Terjerat Nafsu CEO Miliarder

Terjerat Nafsu CEO Miliarder
TNCM S2


__ADS_3

21+


Bochil tolong skip yaaaaa!


***


Setelah menyelesaikan ritual di kamar mandi, yang berlangsung kira-kira tiga jam karena ritual pengantin baru mereka tambah lagi satu ronde. Kali ini bukan atas keinginan Jackson, tapi, atas keinginan Nata sendiri.


Nata merasa dia harus siap melayani Jackson kapan pun Jackson mau, itu sudah menjadi janjinya sebelum menikah. Dan Nata ingin menepati janjinya itu dan pada akhirnya terjadilah ronde kedua. Alasan lainnya adalah karena dia menyukai permainan Jackson yang begitu tidak lembut tidak juga kasar. Nata akui, ada perasaan yang berbeda ketika melakukan hubungan itu setelah sah. Tidak ada perasaan terpaksa ketika dia diperlakukan Jackson sebagai Cecilia, kini, yang ada hanyalah perasaan bahagia, bahagia, dan bahagia.


Setelah selesai mandi dan berpakaian, Jackson membawa Nata ke luar dari kamar. Keduanya tengah makan malam dengan romantisnya. Setelah kenyang, Jackson lagi-lagi memboyong Nata ke ruang tamu. Mereka beristirahat sambil menonton televisi, hari-hari yang tampak membosankan. Tapi, berbeda bila itu terjadi kepada pengantin baru. Bagaimana tidak, keduanya memulai ronde ketiga di ruang tamu. Sedangkan para pelayan sudah Jackson usir kembali ke rumah khusus mereka yang ada di samping Villa.


"Sayang, bagaimana kalau pengawal tiba-tiba masuk," Nata ragu karena para pengawal masih berjaga di luar Villa.

__ADS_1


"Tenanglah, mereka tidak akan berani," jawab Jackson tetap fokus memainkan gundukkan Nata yang terus membuatnya menggila.


Kini, Nata ada di atas pangkuan Jackson. Nata mengalungkan kedua tangannya di leher Jackson, sedangkan aksi Jackson kini telah memberikan tanda kepemilikan di dua gundukan Nata. ******* serta mengig*t choco chip Nata dengan gemasnya.


"Ah, Jack, hemm," erang Nata tak karuan, ketika tangan Jackson merem*s bamper belakangnya dengan gemas.


"Jackson, aku tidak tahann," bisik Nata membuat Jackson tersenyum bangga karena selalu berhasil membuat Nata bergairah.


Tanpa berlama-lama lagi, Jackson membuka resleting celana miliknya, dan tampaklah sesosok benda yang kini sudah berdiri tegak, siap bertempur demi Baby baru.


"Tidak usah malu, Sayang," kata Jackson meraih wajah Nata dan segera ******* bibir Nata dengan pelan membuat Nata terbuai, hingga akhirnya Nata juga turut membalas ciuman Jackson.


Di bawah sana, tangan nakal Jackson beraksi, mulai menyingkap gaun tidur Nata. Kemudian fokus mengelus inti Nata dengan senajatanya yang memiliki ukuran jumbo.

__ADS_1


"Ehm ...." Suara erotis itu terus keluar dari bibir seksi Nata. Merasa pemanasan sudah cukup. Jackson pun mulai memasukkan miliknya ke dalam milik Nata dengan begitu perlahan.


"Ahhhh, Jack, em ...."


Jackson memberi jeda, membenamkan miliknya sementara tanpa melakukan pergerakan, bertujuan agar Nata nyaman dulu. Tapi, siapa sangka malah Nata yang mulai menaik-turunkan tubuhnya.


"Kemajuan yang bagus, Sayang," puji Jackson.


Permainan pun berlanjut hingga masuk ke dalam kamar. Jika menuruti nafsunya, bisa saja pergulatan itu akan berakhir besok harinya. Namum, Jackson tau Nata sudah kelelahan, tapi terus bertahan untuknya.


Pada akhirnya, Jackson pun menghentikan aksinya ketika selesai di ronde keempat. Jackson tidak ingin membuat Nata kesakitan hanya karena sebatas kewajiban yang ingin memuaskannya. Tapi sebaliknya, Jackson selalu bertanya apakah Nata puas, kalau tidak maka akan dia lanjutkan. Dan Jackson langsung berhenti ketika melihat Nata yang mulai merubah ekspresi.


Selesai pergulatan, Jackson membenarkan posisi Nata yang telah terlelap karena kelelahan, menyelimuti Nata dan dirinya. Jackson membawa Nata masuk ke dalam pelukannya, mengelus perut Nata dengan perlahan. Berdoa agar segera tumbuh buah hati di dalam sana.

__ADS_1


Tanpa sadar, Jackson meneteskan air mata untuk anak pertamanya yang telah pergi meninggalkannya sebelum melihat bagaimana rupanya. Diam-diam Jackson menyesali perbuatannya dulu. Perbuatan kasarnya kepada Cecilia.


__ADS_2