
"Jackson hentikan, aku lapar," keluh Nata dan Jackson pun langsung melepaskanya.
"Maaf, sayang. Sekarang makanlah yang kenyang," ujar Jackson ikut duduk di samping Nata yang langsung melahap steak buatan Jackson.
"Bagaimana rasanya? Enak, Bukan?"
"Hu'um, rasanya enak," jawab Nata jujur, lalu menyuapi lagi potongan daging ke mulutnya.
"Hadiahku mana?" Nata langsung mengecup bibir Jackson sekilas sebagai hadiah atas masakan Jackson yang begitu membuat lidahnya senang.
"Hanya itu saja?"
"Baiklah, nanti dilanjut di kamar," ujar Nata mengerti apa yang kini tengah Jackson pikirkan. Jackson pun tersenyum puas mendengar jawaban Sang Istri.
"Aak," Nata menyuapi Jackson dan Jackson menerimanya dengan senang hati. Keduanya makan dengan satu piring, satu sendok saling suap menyuapi dengan begitu romantisnya.
Jackson langsung membawa Nata kembali ke kamar ketika telah selesai makan. Bahkan, Jackson melarang Nata yang ingin mencuci piring lebih dulu.
Tiba di kamar, Jackson menuntun Nata hingga berbaring di atas kasur. "Tu-tunggu, Jackson."
"Ada apa sayang? Kenapa selalu kalimat itu yang muncul. Ini bukan lagi yang pertama kalinya, sayang. Jadi please ... Jangan malu lagi, oke."
"Baiklah-baiklah, tidak perlu marah begitu," Nata mengalihkan pandangan karena tak suka dengan perkataan Jackson yang menceramahinya.
__ADS_1
"Baiklah aku yang salah. Maaf, ya, sayang."
"Astaga, kenapa dia tiba-tiba menjadi sensitif?" Jackson bertanya-tanya dalam hati.
Jackson melengkungkan bibir Nata membentuk senyuman dengan tangannya, nata pun kembali tersenyum. Jackson mengelus bibir seksi Nata membuat Nata kembali merasa gugup ketika merasakan sesuatu yang keras di bawah sana.
Jackson mendekatkan wajahnya ke wajah Nata, Nata pun reflek memejamkan matanya. Tak lama, nata merasa ada benda kenyal serta hangat yang menempel di bibirnya. Jackson mencium serta mengig*t lembut bibir Nata. Nata yang sudah mulai ahli pun juga turut andil dan membalas ciuman dalam yang Jackson berikan.
Cukup lama keduanya saling mel*mat hingga akhirnya Jackson melepaskan Nata ketika melihat Nata yang hampir ke habisan napas.
"Kamu semakin pandai saja, sayang," puji Jackson kembali mel*mat bibir manis Nata dengan penuh nafsu.
Ciuman itu semakin turun hingga singgah di ceruk leher jenjang Nata. Nata Kaget ketika Jackson menuntun tangannya hingga mendarat di bawah sana.
"Dia tidak akan menggigit tanganmu, sayang. Kalau tidak sekarang, kapan lagi kamu akan berani untuk menyentuhnya? Masak iya masih takut, Sayang," ujar Jackson menatap Nata penuh cinta.
"A-aku ha-hanya gu-gup saja," jawab Nata dengan kedua pipi yang sudah semerah tomat.
"Baiklah, coba sentuh lagi. Sentuh sebentar saja," titah Jackson bangkit lalu mengarahkan senjatanya ke hadapan Nata. Nata pun ragu-ragu mengulurkan tangannya karena masih takut dengan senjata Jackson yang dia lihat seperti ular phyton yang siap mematuknya ketika merasa terancam.
"Maaf, aku masih takut," Nata membalikkan badan, meraih selimut, kemudian menutup wajah serta seluruh tubuhnya dengan selimut. Hal itu tentu membuat Jackson semakin merasa bergairah karena Nata yang malu-malu terlihat semakin menggoda di matanya.
"Ayolah, sayang. Dia tidak mungkin mengigitmu," bujuk Jackson langsung menarik selimut Nata hingga tergeletak tak berdaya di lantai.
__ADS_1
"Aku malu," Nata menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.
"Sampai kapan kamu akan malu? Ayolah, dia milikmu apa kamu mau dia merajuk karena kamu tidak pernah menyayanginya. Di dalamnya ada calon baby kita yang juga butuh kasih sayang seorang Mommy. Ayolah sayangi dia, dielus sebentar dia juga akan senang," ujar Jackson terus menggoda Nata agar tidak lagi malu-malu.
"A-aku akan mencobanya sekali lagi. Tapi dari luar saja dulu," kata Nata menghentikan tangan Jackson yang akan melepaskan celananya.
"Aaahhhh ....
.
.
.
Malam Jum'at digantung🤣💃💃
Selamat malam Jum'at semua🤗
Jangan lupa Sunnah Rasul-Nya, baca Yasin maksud Othor🙈
Tolong kasih tau Othor, dong. Apa yang dipinta Jackson buat Nata elus?🤔
Othor mah masih polos, jadi nggk ngerti apa yang mau Nata elus🧐💃
__ADS_1