Terjerat Nafsu CEO Miliarder

Terjerat Nafsu CEO Miliarder
Bab 76


__ADS_3

"Lepacin! Dacal Om jahat!" (Lepasin! Dasar Om jahat!) Teriaknya histeris.


Jackson yang semula kasian, berbalik Menjadi kesal karena kekasaran anak kecil itu yang terus memukulnya kuat, serta menjambak rambutnya hingga berantakan.


"Astaga, Kabut, kamu tidak apa-apa, kan, Sayang? Apa ada yang terluka, Nak?" Tanya seorang wanita berpenampilan culun, khas dengan kacamata bulatnya. Wanita itu tampak sangat mengkhawatirkan anak cadel itu. Jackson menatap heran Ibu dan anak itu.


"Kabut ndak pa-pa, Mom. Om icu yang ahat!" (Kabut tidak apa-apa, Mom. Om itu yang jahat!) Tunjuk anak lelaki yang masih cadel itu pada Jackson. Jackson keheranan, jelas ternyata dia tidak menabrak anak kecil itu. anak kecil hanya kaget hingga terjatuh.


Wanita berpenampilan culun itu menaikkan pandangannya menatap Jackson.


"saya minta maaf karena hampir mencelakai Putra Nona. Tapi, sungguh saya tidak sengaja," wanita itu berdiri sambil menggendong Putranya yang sedikit banyak mencuri perhatian Jackson. Apalagi wajah anak kecil itu memiliki sedikit kemiripan dengannya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, Tuan. Lagian memang Kabut agak aktif, dia agak sedikit nakal. Saya juga minta maaf kalau dia membuat Tuan kesal."


"Ah, Mommy tidak acik. Om icu calah, halus diukum diembak pake pitol Mommy, ini," (Ah, Mommy tidak asik. Om itu salah, harus dihukum dengan ditembak pakai pistol Mommy, Ini) ujarnya langsung mengelurkan sebuah senjata api yang siap dia tembakkan ke wajah Jackson. Hal itu sontak membuat Jackson menunduk karena kaget.


Beruntung Sang Mommy-nya langsung meraih senjata itu tanpa sempat anak kecil itu bidik. Walau masih balita, tapi anak kecil itu mampu mengangkat pistol itu walau dengan kedua tangannya.


"Ah, Tuan. Tidak apa-apa, ini hanya senjata mainan," ujar wanita culun itu membuat Jackson kembali berdiri.


"Tidak, icu pitol benelan. Cangat belat, uga ada api na," (tidak, itu pistol benaran. Sangat berat juga ada apinya) Sanggahnya menggemaskan.


Jackson kembali naik ke mobilnya, kambali menyetir menuju arah rumahnya.

__ADS_1


"Kenapa saat melihat anak kecil itu, aku merasa melihat diriku sendiri. Apa yang sebenarnya terjadi dan siapa wanita culun tadi? Dan senjata yang anak kecil tadi mainkan, aku tau itu senjata asli," ujar Jackson yang terus memikirkan insiden tadi di sepanjang perjalanan pulang.


***


Di sebuah gedung pencakar langit nan tinggi menjulang. Bertuliskan PT. Samudera Raya. Perusahaan yang kini kembali merajai dunia bisnis walau sempat diterpa isu tak sedap, bahkan hampir bangkrut.


Berkat Akuisisi yang dilakukan oleh seseorang, yang hingga saat ini masih misterius siapa bahkan keberadaannya, mampu menyelamatkan dan membuat PT. Samudera Raya kembali pada tempat kejayaannya.


Tepat di malam ini, seorang pria yang masih tetap berantakan. Terlihat hampir mabuk berat karena terlalu banyak minum. Ya, beberapa hari yang lalu, dia telah disingkirkan dari posisinya sebagai Presdir. Dan malam ini, adalah malam ulang tahun PT. Samudera Raya. Dan malam ini juga, pemilik saham tertinggi serta Presdir baru PT. Samudera Raya akan menampakkan wujudnya.


Siapakah sosok misterius itu? Hingga kini masih Menjadi misteri, namun, dalam hitungan jam ke depan, sosok itu akan terlihat dan akan memperkenalkan dirinya secara langsung.

__ADS_1


Suasana pesta di Aula perusahaan kian ricuh saat dj mulai memainkan musiknya. Seusai acara formal tadi, kini saatnya untuk bersenang-senang, sambil menunggu kedatangan sosok misterius yang membuat semua karyawan termasuk Jackson menjadi begitu penasaran.


"Aku menunggumu, Cecilia," ujar Jackson tersenyum smirik.


__ADS_2