Terjerat Nafsu CEO Miliarder

Terjerat Nafsu CEO Miliarder
TNCM S2


__ADS_3

"Begini?" Tanya Nata pada Jackson di sampingnya.


Jackson mendekat, sangat dekat. Meraih pinggang ramping Nata, dengan tangannya—dia meluruskan tangan Nata yang awalnya tidak lurus.


"Gunakan seluruh tenaga yang kamu punya untuk meluruskan tangan, pandangan juga harus lurus ke target, lalu bidik setelah yakin. Kalau masih ragu tarik napas dalam, lalu hembuskan perlahan. Apa sudah yakin?" Tanya Jackson di akhir kalimatnya.


"Sudah, aku sangat yakin!" Tegas Nata siap membidik target.


"Sekarang tembak!" Kata Jackson bersemangat.


DOR!


Tidak disangka Nata langsung bisa membidik tepat sasaran walau baru satu kali percobaan. Tapi sayang, Nata langsung pingsan setelah menembak.


Jackson yang panik langsung mengangkat tubuh Nata dan dia dudukan di kursi yang ada di sana. "Nata sayang bangunlah," ujar Jackson menepuk-nepuk pelan pipi Nata.


Karena Nata tak kunjung bangun, Jackson segera membawa Nata ke Villa,l. Sampai di Villa, Jackson meminta pelayan untuk menghubungi salah satu dokter yang ada di pulau itu. Dan dia langsung membawa Nata ke kamar.


Tak lama berselang, seorang Dokter pun datang dan langsung memeriksa keadaan Nata.


"Bagaimana keadaan Istri saya, Dokter?" Tanya Jackson khawatir.

__ADS_1


"Nona Nata baik-baik saja, Tuan. Nona pingsan karena dia terlalu memaksakan diri untuk mengingat potongan adegan di masa lalu. Perlahan saja, lama-lama ingatan itu juga akan kembali. Terlalu kelelahan juga menjadi faktor pendukung Nona pingsan. Saran saya, dikurangi sedikit durasi gempurnya. Maaf Tuan," jelas Sang Dokter ketakutan ketika mengatakan kalimat terakhirnya.


"Aku mengerti. Jadi, kapan Istriku akan bangun?" Tanya Jackson lagi.


"Aku baik-baik saja, Jackson," jawab Nata lemah.


"Sayang, kamu sudah bangun?" Jackson langsung mengalihkan perhatiannya ke Nata yang masih terbaring lemah di atas ranjang. Dokter pun segera keluar dari kamar karena tak ingin mengganggu keromantisan pasangan pengantin itu.


"Iya, aku tidak apa-apa, hanya kaget saja."


"Maaf, sudah membuatmu seperti ini. Andai kemarin aku menahan nafsuku, pasti kamu tidak akan kelelahan begini," sesal Jackson sambil menggenggam tangan Nata karena merasa bersalah. Bagaimana pun, dialah penyebab yang membuat Nata menjadi pingsan. Kali ini, Jackson menyesal tidak membawa pil khususnya.


"Sudah, tidak apa-apa. Lagipula aku menang sudah berjanji untuk siap melayanimu kapan pun itu," jawab Nata sambil membalas genggaman Jackson.


"Namanya juga bulan madu, sudah sewajarnya begini. Lagipula memang ini tujuan bulan madu, aku juga sangat menginginkan kehadiran seorang anak," jawab Nata bersedih kala mengingat kejadian di mana dirinya kehilangan janin pertamanya.


"Nanti kita konsultasikan ke Dokter agar kita bisa tau kapan harus slow dan kapan harus gempur," saut Jackson membuat Nata mengangguk lemah.


"Sekarang istirahatlah," kata Jackson dengan mengelus pelan kening Nata.


"Peluk," jawab Nata manja.

__ADS_1


"Tentu saja, Nona AleeNata Talsen," Jackson naik ke atas tempat tidur, membawa Nata masuk ke dalam pelukannya yang hangat.


"Jackson," panggil Nata ragu.


"Hem?" Saut Jackson.


"Tadi aku mengingat adegan saat aku menembak seseorang," ujar Nata.


"Menembak siapa?" Tanya Jackson antusias.


"Nembak kamu," jawab Nata membenamkan kepalanya di dada bidang Jackson.


"Hahaha, akhirnya kamu mengingat kejadian itu," jawab Jackson tertawa.


"Kenapa kamu malah tertawa? Aku menembakmu di sini," tunjuk Nata pada bahu Jackson.


"Tidak apa-apa, Sayang, lagipula kamu tidak sengaja. Aku baik-baik saja setelah dioperasi tapi kamu menangis setiap kali bertemu denganku."


"Aku merasa bersalah, makannya aku menangis. Ternyata Nata kecil sangat angkuh, sombong dan selalu bertindak bodoh. Sangat bertolak belakang dengan Cecilia, aku ingin menjadi Cecilia saja, pemberani dan pekerja keras."


"Jangan macam-macam Nata. Aku akan menghukumu dua puluh empat jam kalau sampai kamu menggoda laki-laki lain," ancam Jackson serius.

__ADS_1


"Dua puluh empat jam? Jangan ngawur, mana mungkin kamu kuat," sentak Nata meremehkan Jackson.


"Mau aku membuktikannya?"


__ADS_2