
POV Author
"Cecilia!"
"Tuan, tuan sudah bangun. Ini saya Clara, Tuan." Jawab Sekretaris Clara gugup.
"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Jackson tetap pada posisi awal.
"Membersihkan meja Tuan yang berantakan," jawab Sekretaris Clara membuat Jackson kembali terlelap karena sangat kelelahan serta mabuk.
Sektretaris Clara adalah Sekretaris yang begitu handal serta bertanggung jawab akan tugasnya. Selama ini Sekretaris Clara-lah yang memperjuangkan PT. Samudera Raya karena Jackson selalu mengabaikan tugasnya.
Selesai merapikan meja, tak lupa Sekretatis Clara juga mengobati luka Jackson. Sementara Jackson masih tetap terlelap.
"Hufff ... Selesai juga. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengambil berkas penting itu. Tapi ...." Sekretaris Clara memperhatikan tubuh Jackson—seperti sedang mencari sesuatu.
"Nah, ini dia," ujar Sekretaris Clara—kala melihat kunci berukuran sangat mini yang tergantung sempurna di jam tangan Jackson. Kunci berbentuk panjang pipih itu sangatlah tipis seperti kertas. Bila orang tidak terlalu jeli, maka tidak akan tau bahwa benda pipih itu adalah sebuah kunci menuju ruangan rahasia.
Sekretaris Clara mendekati tangan Jackson yang terjuntai, dengan sangat perlahan dan begitu berhati-hati, dia mulai mencoba menjapit kunci itu dengan alat khusus yang juga berukuran kecil.
__ADS_1
"Cecilia!" Sekretaris Clara langsung menjauh saat tiba-tiba saja Jackson mengigau. Tak lama, Jackson kembali terlelap.
Sekretaris Clara memutari sofa, karena tangan Jackson juga telah berpindah. Kini, tangan Jackson berada di atas keningnya. Sekretaris Clara mulai kembali berkonsentrasi guna menjapit kunci mini itu.
"Aku mencintaimu, Cecilia!" Jackson kembali mengigau sambil memindahkan posisi tanganya dengan cepat.
Sedangkan Sekretatis Clara, kini meringis kesakitan sambil memijit pelan pinggangnya yang terhentak ke lantai.
Beberapa detik kemudian, dia tersenyum dengan semangatnya, karena kunci mini itu berhasil di dapatkan.
Sekretaris Clara langsung bangkit, berjalan cepat menuju sebuah pintu yang ada di belakang sofa. Dengan alat khusu, dia menempelkan kunci ke lubang kecil rahasia di pintu itu. Tak berselang lama, pintu pun terbuka otomatis.
Sekretaris Clara menemplekan kartu tanda pengenal Jackson yang dia ciri. Kemdian masuk ke dalam ruangan dengan kaca tebal sebagai dinding. Tepat dihadapan, kini ada sebuah kotak kecil. Sekretaris tersenyum licik, lalu mengetikkan tanggal lahir Cecilia dan kotak yang berisi berkas penting itu pun terbuka.
Dengan santainya Sekretatis Clara berhasil mendapatkan berkas penting itu. Dengan sigap, dia kembali keluar dari sana. Mengembalikan kunci ruangan rahasia itu kepada Jackson yang belum juga terbangun karena pengaruh obat tidur yang juga sekretaris Clara berikan.
Dengan santai Sekretatis Clara keluar dari ruangan Jackson dan kembali menuju ruangannya.
"Hallo Tuan Hadden, saya sudah mendapatkan berkasnya."
__ADS_1
"Kerja bagus, Clara. Sekarang keluarlah, aku menunggumu di parkiran," jawab Hadden melalui ponselnya.
"Baik, tuan." Jawab Sekretaris Clara langsung memutuskan panggilan dengan tersenyum licik.
.
.
.
.
Othor minta dukungannya dengan cara like dan komen tiap bab, kalau udah selesai baca, jangan lupa buka lagi buat cek siapa tau ada yang lupa dijempolkan🤗🥰🙏🏻
Jangan lupa hadiahnya, ya, guys. Setangkai bunga mawar ataupun kopi❤️❤️
Terima kasih semuanya🙏
Lope reader's semua😘😘😘
__ADS_1