di atas meja, lalu segera berangkat dengan mobil.
15 menit perjalanan, aku telah tiba di hotel yang dimaksud. Aku langsung menuju ke ruangan biasa, dan aku menyadari Jackson sedang bersama dengan Zea yang sedang menghadiri acara pesta di hotel.
Aku masuk ke dalam ruangan dengan santai, lalu segera memberikan dokumen kepada Jackson, Jackson menerima dokumen dariku.
"Wah-wah Nona Cecilia Asisten pribadi Suamiku juga datang," ucap Zea tersenyum kala menyapaku dengan nada menyindir. Walau begitu, aku berusaha untuk tersenyum sopan terhadapnya. Orang-orang di sekeliling mulai berguncing.
"Asisten pribadi Tuan Jackson sangat cantik dan seksi, ya? Apa Tuan Jackson tidak tergoda dengannya?" Seorang pria yang aku kenali wajahnya menyindirku,
Pria itu tau kalau aku adalah pelakor. Tapi, aku masih dapat bernapas lega karena dia tidak membocorkannya.
Aku tak berdaya dan memilih pergi. Kulihat Jackson menggoyang gelas wine dengan pelan. Aku tidak menyapa Jackson dan berjalan keluar dari aula pesta dengan wajah tenang.
Sekembalinya aku ke Spring Mansion, langkahku menuju kamar di hentikan oleh seorang pembantu.
__ADS_1
"Nona, Tadi Tuan Jackson menelpon, dan beliau mengatakan akan pulang malam ini." Aku mengacuhkan ucapan pembantu itu dan pergi menuju kamar.