Terjerat Nafsu CEO Miliarder

Terjerat Nafsu CEO Miliarder
TNCM S2


__ADS_3

Sebulan berlalu, berbagai macam kegiatan bulan madu seperti pada umumnya sudah dilewatkan oleh kedua sejoli yang semakin hari semakin romantis.


Semangat keduanya untuk segera memiliki momongan tak pernah pupus. Dengan bantuan dr. Dera, Jackson dan Nata menjaga pola makan juga rutin berolahraga.


Tak lupa keduanya berhubungan intim di waktu yang tepat. Kali ini, Jackson meminta agar Dokter Dera sendiri yang memastikan masa subur Nata. Setelah hitungan dirasa tepat, Jackson pun tak kunjung puas mengerjai Istrinya.


Pagi itu, seperti biasa Jackson membuatkan sarapan kesukaan Nata. Seusai sarapan dan tenaga kembali full, keduanya mulai bermain di atas ranjang. Nata yang sudah ahli pun membuat Jackson merasa begitu beruntung.


30 menit berlalu, keduanya pun menyudahi ritual itu dengan mandi bersama. Setelah rapi acara selanjutnya adalah berolahraga ringan.


Jackson sendiri yang menjadi pemandu untuk Nata saat berolahraga. Sebelumnya Nata di pandu oleh seorang binaragawan. Namun, hal itu hanya berlangsung selama beberapa menit saja, karena Jackson tak suka saat ada pria lain yang melihat apa lagi menyentuh tubuh berharga Sang Istri. Dan jadilah dia sendiri yang menjadi pemandu untuk Nata.


Hal itu tentu membuat Nata tak suka, karena Jackson terus mengganggu dirinya dengan kelakuan yang kian hari kian mesum.

__ADS_1


"Aw!" Teriak Nata kala merasa sakit pada bagian kepalanya, yang terasa nyeri bak ditusuk-tusuk beribu jarum.


"Ada apa, Sayang?" Tanya Jackson khawatir dan langsung memapah Nata yang tiba-tiba mulai tampak pucat.


"Kepalaku pusing, Jackson," kalimat terakhir yang keluar dari mulut Nata sebelum kehilangan kesadarannya.


Jackson yang panik, langsung mengangkat tubuh Nata dan segera dia bawa masuk ke dalam kamar seraya berteriak memanggil pengawal untuk segera menjemput dr. Dera.


"Nata sayang bangunlah," ujar Jackson sambil menepuk-nepuk pelan pipi Sang Istri.


Tak lama berselang, dr. Dera pun tiba dan langsung memeriksa keadaan Nata.


"Nona kenapa bisa pingsan, Tuan?" Tanya dr. Dera sambil mengeluarkan alat medisnya.

__ADS_1


"Tadi hanya melakukan Yoga seperti biasa dan bukan gerakan yang sulit. Sebelum kehilangan kesadaran, Nata sempat mengatakan kalau kepalanya pusing," jelas Jackson membuat sebuah senyuman terbit di bibir dr. Dera ketika memeriksa perut datar Lisha.


"Bagaiamana, dr. Dera ? Nata baik-baik saja, bukan?" Tanya Jackson seraya menyeka keringat di kening, karena saking khawatirnya.


"Iya, Tuan. Nona baik-baik saja," dr. Dera tersenyum kala menjawab pertanyaan Jackson. Hal itu membuat Jackson mengerutkan alis heran.


"Kalau dia baik-baik saja, dia tidak mungkin kesakitan hingga pingsan!" Bentak Jackson yang tak suka dengan perkataan dr. Dera yang menyatakan kalau Nata baik-baik saja.


"Tenangkan diri, Tuan. Calon Daddy harus bisa menjaga emosi denngan baik, terlalu sering marah-marah akan berdampak tidak baik bagi Calon Ibu serta Calon Bayinya," Jackson tercengang dan masih berusaha mencerna ucapan dr. Dera yang membuatnya merasa begitu gugup.


"Ma-maksudmu ... Maksudmu, Nata Ha-mil?" Tanya Jackson dengan raut wajah yang sulit di jelaskan.


"Benar, Tuan. Nona Nata hamil 3 minggu dan artinya Tuan akan segera menjadi seorang Daddy. Selamat untuk Tuan dan Nona Nata," ujar Dokter Dera turut bahagia.

__ADS_1


"Ini ada beberapa vitamin untuk Nona Nata. Tuan bisa langsung berikan kepada Noan ketika sudah bangun. Kalau begitu, saya izin pamit, sekali lagi selamat," sambung dr. Dera langsung keluar dari kamar Jackson. Dia mengerti akan kebagiaan dua sejoli itu, dan dia tidak ingin mengganggu.


__ADS_2