
"Di mana ini? Kenapa sangat sunyi ??" ucap Faruq dalam hati. Samar namun pasti Faruq mendengar beberapa derap langkah berat dari suara sepatu pantofel mendekati dirinya.
"Siapa?? Siapa itu??!! Buka ikatan ku berengs*k!! Jangan jadi pengecut kalian !!" cecar Faruq kepanikan. Kemudian kain hitam yang menutupi matanya pun dibuka. Ia mengedarkan netranya memindai kesekelilingnya namun tidak ada seorang pun dari orang-orang berpakaian serba hitam itu yang ia kenali.
"Ekhem" tiba-tiba suara deheman pria membuat tubuh Faruq kembali merinding hingga menggigil. "Zehan!!" ungkapnya dalam hati. Detak jantungnya mendadak berdegup kencang berkali-kali lipat. Kini ia menyadari situasinya saat ini. Ia pun mengira-ngira saat ini pasti ia sudah berada di "Blackhome" wilayah kepulauan tersembunyi dan terpencil namun memiliki sistem keamanan yang kuat. Meski Zehan bukanlah seorang mafia atau gengster tapi memiliki wilayah kepulauan tersembunyi seperti inipun bukanlah sesuatu hal yang aneh. Malah akan lebih aneh lagi jika ia tidak memilikinya sama sekali ketika ia memiliki kekuatan besar.
"Selamat datang sahabatku" sambut Zehan dengan tatapan yang langsung menghujam Faruq. Lidah Faruq terasa kelu, tubuhnya bergetar hebat, keringat dingin membanjiri pelipis dahi hingga punggungnya. Seolah ia sedang berhadapan dengan malaikat maut yang siap mencabut nyawanya saat itu juga. Melihat reaksi Faruq yang agak berlebihan Zehan tersenyum merendahkan Faruq.
"Bagaimana rasanya dicvlik sahabatku, aku harap anak buah ku cukup memperlalukanmu dengan ramah, mengingat kau hampir saja mencelekai anak dan istri ku" kata Zehan lagi, namun raut wajahnya kembali berubah menjadi dingin seorang tak memiliki perasaan didalamnya.
"Apa yang kau inginkan b*rengsek?!!" Faruq mencoba melawan meski kedua tangannya terikat.
"Aku sama sekali tidak menginginkan apapun dari Faruq. Justru aku yang ingin bertanya apa tujuanmu menculik istriku beberapa bulan yang lalu. Padahal aku merasa kita sedang baik-baik saja, bahkan bisnis kita pun terbilang tidak ada kendala berarti." Faruq menunduk menghindari tatapan tajam dan dingin dari Zehan. Ia benar-benar merasa gelisah dan ketakutan sendiri dengan pertanyaan yang sudah sewajarnya Zehan tanyakan. Alasan ia kenapa sampai nekad menculik Hasya, istri sahabatnya sendiri.
"Kau tidak mau menjawabnya?? Yakin kau akan terus mentup mulutmu itu?" tanya Zehan sembari menarik dagu Faruq hingga menengadah menghadapnya. Manik mata mereka saling beradu dengan riak yany berbeda. Manik mata Faruq bergetar karena ketakutan, sedang sorot mata Zehan tajam dan kosong.
"Aku.. aku.. .." Faruq benar-benar tidak bisa mengontrol dirinya, pikirannya kacau, hanya ada kata kematian dalam pikirannya saat ini. Zehan kembali berdiri, menegakan tubuhnya, seraya memasukan tangan kirinya ke saku celananya. terlihat santai dan cool memang tapi aura kegelapan malah makin terpancar darinya.
"Sungguh kau ingin menguji kesabaranku Faruq?" Faruq menelan salivanya dengan susah payah.
__ADS_1
"Joon, patahkan jari-jari yang sudah berani menyentuh tubuh istriku itu" dengan ekspresi yang sama kaku dan dingin seperti bossnya Joon Woon langsung mengayunkan tongkat besbol ke jari jemari Faruq
"AAAAAAAAAAAAAAAAAKK" satu teriakan kesakitan Faruq melengking kuat memenuhi ruangan tersebut saat tongkat besball itu menghantam jari jemarinya. Meski hanya satu kali ayunan saja jari jemari Faruq hancur saat itu juga percikan darah memercik bersamaan dengan teriakan Faruq.
"Kau masih ingin bungkam?" tanya Zehan yang kini sudah duduk di kursinya dengan kaki kiri menopang kaki kanannya.
"Aku minta maaf Ze, Aku minta maaf, tolong lepaskan aku, atau bvnvh aku saja sekalian Zehan!!" teriak Faruq menahan kesakitannya.
"Faruq aku hanya ingin mendengar alasanmu saja. Apa alasan mu menculik istriku itu sama seperti alasan Derren di masa lalu. Ia mnegkhianatiku karena ia merasa iri dan dengki hingga ia berusaha memisahkanku dengan istriku, sampai-sampai ia membuat drama murahan. Tapi seperti yang kau lihat sekarang, aku tetap memaafkannya bukan?" kata Zehan seolah mengingatkan.
"Cuih !! " Faruq meludah salivanya nya bercampur darah dengan penuh kemarahan.
"Hah !! Bukankah itu bentuk sebagai kemurahan hati ku. Aku hanya membatasi urusannya di Genesis, Sedang Alexa dia yang bersedia sendiri untuk menjadi kepala pelayan dirumah adik ku.."
"Apa kau pikir itu pantas ?!" potong Faruq.
"Tergantung dari sudut mana kau melihatnya.Tapi satu hal yang harus aku luruskan padamu Faruq. Jika Alexa mau, sudah sejak 5tahun lalu statusnya sebagai pelayan di rumah adik ku sudah bisa ia tanggalkan,, tapi nyatanya ia memang sudah nyaman dengan pekerjaannya itu meski suaminya memiliki perusahaan sendiri. Ia menjadikannya sebagai bentuk introspeksi diri. Lagi pula kami menggajinya 5 kali lipat dari gaji pelayan atau ART biasa, padahal pekerjaannya hanya mengatur para pelayan di rumah kami" Lidah Faruq lagi kelu, hanya rongga dadanya yang terlihat naik turun.
"Jadi apa kau tetap akan diam? Aku katakan pada mu Faruq Akbar, apapun alasan mu itu adalah alasan apa aku akan memaafkanmu dan memberiku hukuman kecil atau aku akan langsung melenyapkan mu secara perlahan hingga kau lah yang akan memohon kematian itu datang padamu."
__ADS_1
"Tidak Zehan.. Aku mohon.. Tolong maafkan aku" kata Faruq memekik menahan sakit yang menjalarinya. Darah mengucur dari tangannya yang hancur.
"Memaafkanmu.. heh" Zehan kembali tersenyum merendahkan Faruq, bibirnya berkedut jijik melihat Faruq yang menyatukan kedua tangannya yang hancur memohon pengampunan Zehan.
"Bukankah tadi aku sudah memberikan mu kesempatan, dan kau sudah menyia-nyiakannya. Tenang saja. Aku pastikan istri mu akan mendapatkan suami pengganti yang jauh lebih baik dari pada dirimu. Itu adalah bentuk mengampunanku kepada mu. "
"Tidak Ze, jangan lakukan itu. Aku mohon Ze, ampuni aku. Aku janji Ze, kalau kau mengampuni ku sekarang aku akan pergi sejauh mungkin dari dirimu juga keluarga mu, bahkan bayanganku pun tidak akan pernah terlihat oleh mu Ze,. Ze aku mohon Ze .. hiks" runtuh sudah semua sikap arogan dan angkuh yang masih ia sempat tunjukan tadi pada Zehan. Namun sayangnya sepertinya sudah terlambat. Zehan menghela nafas seolah sudah muak dengan semua kata-kata yang diucapkan Faruq kepadanya sebagai permohonan maaf atas semua perbuatannya pada Hasya.
Semula Zehan hanya berniat ingin memberi sedikit pelajaran pada Faruq mengingat mereka sudah bersahabat lebih dari lima belas tahun, namun melihat sikapnya tadi yang masih juga tidak mau mengakui kesalahannya malah mencoba mengorek kembali luka lama yang sudah sembuh membuatnya muak dan enggan untuk memberinya pengampunan pada pria itu.
"Hejun,"
"Ya Tuan,
" Bawa dia ke rumah sakit, setelah semua lukanya sembuh, segera bawa dia ke Zeitgeist Hospital, dan katakan dia adalah pasien khusus" Hejun sedikit terkejut dengan titah yang baru saja diberikan oleh Zehan, ia memahami cukup memahami banyak hal selama ia mengikuti keluarga Akhilendra, salah satunya adalah perintah untuk mengirim orang ke Zeitgeist Hospital dengan kategori pasien khusus. Itu sama saja dengan memasukan orang itu ke neraka. Orang yang masuk ke sana dengan kategori pasien khusus artinya bahkan saat kematian menghampirinya pun pada dokter dan perawat di sana akan tetap berusaha membuatnya hidup meski harus membuatnya menjadi mayat hidup yang selamanya merasa kesakitan. Hejun menelan salivanya dengan raut ragu.
"Baik tuan, sesuai perintah tuan" kata Hejun seraya membungkukan sedikit tubuhnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1