Terjerat Nafsu CEO Miliarder

Terjerat Nafsu CEO Miliarder
TNCM S2


__ADS_3

Hallo sayang semua😘


Season ke 2 kita mulai🤗


Di season ini, tidak ada lagi Cecilia Humeera karena nama dia sebenarnya adalah Aleenata Talsen, nama singkatnya Nata. Nata adalah pewaris tunggal PT. Samudera Raya, Mari kita mulai kisah romantisnya🥰😘🤗


***


"Benarkah dulu aku tinggal di Mansion ini bersama Mommy dan Daddy? Kenapa aku tidak bisa mengingatnya," Nata begitu terharu saat memasuki Mansion utama keluarga Talsen. Meski sebelumnya sudah pernah datang ke Mansion itu. Tapi, Perasaan yang dia rasakan berbeda ketika masuk ke dalam Mansion sebegai Nata, bukan lagi sebegai Cecilia.


"Tidak apa-apa, Nata. Kamu butuh waktu untuk mengingatnya, tidak perlu dipaksakan," saut Hadden lembut sambil mengelus kepala Nata dengan penuh kasih sayang, membuat seseorang di seberangnya seketika murka bak gunung yang siap memuntahkan lahar panasnya.


"Terima kasih, Paman," sambut Nata ramah.


"Lepaskan tanganmu! Jangan mencari kesempatan dalam kebebasan," bentak Jackson langsung menyingkirkan tangan Hadden dengan kasar.

__ADS_1


"Hei bodoh! Apa kau lupa aku Pamannya!" Bantak balik Hadden.


"Hei Pak tua mesum! Apa kau juga lupa kalau aku adalah Suaminya! Jadi, aku berhak melindunginya dari lelaki yang ingin memilikinya," Jackson meraih tubuh Nata, membawa wanita yang dicintainya itu masuk ke dalam pelukannya.


"CALON Suami dan bukan Suami. Kau belum menikahi keponakanku ini. Dan Apa kau lupa kalau aku adalah Pamannya, sekarang akulah pengganti Ayahnya. Sopan sedikit dengan mertuamu! Oh ya satu lagi, meski usiaku tidak semuda kamu, tapi ketampananku melebihi ketampananmu. Benar,kan Sayang?" Saut Hadden tak ingin kalah. Nasa hanya mengangguk membenarkan ucapan suaminya dengan senyuman mengakui.


"Paman Jackson sudah, ya. Sekarang kita masuk ke dalam," ajak Nata menengahi perdebatan sengit antara Jackson dan Pamannya Hadden.


Semuanya masuk ke dalam dan memilih duduk di ruang keluarga yang begitu luasnya.


"Dasar pak tua mesum!" Umpat Jackson dalam hati.


"Pokoknya aku mau tinggal bersama Paman, Nasa dan Kabut. Paman adalah satu-satunya keluargaku yang tersisa, aku sangat merindukan Paman. Paman sudah aku anggap sebagai Ayahku sendiri. Apalagi Nasa, aku sangat menyayanginya. Dia adalah sahabat pelindung dan aku sudah menganggapnya sebagai kakakku sendiri. Sedangkan Kabut sudah aku anggap seperti anak sendiri. Aku ingin tinggal bersama kalian bertiga. Aku mencintai Paman, Nasa dan Kabut," jelas Nata memeluk Hadden dan Nasa bersamaan.


"Wlek!" Kabut yang duduk di pangkuan Nasa menjulurkan lidahnya mengejek Jackson yang tidak dipeluk oleh siapa pun.

__ADS_1


"Ehem!" Dehem Jackson kuat membuat Nata membubarkan aksi saling peluk tadi.


"Aku juga mencintaimu, Jackson. Aku suka saat kamu cemburu," ucap Nata memeluk Jackson erat.


"Aku yang lebih mencintaimu, Sayang. Tapi, aku tidak cemburuan, aku hanya tidak suka orang yang aku cintai di ganggu pria asing," jawab Jackson posesif.


"Aku Pamannya—"


"Hadden sayang, bantu tunjukkan di mana kamar kita, aku ingin menidurkan Kabut sepertinya dia kelelahan dan mengantuk," potong Nasa.


"Kalau begitu Paman antarkan Nasa ke kamar dulu, ya," pamit Hadden menatap Nata lembut, tapi mengalihkan pandangan kala tak sengaja menatap Jackson.


"Dasar pak tua!" Gumam Jackson langsung mendapat pukulan di kepala kala didengar oleh Nata.


"Berhenti mengumpat Pamanku, Jackson. Walau bagaimana pun kamu harus menghormatinya, dia adalah Pamanku. Anggota keluargaku satu-satunya," jelas Nata cemberut karena tak menyukai sikap Jackson.

__ADS_1


"Baik, Sayang. Demi kamu aku akan berusaha untuk bersikap baik kepadanya. Sekarang, ayo kita buat Nata dan Jackson junior."


__ADS_2