
"Mommy, Daddy, aku merindukan kalian berdua," teriak Kabut menyambut kedatangan Hadden dan Nasa sore itu.
"Daddy juga merindukanmu, Sayang," saut Hadden dan Nasa bersamaan sambil membalas pelukan erat Putranya.
"Selamat datang Paman dan Bibi. Ayo masuk dulu, kalian pasti kelelahan habis perjalanan dari luar negeri. Ayolah masuk," sambut Nata antusias. Semuanya pun masuk ke dalam Mansion. Karena sudah saatnya makan malam, semuanya langsung menuju ke ruang makan.
"Wah, keliatannya lezat sekali. Apa Nata yang memasaknya?" Saut Hadden duduk di samping Kabut. Sementara Nata dan Jackson duduk berdampingan di hadapannya.
"Bukan aku yang masak, Paman. Pria bucin akut ini melarangku bahkan dia tidak memperbolehkan aku menginjakkan kaki di dapur," adu Nata cemberut.
"Hei, siapa yang kamu sebut bucin akut?" cela Jackson tak terima dengan julukan yang Nata berikan. Nata tak menjawab, dia hanya menahan tawa melihat reaksi tak terima dari wajah Suaminya.
"Haha ... Mengaku saja Jackson, untuk apa menentang," sambung Hadden dengan nada mengejek.
"Ya sudah, ayo kita mulai makan malamnya. Aku sudah sangat lapar, tidak akan kenyang bila hanya mendengarkan perdebatan kalian semua!" Seru Nasa berdiri lalu menyiapkan makanan untuk Hadden dan juga Kabut. Pemandangan berbeda terjadi di seberang sana, di mana Jackson melarang Nata yang ingin berdiri menyiapkan makanan untuknya. Terlihat Jackson berdiri dengan santai, lalu menyiapkan makanan untuk Nata. Hadden lagi-lagi menertawakan tindakan Jackson.
"Ini namanya sayang Istri, bukan Bucin!" Tegas Jackson.
***
Sejak pulang dari luar negeri, Hadden dan Nasa tidak kembali ke Mansion mereka. Tapi, mereka terpaksa memilih tinggal di Mansion Talsen atas perintah berkedok permintaan dari Nata yang tak mengizinkan pasangan itu kembali ke rumah mereka.
Dan karena itulah, Hadden, Nasa dan Kabut tetap tinggal di rumah Nata dan Jackson. Hari demi hari mereka lewati bersama seperti biasa. Nata sangat bahagia dan tidak lagi merasa bosan karena setiap hari selalu ditemani oleh Nasa, sahabat yang kini menjadi Bibinya.
Selama tiga bulan itu, Hadden dan Nasa tetap menjalankan hari-hari seperti biasa. Keadaan Angkasa Grup juga PT samudera Raya terlihat aman dan tidak ada yang mengganggu.
__ADS_1
Setelah Kabut sukses meretas sistem Gore Peter dan berhasil meraup triliunan uang milik Gore Peter—yang Kemudian mereka sumbangkan. Sejak saat itulah Gore Peter tak lagi muncul dan menghilang bak ditelan Bumi.
Gangster mereka hancur? Tentu tidak, Jackson dan Hadden sangat yakin mereka belum hancur. Jackson dan Hadden percaya mereka tengah menyiapkan strategi untuk membalas dendam. Hanya saja, mereka belum melakukan semua itu. Kehilangan triliunan aset, nampaknya membuat langkah mereka menjadi sulit. Walau meredup, tapi pasti mereka akan kembali. Dan Hadden juga Jackson telah mempersiapkan diri untuk hal besar tersebut.
Tiga bulan berlalu, artinya Nata sudah siap untuk melahirkan baby kembarnya. Hari itu, Nata sudah berada di sebuah ruangan bernuansa putih, dengan alat-alat medis lengkap dan tercanggih.
Setelah melewati berbagai pertimbangan. Nata terpaksa harus melahirkan secara operasi, mengingat bobot kedua calon baby-nya yang besar. Nata sangat ingin melahirkan secara normal. Namum, apa boleh buat bila Tuhan berkehendak lain.
Di dalam ruangan yang mencengkam itu, Nata menangis terisak. Bukan karena takut akan perutnya yang akan dibelah bak ikan yang siap di masak, bukan juga takut akan jarum anastesi. Tapi, karena kecewa lantaran tak dapat merasakan sakitnya seorang Ibu yang melahirkan.
Ya, Nata sangat kecewa karena dia sangat ingin merasakan sakit yang juga dirasakan oleh semua Ibu di dunia ini. Namun, dia tidak dapat melakukan itu, karena risikonya pasti akan sangat besar bukan hanya untuknya. Tapi, juga untuk kedua calon bayinya.
"Tidak apa-apa, Sayang. Tanpa sakit itu pun, kamu sudah menjadi Ibu yang sangat luar biasa. Perjuanganmu dan kesakitan yang kamu alami selama mengandung, semua itu bisa kamu lewati. Itu sangat luar biasa, Sayang. Sudah, ya, jangan menangis lagi," Bujuk Jackson yang kini juga berada di dalam ruangan itu untuk menemani Istrinya tercintanya.
"Nona sudah siap?" Tanya seorang ahli anestesi. Nata tak mampu berucap lidahnya seakan kelu. Dia hanya menjawab dengan anggukan kepala. Jackson tersenyum seraya menyeka air mata sang Istri.
Setelah anastesi berhasil. Nata dibaringkan di ranjangnya. Suster memasangkan berbagai macam alat di tangan juga bagian tubuh lainnya. Horden pembatas berwarna biru pun mulai dibentangkan.
"Sekarang, coba Nona gerakan jempol kaki Nona," titah seorang Dokter tampan di sana.
Awalnya, Jackson tidak mengizinkan ada Dokter laki-laki selama proses operasi berlangsung. Tapi, apadaya bila Dokter ahli beda paling hebat di kota adalah seorang laki-laki tampan seusia dirinya.
"Tidak bisa, Dokter," jawab Nata jujur karena memang dia tidak bisa menggerakkan jempol kakinya.
"Coba Nona tendang saya," pinta dokter itu memastikan sekali lagi.
__ADS_1
"Tidak bisa juga, Dokter," jawab Nata yang tadinya berusaha menendang dengan sekuat tenaganya.
"Baiklah, sekarang Nona rileks saja. Tuan Jackson boleh mengajak Istri Tuan berbincang agar Nona tidak tertidur," titah Dokter muda itu dan Jackson pun menurut. Terus mengajak Nata berbincang selama masa operasi itu.
Tiga puluh menit kemudian, Suara tangis bayi yang begitu memekakan telinga memenuhi ruangan. Hadden, Nasa dan juga Kabut yang menunggu di luar ruang operasi merasa begitu lega mendengarnya.
Jackson mencium seluruh wajah Nata yang telah memberikannya sepasang baby kembar yang terlihat sangat menggemaskan. Begitu kedua baby sehat itu dibersihkan juga diperiksa, Suster langsung memberikannya kepada Nata. Nata memeluk kedua Baby nya dengan rentetan tangisan tiada henti.
Rasa syukur tak berhenti terus ia panjatkan. Keduanya larut dalam kebahagiaan yang tiada tandingnya. Jackson pun juga ikut menangis haru menyambut kedatangan kedua baby mereka yang begitu mereka tunggu kehadirannya.
"Welcome Putra dan Putri Daddy, Lolan dan Lolin, Daddy dan Mommy sangat mencintai kalian berdua," ucap Jackson menyebutkan nama Putra dah Putrinya.
Baby tampan Jackson beri nama Lolan Baldev, sedangkan Baby cantiknya dia berikan nama Lolin Baldev.
Sejak hari itu, hanya kebahagiaan yang mereka jalani bersama. Pertengkaran-pertengkaran kecil karena perbedaan pendapat tentu juga mereka alami dan hal itu membuat hidup mereka semakin berwarna.
TAMAT!
MESKI TAMAT, JANGAN SEDIH, YA, GUYS. KARENA CERITANYA MASIH AKAN BERLANJUT.
OTHOR AKAN ANGKAT KISAH LOLAN BALDEV DI LAPAK INI JUGA! INSYAALLAH, SORE INI KALIAN AKAN LANGSUNG DAPAT MEMBACANYA DI NOVEL INI JUGA.
LOLAN BALDEV
__ADS_1
LOLAN BALDEV, seorang CEO yang mengalami penyakit Impoten. Dia harus menjalani terapi demi bisa sembuh dari penyakit memalukan itu. Dirinya dipaksa oleh sang Ayah untuk menikahi seorang gadis pilihan yang bernama Zivanya. Demi kelancaran terapinya, Lolan akhirnya terpaksa menikahi Zivanya yang adalah seorang gadis berusia 21 tahun yang bekerja sebagai penjual barang apa pun yang dapat menghasilkan uang.
SORE NANTI AKAN UPDATE DI LAPAK INI!!!