Terjerat Nafsu CEO Miliarder

Terjerat Nafsu CEO Miliarder
TNCM S2


__ADS_3

21+


Bochil, tolong skip bab ini, ya🤗


***


Sore harinya, barulah kedua sejoli itu tiba di lokasi bulan madu yang telah Jackson tentukan.


"Ini tempat apa, Jackson?" Tanya Nata kaget karena kini berada di sebuah pulau yang menurutnya begitu asing.


"Ini pulau pribadi Ayahmu, aku membawamu ke sini agar kamu mendapatkan kembali ingatan di masa lalu," jelas Jackson sambil menggandeng tangan Nata masuk ke dalam sebuah Villa megah.


"Halah, bilang saja memilih ke sini karena hanya ada villa dan pantai. Tidak ada tempat wisata yang akan dikunjungi selain kamar dan pantai dengan bikini," tebak Nata dalam hati.


Ketika tiba, mereka talah disambut oleh beberapa pengawal serta pelayan yang bertugas menjaga Villa di pulau kecil itu.


"Selamat datang Tuan Jackson dan Nona AleeNata, silahkan masuk Tuan, Nona," sapa seorang kepala pelayan paruh baya.


"Terima kasih, Bi," jawab Nata ramah.


Sedangkan Jackson tetap cuek dan langsung menarik Nata masuk ke dalam Villa.


Tiba di dalam, Jackson langsung menuntun Nata menuju kamar. "Kita mulai main sekarang?" Tanya Nata bingung.


"Memang kapan lagi?" Tanya balik Jackson langsung mel*mat bibir Nata dalam.


"Hemp!" Des*h Nata mencoba menyudahi permainan Jackson yang tak sabaran.


"Ada apa?"


"Tu-tunggu, dulu," kata Nata sambil menahan dada bidang Jackson.


"Mandi dulu," sambung Nata bangkit dan segera turun dari ranjang.

__ADS_1


"Baik, kita mandi bersama!" Seru Jackson langsung mengangkat tubuh Nata dan membawa Nata masuk ke dalam kamar mandi yang begitu luas.


"Turunkan! Jackson turunkan aku!" Teriak Nata berontak. Jackson baru menurunkan Nata ketika sudah berada di dalam kamar mandi.


"Jackson aku—"


"Sssstt...." Potong Jackson meletakkan jari telunjuknya di bibir Nata.


"Dia sudah bangun, Sayang. Jadi, kamu harus bertanggungjawab."


"Kenapa harus aku?" Nata mencebikan bibirnya, hal itu membuat Jackson semakin gemas tak sabar ingin memakan Nata saat itu juga.


"Karena kamu Istriku, apa kamu mengizinkan aku memakai jasa perempuan lain?" Tanya Jackson geram.


"Coba saja kalau berani!" Bentak Nata mengalihkan pandangan.


"Kalau begitu ayo kita mulai, kita rasakan sensasi bermain di dalam kamar mandi," kata Jackson bersemangat.


"Mana bisa, aku tidak—"


"Jackson hentikan!" Bentak Nata tak suka dengan perlakuan Jackson yang selalu tak sabaran.


"Maaf, Nata. Kali ini sekali saja, aku berjanji," ujar Jackson langsung menurunkan gaun Nata hingga ke bawah.


Kini, Nata hanya mengenakan bra dan cd yang menutupi daerah sensitifnya. Kali ini, Nata benar-benar tidak dapat lagi menghindar.


Nata menolak, bukan karena tidak mau melayani Jackson. Hanya saja, dia sudah menyiapkan segalanya untuk malam pertama. Tapi, Jackson sudah menjelajahinya sebelum malam tiba.


Jackson membalikkan badan Nata untuk menghadapinya. "Janji sekali saja," kata Jackson berjanji. Jackson mendekatkan bibirnya ke bibir Nata, memberikan ciuman dalam di sana. Semakin lama, ciumannya semakin turun, hingga mendarat di ceruk leher Nata.


"Emm ...." Des*h Nata membuat nafsu Jackson kian membuncah.


Jackson terus membuat tanda kepemilikan di leher Nata, dengan satu tangannya sudah mendarat di dua gundukkan Nata. Jackson menurunkan kedua tali yang yang menyangga di bahu Nata, hingga pakaian berbentuk kacamata itu pun mendarat tak berdaya di lantai kamar mandi.

__ADS_1


Ciuman Jackson turun lagi. Kini, Jackson bermain di dua gundukkan Nata yang membuatnya begitu bergairah. Sedangkan Nata terus mengeluarkan suara erotisnya kala tak tahan dengan kelakuan Jackson yang membuatnya seakan melayang di udara.


"Ah, ah, Jack ...." Erang Nata kala salah tangan Jackson sudah mengusap pelan darah intinya di bawah sana.


Puas memberikan tanda kepemilikan di dua gundukan besar di atas, Jackson turun bersimpuh di lantai sedangkan Nata masih betah berdiri.


Jackson menurunkan kain terakhir yang membalut daerah inti Nata. Menaikkan dan meletakkan salah satu kaki Nata di pinggir buthub. Kemudian langsung melahap inti Nata dengan permainan lidahnya yang menggila.


"Jack-son, ahhh...." Des*h Nata tak tahan sambil membantu membenamkan kepala Jackson semakin dalam.


Setelah Nata mendapatkan pelepasan pertama, Jackson langsung melepaskan celananya, membalikkan badan Nata. Kemudian mengelus inti Nata dengan senjata pusakanya, setelahnya barulah dia masukan dengan begitu perlahan.


"Emm, ahhh ...." Erang Nata saat Jackson berhasil memasukkan seluruh juniornya.


Jackson mulai memompa dengan gerakan pelan, Nata terus mendesah seiring dengan gerakan Jackson.


"Jackson, ah, akuh tidak tahan, ahh...."


Mendengar itu, Jackson langsung mempercepat gerakannya membuat Nata mengerang semakin kencang.


"Aaahhhh!" Teriak Jackson dan Nata bersamaan ketika merasakan pelepasan dalam waktu bersamaan. Jackson langsung membalikkan badan Nata menghadapnya, mencium kening Nata dengan penuh kasih sayang.


"Maaf, aku tidak membawa pil itu," kata Jackson merasa bersalah.


"Aku baik-baik saja," jawab Nata langsung memeluk Jackson dengan deru napas yang masih belum stabil.


.


.


.


Bikin part bucin Otornya blank weh🤧

__ADS_1


Kenapa bikin bab begini malah lancar jaya, ya🤧🤣 Tercemar sudah otak suci Othor soleha ini🤧🙈🤣


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya🙏🏻🤗😘😘😘


__ADS_2