
Malam harinya....
Setelah memastikan Kabut telah terlelap, barulah Nata kembali ke kamarnya karena Jackson sudah menunggunya lama.
Tiba di depan kamar, Nata bergegas memutar ganggang pintu. Namun, suara-suara aneh dari dalam kamar membuatnya menghentikan gerakan.
"Ah, ah, ahhh," begitulah suara yang berasal dari dalam kamarnya.
"Jackson!" Teriak Nata seraya membuka pintu kamar dengan cepat.
"Sa-sayang. Akhirnya kamu kembali," saut Jackson yang duduk di pinggir ranjang dengan hanya memakai jubah mandi karena baru selesai mandi.
"Kamu?" Nata begitu terkejut dengan apa yang kini Jackson lakukan.
"Sayang, aku nonton video itu dengan membayangkan wajahmu kamu, Sayang." Ujar Jackson beralasan.
__ADS_1
"Matiin!" Bentak Nata membuat Jackson langsung mematikan televisi yang disetel video xxx itu.
"Sudah, Sayang. Sudah aku matikan," jawab Jackson terdiam di tempat.
"Apa pelayananku kurang? Sampai kamu menonton video tidak senonoh itu! Aku bahkan menanggung sakit karena menuruti nafsumu. Apa itu kurang bagimu? Hingga kamu melihat tubuh wanita lain!" Bentak Nata membuat Jackson terlihat begitu gugup.
"Bukan begitu, sayang. Aku hanya ... Aku hanya—"
"Hanya apa?" Tanya Nata mendekat pada Jackson.
"Apa pun alasannya, kamu tidak boleh nonton video itu sendirian!" Bentak Nata mendorong dada Jackson hingga Jackson pun terjatuh ke atas kasur.
"Ma-maksudmu, Sayang?" Tanya Jackson kaget dengan pernyataan Istri menggodanya itu.
"Maksudnya, kamu tidak boleh nonton itu tanpa aku. Kalau aku tidak ada kamu tidak boleh nonton video itu," Jackson kesulitan menelan saliva karena kini Nata telah berada di atas tubuhnya. Duduk tepat di senjatanya yang telah mengeras.
__ADS_1
"Jadi, ahhh ... Ahku bolehh nonton video itu asalkan bersama denganmu?" tanya Jackson sambil memejamkan mata menikmati permainan Nata yang kini terus menggesek bok*ngnya di atas senajata pusakanya. Hal itu sukses membuat Jackson merem melek kala nafsunya mulai membuncah.
"Tentu saja. Bila kamu menonton video itu tanpa aku, aku tidak ingin kamu mencari wanita lain untuk memuaskanmu. Aku tidak melaranmu menontonnya. Tapi ingatlah, Bila kamu mau menonton video itu, kamu harus mengajakku," Nata terus menggesek hingga membuat Jackson semakin tidak tahan.
"Sayang, aku berjanji hanya akan menonton video itu bersama denganmu. Agar bila aku menginginkannya, hanya kamu yang dapat memuaskanmu," suara Jackson sudah terdengar begitu serak.
"Bagus, aku masih sanggup memuaskanmu," saut Nata seraya membelai dada bidang Jackson dengan jemari lentiknya.
"Tapi, Sayang. Untuk malam ini, boleh langsung saja, ya. Aku sudah tidak tahan," Jackson membalikkan tubuh Nata, hingga kini Nata yang berada di dalam kukungannya. Sedangkan dirinya berada di atas tapi tetap menyanggah tubuhnya agar tidak menindih perut buncit Nata.
"Tapi pelan-pelan dulu," pinta Nata mengingatkan Suaminya yang sering lupa diri itu.
"Siap, Sayang," jawab Jackson bersemangat dan langsung melepas jubah mandinya. Kemudian gantian melepas celana Nata. Jackson hanya menggeser CD nata karena nafsu yang sudah di Ubun-ubun membuatnya tak sabaran.
"Ahhhh ..." Des*h Nata kala Jackson menggesekan miliknya dengan begitu perlahan di inti luar milik Nata.
__ADS_1
Karena banar-benar tidak lagi dapat menahan, Jackson pun langsung memasukkan senjatanya itu dengan perlahan. Dan mulai memompa dengan gerakan lambat, namun semakin lama semakin dipercepat. Malam itu, keduanya saling memadu cinta di bawah cahaya rembulan yang menjadi saksi terjalinnya cinta mereka yang semakin lama semakin membesar.