Terjerat Nafsu CEO Miliarder

Terjerat Nafsu CEO Miliarder
TNCM S2


__ADS_3

"Aku akan mengirimkan Nasa kepada Gore."


"Apa kau tidak waras!" Saut Jackson tak habis pikir dengan jalan pikiran Hadden.


"Aku percaya pada kehebatan Nasa," saut Hadden merebut botol anggur Jackson karena anggurnya telah habis.


"Mereka pasti mengenali Istrimu, Hadden."


"Tidak, mereka hanya mengenali Nasa yang culun. Bukan Nasaku yang cantik, seksi, menggoda—"


"Apa yang kau pikirkan!" Bentak Jackson membuyarkan lamunan Hadden yang tengah membayangkan kesempurnaan Istrinya dibalik penampilan culunya.


"Lalu, apa maksudmu ke sini? Tidak mungkin hanya ingin bersembunyi, bukan?" Tanya Jackson merebut botol anggurnya dari Hadden, lalu menuangkan anggur itu ke gelasnya.


"Tentu saja bukan untuk bersembunyi. Kamu kira aku selemah apa? Aku ke sini untuk menitipkan Kabut juga meminta bantuan Nata," jawab Hadden membuat Jackson kaget tak setuju.

__ADS_1


Tentu Jackson tidak akan setuju, karena pasti Kabut akan mengganggu suasana romantisnya dengan Sang Istri. Apalagi Kabut adalah anak yang begitu aktif, habis sudahlah keromantisannya.


"Kau benar-benar akan mengirim Nasa? Meminta bantuan Nata, bantuan apa? Tidak mungkin hanya menjaga Kabut," tutur Jackson seraya bertanya.


"Kabut tidak bisa tidur bila tidak di peluk Ibunya dan Nata sudah Kabut anggap sebagai Ibunya sendiri. Jadi, Kabut pasti akan sangat mengambil banyak waktu Nata," jelas Hadden membuat Jackson frustasi.


"Yang benar saja?"


"Aku dan Nasa tidak akan lama. Kami akan menyelesaikan misi ini dengan cepat," jawab Hadden membuat Jackson bersimpati.


Namun, bila harus masuk ke dalam medan pertempuran. Jackson mundur, dia masih ingin memberikan cintai pada Nata lebih banyak lagi, ingin melihat banyak anaknya yang lahir. Dirinya belum siap untuk mengorbankan nyawa seperti yang Hadden dan Nasa lakukan. Mengingat pasangan itu adalah partner yang begitu kuat, tentu Jackson juga merasa sedikit lega.


"Kapan kalian akan kembali?" Tanya Jackson meneguk kembali anggurnya.


"Belum dapat dipastikan. Kalau aku dan Nasa tidak kembali, tolong jaga Kabut, anggap dia adalah Putra kalian sendiri," jawab Hadden dengan ekspresi wajah yang sulit dijelaskan.

__ADS_1


"Kenapa kau bicara begitu, Hadden? Sudah, kalian tidak usah pergi. Biar aku carikan orang paling hebat untuk menyelesaikan misi ini. Kalian berdua tetap di sini saja," mendengar perkataan Hadden barusan, sedikit banyak Jackson merasa ada sesuatu yang tidak beres yang akan terjadi selanjutnya. Dan firasatnya mengatakan akan ada masalah yang sangat besar, yang menanti di masa depan.


"Tidak bisa begitu, Jackson."


"Kenapa? Bukankah hanya seorang Putra angkat Peter saja. Peter mati di tanganku, lihat saja, Gore juga akan mati ditanganku," jelas Jackson membara.


"Kami tidak akan membunuhnya," jawab Hadden. Jackson kembali kaget.


"Jadi, maksudmu kau akan ke sana bersama Nasa untuk menyadarkan Gore. Agar dia berubah menjadi baik? Itu tidak mungkin terjadi Hadden!" Geram Jackson.


"Ada suatu kesalahan yang terjadi di masa lalu dan aku juga Nasa yang harus menyelesaikannya sendiri."


"Apa itu?" Tanya Jackson penasaran.


"Sesuatu yang membuat Gore sangat membenci aku dan Nasa. Tapi, aku tidak bisa mengatakannya kepadamu," Jelas Hadden.

__ADS_1


Mendengar pengakuan Hadden, Jackson terdiam, berusaha mencari tau sesuatu yang Hadden sembunyikan darinya.


__ADS_2