
"Ini adalah desain yang aku buat khusus untuk Nona Nata. Kesan anggun dan elegan lebih ditonjolkan di gaun mewah ini," jelas Sang Desainer yang tak lain adalah sahabat Jackson sendiri.
"Aku suka dengan desain ini, terlihat mewah namun tidak berlebihan. Aku setuju dengan desain ini dan aku sangat menyukainya. Aku masih tidak menyangka kalau Tuan Adis adalah sahabat Jackson, dulu aku hanya bisa melihat tas dan pakaian desainmu dari jarak jauh, tidak berani dekat karena harganya sangat mahal. Satu tas bisa beli 10 mobil sekaligus," kata Nata saat mengingat dirinya katika dulu masih menjadi pelakor.
"Kamu benar-benar hilang ingatan, ya? Aku yang tidak menyangka kita bisa bertemu lagi," jawab Adis membuat Nata mengerutkan alis heran.
"Maksudmu?" Tanya Nata.
"Dulu, Adis juga sahabat kita. Dialah bocah ingusan brengsek yang ingin merebutmu dariku," kesal Jackson menatap Adis tak suka.
"Benarkah? Wah, tidak disangka pesonaku sudah terpancar sedari kecil. Aku memang pantas diperebutkan," sambung Nata yang malah membanggakan diri.
"Bukan kamu yang mempesona, tapi dia yang rakus. Sudah punya dua orang pacar masih menginginkanmu," sembur Jackson.
"Hahaha, kamu masih saja mengungkit hal itu Jackson. Lagi pula aku sudah menikah, tidak mungkin aku mau merebut Nata darimu," balas Adis tertawa sendiri.
__ADS_1
"Ya, kamu memang sudah menikah, tapi menikahi kedua pacarmu dulu," kata Jackson yang malah Membayangkan Nata menjadi Istri ketiga Adis.
"Benarkah, Tuan Adis menikahi kedua pacar di masa kecil. Pasti kalian menjalani kisah cinta yang begitu rumit," Saut Nata penasaran.
"Bahkan sangat rumit, Nata. Wanita yang aku cintai tidak bisa melihat. Beruntungnya Istri keduaku adalah orang yang baik, jadi mereka berdua bisa hidup bersama dengan baik," jelas Adis yang memang mengalami kisah cinta yang begitu rumit.
"Bisa bersama dari kecil, ketika dewasa benar-benar menikah dan bersama pula. Kalian bertiga memang pasangan yang sangat setia," ucap Nata kagum.
"Baiklah-baiklah, kita akhir pembahasan itu, sekarang kembali ke desainnya. Kalau sudah oke, aku akan langsung mengukur tubuhmu," Adis mengubah topik pembicaraan, tidak ingin menceritakan kisah cintanya semakin dalam.
"Tidak setuju," jawab Jackson singkat.
"Jackson, aku yang mau menggunakan gaun itu, bukan kamu. Pokoknya aku mau gaun itu," saut Nata keukeuh.
"Kamu itu bukan lagi Cecilia Humeera yang dulunya seorang pelakor. Lihatlah ini, apa kamu senang memperlihatkan setengah dari gundukan dan punggungmu, ini terlalu seksi dan juga terlalu ketat untukmu, aku tidak setuju. Apa kamu mau menjadi seorang rubah betina di pesta pernikahan nanti," kesal Jackson saat melihat desain yang Adis buatkan untuk Nata. Nata yang mendengar itu memutar mata jengah, namakai pakaian seksi sudah menjadi kebiasaannya sejak dulu. Meski sekarang agak tertutup, tapi tetap saja dia merasa wajar bila berpakaian sedikit terbuka di pesta pernikahan.
__ADS_1
"Baik, hanya masalah itu saja. Apa salahnya minta Adis untuk menutupi bagian itu dengan apa gitu, biar tidak terlihat begitu terbuka," kata Nata pelan.
"Hanya itu saja kamu tidak perlu khawatir Jackson, aku bisa mengakalinya. Oke, artinya desain ini sudah oke. Saatnya acara ukur mengukur," ajak Adis langsung berdiri dari duduknya.
Adis mengelurkan senjata pengukurannya yang terbuat dari benang berbentuk panjang tang terdapat angka ke angka lain.
"Karena ini pakaian untuk pengantin, aku harus mengukurnya dengan baik. Jadi, kamu harus melepaskan bra," kata Adis membuat Jackson membuka mata lebar.
"Biar aku saja yang mengukurnya," pinta Jackson tak rela tubuhnya di raba-raba oleh orang lain.
"Apa kamu bisa?" Tanya Nata tak percaya.
"Tanpa benda ini aku juga bisa mengukurnya," jawab Jackson percaya diri.
"Baiklah, terserah kapadamu wahai Tuan Jackson. Karena urusanku sudah selesai, aku akan pergi sekarang. Kalau sudah selesai mengukurnya segera kirimkan ke emailku," kata Adis segera keluar dari kamar Nata.
__ADS_1