Terjerat Nafsu CEO Miliarder

Terjerat Nafsu CEO Miliarder
Bab 40


__ADS_3

"Berani sekali menyentuhku! Pacarku adalah pejabat pemerintah! Kamu jangan merasa hebat karena ada Jackson yang melindungimu, Jackson bukan siapa-siapa tanpa keluarga Liandra! Aku ingin lihat dia sehebat apa? Kamu tunggu saja masuk penjara!” Aku menyeringai dingin mendengar ancaman Brigta.


"Lalu ... Kamu kira aku takut!? Brigta-Brigta, wanita licik seperti dirimu bukanlah tandinganku. Aku Cecilia Humeera, bukan lagi Cecilia polos yang dulu pernah kamu tipu. Bukan aku yang akan masuk penjara, tapi kamu!" Bantakku sambil menunjuk wajahnya.


"Cik! Kamu hanya berani bila ada lelaki yang melindungimu. sampai kapan pun, kamu akan tetap menjadi Cecilia yang murahan dan lemah. Suamiku lebih tinggi derajatnya dari Jackson, aku pastikan dia tidak akan dapat menolongmu!"


"Aku sendiri yang akan menghancurkanmu, dasar wanita ular!" Teriakku akan menghajar Brigta lagi, namun langkahku terhenti kala ada seorang Nyonya yang menghentikanku.


"Nona, jangan menyinggung Brigita, karena suami Brigita itu punya latar belakang hebat dan Nona akan menemui masalah besar bila menentangnya lebih dari itu," ujar Nyonya itu sambil memandang luka di wajah Brigta.


Tidak ingin membuat masalah lebih, aku pun segera keluar dari salon kecantikan, aku tak menghiraukan Brigita yang masih marah-marah karena lukanya lebih parah dariku.


Aku juga terluka, tapi tidak separah Brigta. Hanya ada satu bekas tamparan di salah satu pipiku juga ada beberapa bekas cakaran di lenganku tapi tidak terlalu dalam. Sedangkan Brigta bukan hanya bekas tamparan, tapi juga aku beri banyak cakaran yang mengelurkan darah di wajahnya. Bodoh amat dengan masalah kedepannya, yang penting aku puas bisa melukai wanita ular itu.


***


Angela bertemu dengan Brigita saat pergi ke rumah sakit. Brigita terlihat menyedihkan.

__ADS_1


"Brigta, apa kamu gagal melakukan operasi plastik? Kenapa wajahmu sangat menyedihkan? Ahaha ... Kamu jadi tambah jelek," ejek Anggela senang kala melihat Brigta yang wajahnya membengkak.


"Jelek kamu bilang! Suamimu lebih jelek. Tidak apa-apa wajahku jadi begini, tidak lama lagi aku juga akan cantik kembali. Tapi, tidak denganmu. Sebentar lagi kamu akan merasakan kesedihan yang mendalam, karena apa? Karena sahabatmu Cecilia sebentar lagi akan membenam di penjara," jawab Brigta tersenyum smirik. Lalu dia kembali berjalan masuk ke dalam rumah sakit sambil menutupi wajahnya dengan tas.


"Aku harus menelpon Cecil." Ujar Anggela meraba ponsel di tasnya, kemudian membuat panggilan dengan Cecilia.


"Hallo Anggela, ada apa?" Tanya Cecilia di seberang sana.


"Cecil, apa kamu yang membuat wajah Brigta menjadi seperti Bab1?" Tanya Anggela sambil menahan tawa kala mengingat wajah Brigta yang membengkak.


"Tapi Cecil, sebaiknya kamu berhati-hati dengan Brigita. Dia punya masa lalu yang kelam." Jawab Anggela mengingatkan Cecil.


Cecilia teringat sesuatu dan segera menutup telepon, dia membuka komputer untuk login ke akun Line yang sudah lama tidak login. Cecilia mencoba password sebanyak 7-8 kali baru bisa masuk dan mencari foto-foto rahasia milik Brigita yang pernah di post di Line. Cecilia ingin membeberkan rahasia Brigita pada Reyhan, suami Brigita. 


Tapi, sepertinya Brigita sudah menyelidiki situasi Cecilia dan tahu kalau Cecilia sangat cerdik, mungkin Brigita sudah membujuk suaminya mengganti nomor ponsel dan menggagalkan trik Cecilia.


Padahal jika ada foto itu, Cecilia akan dengan cepat membuat Brigta di buang oleh Reyhan. Tapi rencananya tidak bisa dilakukan karena gagal mendapatkan foto Brigta saat bercinta dengan banyak lelaki.

__ADS_1


Cecilia tidak bisa tidur semalaman, jantungnya terus berdegup kencang dan selalu merasa akan ada masalah besar.


Hari senin, Cecilia bangun pagi-pagi sekali. Dia memutuskan untuk kembali ke kantor karena sudah terlalu lama libur. Tiba di kantor, Cecilia langsung masuk ke ruangan Jackson, dan Jeckson sedang meeting dengan video conference. Cecilia tidak bersuara dan meletakkan segelas kopi hitam di atas meja.


Jackson melihat Cecilia sekilas dan melihat ke lawan bicara di seberang layar, “Rapat kita akhiri sampai di sini, nanti email saja kalau ada masalah.”


Cecilia sengaja tinggal saat melihat Jackson mengakhiri rapat.


"Kamu ngapain aja belakangan ini? Sepertinya kamu sangat santai,"


"Saya sedang lembur karena menyelesaikan pekerjaan sekretaris Clara yang masih cuti." Kilah Cecil beralasan. Jackson tampak tidak percaya.


Jackson mendongak untuk mengisyaratkan Cecilia mendekat, lalu suara baritonnya terdengar sangat dingin, “Bungkukkan badanmu.”


Cecilia membungkuk, Jackson mendekatkan diri, mereka berdua saling bertatapan dan jarak antara bibir mereka hanya setengah inci saja.


"Pergi ke luar kota dan menggoda lelaki lain lagi. Cecilia, kamu kekurangan uang atau kekurangan pria?"

__ADS_1


__ADS_2