
"Apa masih nyeri, Sayang?" Tanya Jackson seraya memandang pada dua gundukan Istrinya.
"Iya, sakitnya datang lagi. Tapi, tidak terlalu nyeri," jawab Nata menghabiskan makanannya.
"Kamu ke kamarlah dulu. Aku akan ambilkan air dingin untuk mengompresnya," kata Jackson dan Nata pun menurut.
"Baiklah," Nata akan berdiri tapi kesulitan karena perutnya yang semakin bulat.
"Biar aku bantu," ujar Jackson segera membantu Nata untuk berdiri.
"Makasih, Sayang."
"Sama-sama, Sayang. Hati-hati jalannya!" Teriak Jackson mengingatkan.
"Iya!" Teriak balik Nata yang kini menuju lantai atas menggunakan lift.
Tiba di kamar, Nata pun langsung melepaskan baju juga bra-nya karena merasa tidak nyaman dengan bra yang setengah basah.
Nata tersenyum manis di tengah rasa nyeri yang kini dia rasakan. Bagaimana pun, Nata bersyukur dengan ASI-nya yang keluar lebih cepat. Nata merasa dirinya sangat beruntung, karena ada banyak Ibu-Ibu yang ASI-nya tidak keluar bahkan setelah lama melahirkan.
"Sayang, tidak usah dipasang!" Cegat Jackson membuat Nata kaget.
"Kenapa?" Tanya Nata sambil menutupi kedua gundukannya dengan kedua telapak tangan.
"Jangan mikir yang enak-enak dulu," Jackson tersenyum lalu meletakkan air dingin yang dibawanya ke atas nakas.
"Siapa yang berpikir ke sana," sangkal Nata seketika berbalik badan.
"Apa lagi yang disembunyikan, Sayang? Tanpa melihatnya sekali pun. B?entuk, ukuran bahkan rasanya aku bisa mengingatnya. Lebih baik, sekarang berbaring dengan tenang, karena Suami tampanmu ini akan mengompresnya agar tidak lagi nyeri," tutur Jackson yang kini duduk di pinggir ranjang, sementara Nata masih berdiri membelakangi Jackson.
__ADS_1
"Dasar Suami mesum," batin Nata.
Melihat Nata yang juga tak beranjak dari tempatnya berdiri, Jackson pun bangkit mendekat pada Nata. "Ayolah sayang, kenapa masih harus malu," ajak Jackson langsung menarik Nata. Nata pun menurut dengan salah satu tangan menutupi kedua gundukannya walau hanya mampu menutupi intinya saja.
"Berbaringlah," pinta Jackson.
"I-iya," jawab Nata yang pada akhirnya mengalah.
"Singkirkan tanganmu, Sayang. Bagaiamana caraku mengompresnya kalau tanganmu masih di sana?" sergah Jackson dengan nada yang sedikit naik karena merasa geram.
"Tidak perlu membentaku begitu, hiks ...." cetus Nata dengan mata berkaca-kaca.
"Astaga, maafkan aku, ya, Sayang. Aku tidak sengaja, aku berjanji tidak akan begitu lagi. Sekarang aku kompres, ya," bujuk Jackson seraya membelai lembut kepala Nata.
"Cepatlah kompres," pinta Nata menurunkan tengannya, hingga terpampanglah kedua gundukan besar yang seakan terus menantang Jackson.
"Siap, Sayang," Jackson menelan saliva, menyingkirkan jauh nafsu dan mulai fokus mengompres kedua gundukan Istrinya secara bergantian.
"Sudah agak mendingan," jawab Nata menatap Jackson malu.
"Sudahlah, kenapa masih saja malu? Semakin malu-malu begitu aku semakin menggila," kelakar Jackson membuat Nata merasai kedua pipinya yang sedari tadi terasa panas sekaligus dingin di saat yang bersamaan.
"Sudah. Sudah tidak nyeri lagi," Nata meraih selimut, menutupi tubuhnya secepat kilat.
"Baiklah, sekarang istirahatlah."
Jackson menyingkir dari ranjang dan menuju sofa di mana di sana terdapat laptopnya. Jackson duduk dengan tenang sambil menyelesaikan beberapa pekerjaan.
Tok, tok, tok ....
__ADS_1
Suara pintu yang diketuk seseorang.
Jackson berdiri dan segera membukanya. Jackson mempersilahkan masuk dr. Dera yang datang lebih cepat dari perkiraan. Beruntung Nata belum sempat terlelap, hingga dr. Dera tak akan menunggu lama hingga Nata terbangun.
"Apa para pengawal sudah ditangani?" Tanya Jackson membuka jalan agar dr. Dera masuk.
"Iya, Tuan. Operasi untuk satu pengawal yang terluka parah berhasil. Hanya beberapa pengawal yang terluka ringan. Tapi, bisa ditangani oleh beberapa Suster di markas," lapornya sambil berjalan.
"Baguslah, kebetulan Nata masih bangun. Kamu bisa langsung memeriksanya."
"Baik, Tuan Jackson," jawab dr. Dera ramah dan langsung memeriksa keadaan Nata termasuk pay*dara Nata yang sering nyeri.
"Bagaimana?" Tanya Jackson singkat.
"Semua normal dan baik-baik saja, Tuan. Hanya mungkin Nona akan sering merasakan nyeri di kedua pay*daranya. Untuk masalah itu, saya akan mengajari Tuan cara memijatnya. Apa Tuan bersedia?"
.
.
.
Jackson, ditanya🙄
Sudah pasti MAU, jawabannya😏
Ya, nggk, Guys?🤭
Oh, ya, Guys. Othor punya rekomendasi cerita lagi, nih. Jangan lupa mampir, ya😍😍😍
__ADS_1