Terjerat Nafsu CEO Miliarder

Terjerat Nafsu CEO Miliarder
TNCM S2


__ADS_3

"Apa yang kamu lihat, Sayang. Ayo, segera periksa!" Desak Jackson membuat Nata mendekatkan wajah serta tangannya ke sel3ng k@ngan Jackson.


Nata menengadah cepat, dan tak sengaja menciduk Jackson yang terpejam dengan lengkungan senyum aneh yang membuat Nata mengerutkan alis curiga.


"Apa dia mengerjaiku?" Tanya Nata dalam hati, Nata kembali menatap senjata pusaka milik Suaminya. Berusaha meneliti dengan konsentrasi tinggi dan tidak menemukan bintik merah seperti yang terdapat di punggung Jackson yang juga di gigit semut.


Sekali lagi Nata memastikan dan benar-benar tidak dapat menemukan bekas gigitan semut seperti yang Jackson katakan. Jelas di sana hanya ada urat-urat serta otot-otot yang telah mengencang dengan kekar nya.


"Suami sialan! Beraninya dia mengerjaiku. Lihat saja apa yang akan aku lakukan kepadmu!" Umpat Nata dalam hati.


"Astaga, Sayang!" Teriak Nata berakting kaget dan sukses membuat Jackson terkejut.

__ADS_1


"Ada apa, Sayang? Tanya Jackson seketika berubah ekspresi.


"Bekas gigitan semutnya sangat parah, Sayang. Lihatlah ukuranya jadi besar begitu, dia membengkak, Sayang!" Tegas Nata dengan ekspresi khawatirnya.


"Be-benarkah?" Jackson mengangkat punggung menyanggah tubuh dengan kedua sikut tangannya, Kemudian melihat ke bawah guna memastikan apakah benar senjata pusakanya membengkak.


"Iya, Sayang. Lihatlah bengkaknya sangat parah, salep ini tidak akan mempan. Aku akan menggunakan minyak hangat (minyak kayu putih) saja agar tidak lagi terasa gatal," ujar Nata langsung membuang salep gatal di tangannya. Lalu beringsut guna mengambil minyak hangat yang ada di kotak p3k di atas meja.


"Iya, Sayang. Minyak hangat, ini. Aku yakin setelah diolekskan minyak hangat ini pasti dia tidak akan membengkak lagi," jawab Nata seraya menunjukkan minyak hangat itu ke hadapan Jackson.


"Ti-tidak, Sayang. Tidak perlu menggunakan itu. Lagipula dia memang sebesar ini, Sayang. Kalau lagi bertarung ukurannya bisa dua kali lipat lebih besar dari yang ini. Kamu tidak mungkin lupa dengan ukurannya kan, Sayang? Sudah sayang, tidak usah dioles minyak hangat," Jackson akan menarik kembali celananya, tapi di cegat oleh Nata.

__ADS_1


"Aku hapal ukuranmu, Sayang. Ini sudah sangat membengkak harus di oleskan minyak hangat agar tidak infeksi. Kamu diam ya, akan aku oleskan perlahan," jawab Nata mulai membuka tutup minyak hangat itu.


"Tidak, jangan Sayang. Sudah tidak gatal lagi," tolak Jackson berdiri akan menghindar. Namun, Nata masih belum puas membalaskan dendam nya. Dia masih ingin balik mengerjai Suaminya itu, hingga saat Jackson berdiri akan kabur Nata pun juga ikut mengejar. Jackson yang tak sempat menarik celananya, terlihat sulit untuk lari dengan kencang.


"Kenapa, Sayang? Akan sangat berbahaya kalau tidak di obati. Kemarilah, aku berjanji akan mengoleskannya dengan perlahan," Nata maju semakin dekat sambil memperlihatkan minyak hangat itu guna menakut-nakuti Jackson.


"Jangan, Sayang. Lebih bahaya lagi kalau minyak itu menyentuh kulit senjataku. Bisa hancur senjata pusakaku kalau itu kamu oleskan. Sudah, ya, kita akhiri main-main ini," jika Nata semakin maju, maka Jackson semakin mundur menghindar.


"Main apa, Sayang? Aku sedang ingin mengobatinya, bukankah kamu sendiri yang bilang di sana di gigit semut. Aku hanya ingin mengobatinya saja," saut Nata terus mendekat.


"Tapi jangan gunakan Minyak hantat juga, Sayang. Efek panasnya dapat menyebabkan bengkak, melepuh, robek, bahkan iritasi. Sudah, ya, Sayang. Tutup kembali minyak itu."

__ADS_1


"Siapa yang mengatakan minyak ini tidak bagus. Menurutku ini bagus untuk meredakan gatal," jawab Nata keukeuh dan tidak ingin mengalah.


__ADS_2