
"Uhukk!"
"Minumlah, sudah aku katakan jangan ditelan," Jackson segera mengambil air putih dan membantu Nata untuk minum.
"Kan aku mau hamil," jawab Nata polos.
"Dasar bodoh!"
"Sakit, Jackson!" Nata mengelus hidungnya yang memerah karena ulah Jackson.
"Kenapa kamu begitu bodoh! Siapa yang mengatakan menelan sp*ma bisa bikin hamil?" Tanya Jackson geram.
"Aku sendiri, aku yang sendiri yang mengatakannya. Dia masuk ke perut jelas aku bisa hamil," jawab Nata yakin dengan analisisnya.
"Dia masuk ke perutmu dan akan di proses layaknya makanan pada umumnya. Asam di lambung langsung akan mematikannya, jadi, dia tidak akan bisa hidup lama di sana. Lagian kamu sedang haid, kemungkinan hamil juga sangat kecil walau kita berhubungan intim sekali pun," jelas Jackson yang lebih mengerti tentang perempuan daripada Nata.
__ADS_1
"Siklusku terjadi dua puluh satu hari lebih pendek, artinya pasti ada kemungkinan terjadi kehamilan karena sp*rma dapat bertahan hidup lima hingga tujuh hari di dalam rahimku," jawab Nata tak ingin kalah.
"Itu pintar. Tapi, tidak higienis dan banyak resiko untukmu saat berhubungan intim ketika saat haid," sambung Jackson.
"Bilang saja kamu jijik," sentak Nata.
"Sayang, tidak mungkin aku begitu. Mana mungkin aku merasa jijik dengan Istriku sendiri. Tapi ingat, lain kali jangan lakukan hal seperti tadi lagi."
"Kenapa? Apa aku kurang memuaskanmu?" Sentak Nata cemberut.
"Lalu, kanapa kamu tidak mau? Bukankah pria sangat menyukainya?" Tanya Nata heran.
"Aku hanya tidak ingin kamu melakukan hal serendah itu hanya untuk memuaskan nafsuku. Lagian aku masih bisa menahannya, kamu itu adalah Istriku yang paling berharga, kamu adalah wanita yang paling kucinta. Aku ingin menjeratmu dengan cintaku yang tulus, bukan dengan nafsuku. Aku yang seharusnya memuaskanmu," ujar Jackson membuat Nata terharu dan langsung menghamburkan tubuhnya masuk ke dalam pelukan Jackson, Sang Suami tercinta.
"Aku tidak apa-apa, Sayang. Sebagai Istri yang baik, mulai sekarang aku juga akan memuaskanmu. Kau lihat tadi aku sudah tidak malu lagi, harusnya kamu memujiku. Lagian aku juga menyukai rasanya, hangat, manis, asin, sedikit pahit," jawab Nata membuat Jackson langsung meletakkan telapak tangannya di kening Nata.
__ADS_1
"Ada apa?" Tanya Nata heran.
"Kamu masih menjadi Cecilia," ujar Jackson.
"Kamu menyukaiku sebagai Cecilia atau sebagai Nata?" Tanya Nata serius. Dia merasa heran dengan dirinya yang menurutnya memiliki kepribadian ganda.
"Aku mencintaimu sebagai Cecilia dan juga sebagia Nata. Bagiku, keduanya adalah orang yang sama. Karena hanya nama yang membedakan, sedangkan orangnya tetap sama. Mau kamu menjadi Nata atau pun Cecilia aku akan tetap mencintaimu sebagia Istri dan wanitaku tercinta," tutur Jackson dan Nata pun langsung memeluk Jackson semakin erat.
"Sekarang aku mau mandi, apa mau ikut?" Tanya Jackson menggoda.
"Tidak!" Tegas Nata langsung melepaskan dirinya dari pelukan Jackson.
"Sekarang Istirahatlah, aku akan menjadi sebentar. Setelah itu aku akan membawamu jalan-jalan," kata Jackson membuat senyuman manis terbit di bibir manis Nata.
Setelah kepergian Jackson, Nata langsung masuk ke dalam selimut dan berguling-guling bebas di sana. "Ah, tadi sangat memalukan!" Jerit Nata tertahan.
__ADS_1
"Tapi, tapi aku merasa senang dan bangga karena bisa memuskan Suamiku sendiri. Ah, semakin hari aku semakin mencintainya. Aku bisa gila bila terus begini," Nata kembali berguling-guling karena merasakan indahnya jatuh cinta.