
"Jack-son," panggil Nata pelan.
"Sayang, syukurlah kamu sudah bangun," ujar Jackson langsung membantu Nata yang langsung ingin duduk.
"Apa yang terjadi? Kenapa aku ada di kamar, bukankah tadi kita sedang berolahraga?" Tanya Nata heran sambil mengelus kepalanya yang masih agak pusing.
"Minumlah pil vitamin ini dulu, sayang."
Jackson membantu Nata meminum pilnya, begitu selesai barulah Nata merasa sedikit mendingan.
"Bagaimana, sayang? Apa masih pusing?" Tanya Jackson perhatian.
"Sudah lebih baik sekarang. Memangnya aku kenapa, Jackson? Apa aku sakit? Sakit apa?" Nata bertanya dengan raut wajah tampak ketakutan.
"Kamu hamil, Sayang. Kamu akan segera menjadi seorang Mommy dan aku akan segera menjadi seorang Daddy," ujar Jackson langsung memeluk tubuh Nata erat. Sedangkan Nata masih terdiam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Hanya rentetan air mata yang dapat mejelaskan betapa bahagianya dia saat ini.
__ADS_1
"Apa itu benar, Jackson? Be-narkah a-aku ha-hamil," tanya Nata terbata-bata seakan tak percaya.
Jackson melepaskan pelukannya, menatap Nata dengan mata berkaca-kaca. Jackson mengangkat kedua tangan lalu memegang kedua bahu Nata dengan penuh kasih sayang.
"Iya, Sayang. Kamu benar-benar hamil," jawab Jackson menyeka perlahan air mata yang menetes dari kedua sudut mata Nata.
"Aku hamil," ujar Nata langsung membenamkan wajahnya ke dalam pelukan hangat Jackson seraya menangis sejadi-jadinya. Jackson membalas pelukan Sang Istri dengan erat sambil menepuk-nepuk pelan pundak Nata guna memberikan rasa tenang.
"Sudah, jangan menangis lagi, ya. Sekarang kamu harus banyak istirahat, banyak makan dan tidak boleh memikirkan apa pun. Kamu hanya perlu bahagia tidak boleh sampai stres," ucap Jackson posesif.
"Dengan nyawaku, Sayang. Aku yang akan menjaga dan melindungi kalian berdua dengan nyawaku," Jackson balas menatap Nata dengan lebih serius.
"Terima kasih," tangis Nata kembali pecah.
"Sudah, jangan menangis lagi. Sekarang istirahatlah, aku akan memasakkan makan siang yang special untukmu. Apa ada riquest?" Jackson bertanya seraya menyeka lagi air mata Nata yang tak kunjung berhenti mengalir.
__ADS_1
"Aku, aku ingin makan apa saja asal yang masak kamu. Aku sangat menyukai masakan Suamiku," ujar Nata memamerkan senyuman mani disela-sela tangisan bahagiannya.
"Baiklah, sekarang berbaringlah. Kamu tidak boleh ke mana-mana," kata Jackson mengingatkan.
"Baik," jawab Nata patuh melepas kepergian Jackson.
Setelah Jackson pergi, kini hanya Nata seorang diri di kamar. Nata kembali menangis dalam diam seraya mengelus perut datarnya. Dia masih belum percaya kalau saat ini dia kembali hamil. Sedikit trauma Nata alami tanpa Jackson ketahui, rasa takut akan kehilangan kembali di rasa.
Nata menyelimuti seluruh tubuhnya, memeluk perutnya dengan begitu erat seakan tidak ingin kehilangan lagi. "Ibu berjanji akan melindungimu, sayang. Ibu berjanji," gumam Nata hingga akhirnya terlelap karena kelelahan terus menangis.
Sedangkan Jackson masih berperang dengan peralatan dapur dibantu oleh beberapa orang pelayan yang terus dia titah ini dan itu.
Kali ini, Jackson memasak berbagai macam masakan lezat serta bergizi seperti biasanya. Hanya perbedaannya kali ini yaitu porsinya yang lebih besar karena dia mengerti akhir-akhir ini nafsu makan Nata tiap hari terus bertambah.
Begitu semua siap, Jackson segera menuju kamar untuk menjemput Nata yang ternyata telah tidur dengan lelapnya. Awalnya Jackson tak tega untuk membangunkan Nata. Namun, mengingat Nata sedang hamil dan tidak boleh telat makan, Jackson akhirnya memutuskan untuk membangunkan Nata.
__ADS_1
"Jangan bunuh aku! Jangan ... Jangan bunuh anakku! Tolong!"