Terjerat Nafsu CEO Miliarder

Terjerat Nafsu CEO Miliarder
TNCM S2


__ADS_3

"Sekarang ayo kita buat Nata dan Jackson junior," ujar Jackson langsung menggandeng tangan Nata untuk di bawa ke kamarnya. Di mana dulu kamar itu adalah kamarnya bersama dengan almarhum Zea. Dan sebelumnya, Jackson sudah mengubah desain, warna, ranjang, lemari, semuanya sudah Ansel ganti dengan peralatan yang baru, persis seperti kamar teman masa kecilnya dulu, Nata.


Ya, Jackson adalah teman masa kecil Nata. Keluarga Talsen Ayah Nata dan keluarga Baldev Ayah Jackson, adalah dua sahabat yang tidak terpisahkan. Bahkan kedua sejoli itu telah menjodohkan Jackson dan Nata sedari kecil.


Namun, suatu insiden membuat kedua orang tua Nata harus kehilangan nyawanya. Nata yang kala itu masih berusia 5 tahunan menghilang tepat setelah kecelakaan. Tuan Talsen meminta Jackson untuk merebut kembali PT. Samudera Raya yang telah jatuh ke tangan Peter yang licik. Tepat sebelum menghembuskan napas terakhirnya, Tuan Talsen meminta Jackson yang kala itu baru berusia 7 tahun untuk melindungi Nata yang bahkan keberadaanya tidak diketahui.


Namun, siapa sangka, kala itu Nata disembunyikan oleh Pamannya Hadden yang saat kejadian itu telah menginjak dewasa. Hadden mengirimkan Nasa anggota mafianya yang paling kecil untuk melindungi Nata. Dan kini, Nasa telah menjadi Istrinya sendiri.


"Baiklah!" seru Nata tersenyum mencurigakan.


Jackson membawa Nata masuk ke dalam lift guna menuju lantai atas. Di dalam lift, Jackson mengunci pergerakan Nata di dinding. "Aku sangat mencintaimu, Sayang. Sesuai janjiku padamu, aku akan menanamkan 12 benih di rahimmu agar kamu tidak lagi bersedih," ujar Jackson sambil membelai wajah Nata, Nata memejamkan matanya menikmati sentuhan Jackson yang memang sangat dia rindukan.


"Apa kau gila!" Ketus Nata ketika membuka mata lebar membuat Jackson kaget.

__ADS_1


"Ada apa, sayang?" Tanya Jackson yang nyalinya mengerucut. Setelah mengetahui kalau Cecilia adalah Nata, pewaris PT. Samudera Raya, entah kenapa Jackson selalu punya firasat yang tidak baik.


Kini, dia membayangkan dirinya yang tengah bersujud di bawah kaki Nata yang duduk disingasana. Aneh, tapi memang itulah yang ada dipikirannya. Dia takut Nata akan balas dendam kepadanya. Apalagi Jackson tau seperti apa kerasnya sikap asli Nata.


Ya, di masa lalu Nata bukanlah gadis yang lemah. Nata mendapatkan banyak pelajaran tentang beladiri dan juga tembak menembak. Karena itulah Cecilia Humeera juga dikenal karena kelicikannya. Sewaktu menjadi Cecilia pun Nata tidaklah lemah, bahkan tidak pernah menangis sekali pun. Hanya saja, sikapnya kerasnya sedikit melunak kala terjerat oleh nafsu Jackson yang kala itu adalah seorang CEO Miliarder.


"Kamu kira aku kucing!" Bentak Nata menarik dasi Jackson kuat. Jackson menelan saliva. "Astaga, dia benar-benar ingin balas dendam. Baiklah kita lihat seberapa kuat wanitaku ini," kata Jackson dalam hati.


Muach....


"Tentu saja satu-satu atau dua-dua dulu. Mana mungkin aku tega membiarkan istriku melahirkan 12 bayi sekaligus," jelas Jackson tersenyum manis membuat Nata semakin gugup.


Ting!

__ADS_1


Lift terbuka sedangkan Nata masih terdiam. Entah apa yang dia pikirkan, dirinya mendadak ngeblank kala mendapatkan ciuman tiba-tiba dari Jackson. "Astaga, sebesar apa cintaku untuk pria brengsek ini?" Jerit Nata dalam hati. Jackson bukanlah pria biasa, dia tau persis apa kelemahan Nata.


Jackson memegang kedua bahu Nata, mendorong Nata perlahan hingga tiba di ambang pintu kamar. Tepat di sana, Nata memegang pintu dengan tangannya agar Jackson tak lagi mendorongnya masuk.


"Ada apa, Sayang? Apa ingin nyetak di sini?" Tanya Jackson penuh harap.


"Dasar pria mesum!" Nata mendorong tubuh kekar Jackson sekuat tenaga. Jackson hanya mundur satu langkah, walau satu langkah, tapi dia sudah berada di luar kamar—kala Nata langsung menutup dan mengunci pintu dengan cepat.


"Sayang, bukankah kita akan bikin baby? Mana bisa kamu bikin sendiri, sayang. Ayolah buka pintunya, kamu bilang mau punya anak seperti Kabut. Percayalah, aku bisa bikin yang lebih hebat dan lucu dari Kabut," teriak Jackson sambil mengetuk pintu.


"Sialan! Kamu kira aku wanita apa! Enak saja mengataiku akan bikin bayi sendiri!" Kesal Nata.


"Dan aku memang ingin punya anak seperti Kabut. Tapi setelah kamu mengucapkan janji suci dihadapnku," sambung Nata berteriak.

__ADS_1


"Pernikahan kita masih seminggu lagi, Sayang."


__ADS_2