Terjerat Nafsu CEO Miliarder

Terjerat Nafsu CEO Miliarder
Bab 35


__ADS_3

"Kamu mulai menggoda pria sejak umur 22 tahun dan kini sudah 5 tahun. Cecil, kamu berani menggoda pria yang paling hebat?" Tanya Jackson lalu mencium bibirku sekilas.


Aku mengaku kalah, Jackson membenamkan aku ke dalam pelukannya. Kulihat Jackson menarik napas dalam dan berbisik di telingaku dengan nada yang menggoda, “Cobalah kamu bisa menipu pria terhebat ini sampai tahap apa.”


"Ta-tapi ... Aku tidak pernah tidur dengan mereka," balasku jujur.


"Apa kamu menyesal?"


"Menurut, Tuan?" Jawabku menggantung.


"Siapa yang akan menyesal tidur dengan lelaki sehebat dan sesempurna aku," jawab Jackson percaya diri lalu ******* bibirku lembut, tanpa sadar, aku pun ikut terbuai akan pangutannya yang semakin dalam.


Tok! Tok! Tok!


"Sial!" Umpat Jackson langsung melepaskanku. Aku dan Jackson menjauh dan merapikan diri, kemudian aku bersembunyi di balik dinding.


"Masuk," ujar Jackson.


POV Author


 


Andreas masuk dan menyadari kehadiran Cecilia, tapi sepertinya dia sengaja mengabaikan Cecilia. Dari awal Cecilia sudah sepakat kalau dia akan keluar negeri dengan uang yang Andreas berikan. Walau begitu, Andreas tetap mengabaikan Cecilia dan saling melindungi diri. Cecilia dan Andreas tidak saling mengkhianati.


 


Andreas menuju Jackson dan membungkuk lalu bertanya, “Direktur Jackson sudah mendapat infomasinya?” Jackson hanya menatapnya dengan tenang dan diam saja.


"Aku rasa kamu tidak akan bisa mempertahankan Angkasa Grup," Andreas berkata dengan raut wajah bangga kalau hal ini diluar ekspetasi Jackson.


"Akan aku lihat sehebat apa seseorang yang ingin menentangku," jawab Jackson tetap tenang.


"Kita lihat saja, aku yakin kamu akan sangat terkejut," saut Andreas lalu pergi dari hadapan Jackson.


POV Cecilia


Aku bersandar di dinding sambil menghela napas, lalu segera keluar dari ruangan Jackson, sebelum dia kembali menindasku.


Tiba di lobby, syukurnya aku masih sempat mengejar Andreas. Untuk menghindari kecurigaan, aku memberikan surat penunjukkan yang sudah di stempel oleh Jackson pada Andreas, Karena akan gagal menjebak Andreas kalau terasa janggal.


Pukul 18:00


"Hari yang melelahkan, hampir saja Andreas mencurigaiku," ujarku sambil melajukan mobil dengan kecepatan sedang.

__ADS_1


Ckit!


Aku langsung menginjak rem mendadak ketika Jackson menghadangku di tengah jalan dan memintaku untuk naik ke mobilnya.


"Kita mau ke mana, Tuan?" Tanyaku pasrah sekaligus penasaran.


Lagi dan lagi Jackson tidak menjawabku.


Jackson membawaku ke Restoran Blue Sea di bagian Selatan kota dan berhenti di pintu belakang restoran.


 


Aku berjalan di belakang Jackson melewati lobi restoran. Tak lupa aku juga menyelimuti diriku dengan rapat agar wajahku tidak kelihatan. Jackson masuk ke ruangan nomor 203 dan melepaskan mantel.


"Ada apa denganmu? Kenapa begitu waspada?" Aku tidak menjawabnya, Jackson juga mengerti maksudku.Jackson duduk dan tidak bertanya lagi.


Ruangan di seberang terbuka saat Jackson mau memesan makanan. Terlihat seorang pria berusia 60-an yang berambut pendek dan beruban, Auranya sangat berkharisma, lalu ada seorang wanita yang sebaya denganku. Dan rupanya itu Jenny. Tentu saja aku mengenal Jenny, karena kami adalah teman satu profesi.


 


Jackson segera berdiri dan keluar dari ruangan, “Ayah mertua juga datang ke sini, ya?”


Aku segera keluar juga, Peter sepertinya mengenaliku dan tampak tidak senang akan kehadiranku.


"Aku ingin lihat bagaimana dia hancur dalam rencana busuknya sendiri." Sambung Jackson lagi.


 


Peter berkata, “Andreas sangat berambisi, dia akan menciptakan masalah jika tidak mengabulkan ambisinya. Cepat atau lambat dia akan dendam dan benci padamu.” Peter terus memandangiku tanpa memperdulikan apa pun yang diucapkan Jackson. Kulihat pria tua yang masih terlihat tampan itu mengenyitkan alisnya.


"Apakah wanita ini Asistenmu?" Aku menunduk tanpa sadar untuk menghindari tatapan menghakimi dari Peter. Tuan Peter, dari yang aku tau dia adalah Ayah dari Zea liandra. Dia juga adalah pemilik asli PT. Samudera Raya. PT. Samudera raya yang dia bangun dari nol, dia adalah pebisnis handal yang begitu tegas. Sulit ditebak dan sukar dikalahkan.


Aku merasa lega ketika dia berhenti melihatku. Namun, Peter melihat Jackson dengan tidak ramah lalu berkata, “Zea bilang kamu sering tidak pulang.”


“Dia juga sama.” jawab Jackson langsung menjelaskan.


Kulihat Peter terdiam, sepertinya dia begitu paham dengan kelakukan Putrinya dan sikapnya langsung melembut sedikit, “Mereka masih berhubungan? Kamu tidak perlu khawatir, aku akan menasehati mereka," Peter berkata akan menasehati Zea.Jackson meanggukkan kepalanya.


Tak lama kemudian, kami pun segera keluar dari ruangan. Aku benar-benar merasa lega, karena akhirnya terbebas dari situasi mendebarkan tadi. Sedangkan Jenny membantu mereka menutup pintu dan tidak ikut.


"Apa aku boleh duduk?" Tanya Jenny.


"Silahkan," jawabku.

__ADS_1


“Aku sudah melihat beritanya dan sebenarnya aku sangat terkejut.” ujar Jenny langsung pada intinya.


"Apa maksudmu, Jenny?" Aku berpura-pura tidak mengerti.


"Aku ingatkan kepadamu, Peter tidak menyukaimu, sedangkan Jackson tidak boleh cerai dari Istrinya. Dari tatapan mata Peter menjelaskan kalau Peter tidak akan membiarkanmu berhasil membuat Jackson dan Zea bercerai." Aku terdiam dan memandangi Jenny dengan datar.


"Aku melakukan ini atas permintaan Nyonya Baldev, sekarang aku jadi pihak ketiga karena permintaan Nyonya Baldev." Jelasku pada Jenny.


 


Jenny tersenyum lalu bertanya, "Apa kamu tahu tentang perjanjian di antara Peter dan Jackson?" Seketika aku memandang wajah Jenny serius, aku sangat terkejut akan pertanyaan Jenny barusan.


Melihat ekspresi terkejutku, Jenny kembali berkata. "Peter tidak punya Putra dan menyerahkan PT. Samudera Raya pada Jackson dengan 2 syarat, pertama, dia harus menikah dengan Zea dan yang kedua adalah dia tidak boleh cerai dengannya.”


jantungku berdetak cepat, "Jadi, Peterlah yang mengendalikan semuanya." Batinku.


“Permisi Nona-Nona, Tuan Peter meminta Nona-Nona pergi ke ruangan nomor 206.” panggilan seorang pelayan dari luar koridor.


Aku memberanikan diri pergi ke ruangan nomor 206, aku langsung mencari keberadaan Jackson. Seketika tubuhku tidak bergerak bak terkena sembiring—kala kaget dengan situasi menegangkan saat ini.


"Kamu selingkuh dengan Asistenmu bukan? Kamu tau apa syarat yang aku pinta darimu. Bukan hanya kamu saja yang akan aku hancurkan, tapi juga Asisten pribadimu itu," Itulah ucapan Peter yang tidak sengaja aku dengar.


"Apa ini yang dimaksud di atas langit masih ada langit," keluhku dalam hati.


 


Selain Peter dan Jackson, aku begitu terkejut karena rupanya Hadden ada di Restoran Blue Sea juga. Dan parahnya, aku tidak sengaja mendengar percakapan antara Peter dan Jackson.


Kemudian aku bertatapan dengan Hadden, "Cecilia, Sayang." Sapa Hadden menampakan senyum manis kepadaku.


"Situasi macam apa ini?" Batinku ketika melihat raut wajah Jackson yang berubah kala melihatku membalas senyuman manis Hadden.


 


"Kamu kenal dengannya?” Tanya Tuan Peter.


"I-iya, Tuan," jawabku gugup.


Peter bertanya kembali pada Hadden, “Apakah dia mengatakan yang sejujurnya?”


Hadden mengelap kedua tangannya dengan saputangan berbordir, lalu mengiyakan dengan pelan, “Tidak perlu berbohong, Cecilia memang wanitaku.”


HADDEN

__ADS_1



__ADS_2