
"Bagaimana menurut Tuan Jackson?" Tanyaku tersenyum manis.
Taylor tersenyum dalam diam dan melihat ke arah lain.
"Cecilia, jaga ucapanmu!" Bisik Jackson memperingatiku.
Aku tersenyum, tanpa mempeduli atas apa yang Jackson katakan. Pembawa acara mulai naik ke atas panggung, dan acara lelang akan segera di langsungkan.
Ada begitu banyak orang-orang penting yang hadir di acara itu. Semua yang hadir terdiri dari orang kaya baru maupun yang telah kaya sejak lahir.
Aku dan Jackson duduk di sebuah kursi dengan meja bundar di sana. Aku meneguk segelas wine yang telah di persiapkan di atas meja.
Aku sengaja melepas salah satu sepatu hak tinggiku, tinggalah stoking yang membalut kakiku. Aku menggosokkan kakiku ke kaki Jackson. Aku berbisik dengan menja di telinga Jackson. “Aku merasa gatal ....”, kulihat kilatan nafsu di wajah Jackson, aku yakin dia dapat merasakan sesuatu yang halus dan hangat. Namun, Jackson mengabaikan hal itu dan melihat ke arah panggung.
__ADS_1
Semua orang di sekitar yang melihat kelakuanku, mulai curiga kalau aku bukan Istri Jackson. Aku dapat mendengar mereka yang mulai bergunjing tentang aku yang terus menggoda Jackson.
Aku tak peduli sedikit pun dan tidak menghiraukan mereka semua. Aku tetap memperlihatkan ekspresi sangat sedih pada Jackson, “Aku sangat menginginkannya, apakah tuan Jackson mau memberikan padaku?”
"Apa yang kamu inginkan, Cecilia?" Tanya Jackson berbisik.
Aku berkata dengan misterius, "Saya menginginkan kalung batu Ruby." Jawabku membuat wajah Jackson berubah menjadi lesu. Aku yakin tadinya dia telah salah paham akan perkataanku yang merasa gatal. Aku terkikik tertahan kala melihat Jackson yang lesu.
Jackson tampak diam dan lebih memilih menarik pandangannya dari aku, dan fokus memandang ke arah panggung.
Aku pun mengikuti pandangan Jackson, aku melihat dua orang wanita seksi muncul setelah tirai berwarna merah terbuka. Dua wanita seksi itu mendorong sebuah meja yang di atasnya terdapat kalung langkah yang aku inginkan.
"Baiklah Tuan-tuan dan Nyonya-Nyonya, acara lelang malam ini kita buka dengan kalung cantik nan langkah berliontin batu berharga, batu Ruby berwarna merah. Kalung batu Ruby ini akan Kita buka dengan harga lima miliar rupiah. Tuan-Tuan dan Nyonya-Nyonya bisa langsug menawarkan kalung Special ini. Penawar dengan harga tertinggi akan membawanya pulang," Teriak Sang Pembawa acara bersemangat.
__ADS_1
"6 Milayar!" Teriak tamu lainnya.
"6,5 miliar!" Sambung lainnya.
"6,7 Miliar!" Saut lainnya berdiri sambil berteriak.
"7 Miliar!" Saut orang pertama yang menawar.
"20 Miliar Rupiah!" Sambungku tetap duduk. Semua orang menunjukkan ekspresi terkejut. Tapi tentu mereka mengerti, bagi seorang Jackson Baldev, 20 Miliar bukanlah jumlah yang besar.
Aku tersenyum senang kala dapat menang dengan harga 20 milyar.
Pembaca acara berteriak karena semangat, “20 milyar! Tuan Jackson dari PT Samudera Raya memberi penawaran sebesar 20 milyar!” Para tamu yang duduk langsung melihat kearah aku dan Jackson, Jackson berkata, “Nyalimu besar juga.”
__ADS_1
Aku tertawa dengan romantis dan lemah lembut pada Jackson, “Tuan Jackson, ada bintang di dalam matamu dan aku ingin memetiknya.” Jackson tidak berkata apa-apa. Aku merasa selanjutnya harus berusaha membuat Jackson mencintai diriku. Karena hanya dengan cara itulah aku bisa bebas darinya.