
Beberapa hari berlalu setelah kepergian Hasya. Alexa seolah menjadi penguasa mantion tersebut. Semua harus sesuai dengan perintahnya. Sedang Zehan sibuk mencari Hasya setelah mengetahui bahwa tidak pernah pulang ke rumah orang tuanya.
"BRAAKK !!" pintu utama di buka dengan kasar. Buru-buru bi Ani menuju ke arah sumber suara.
"Siapa bi, datang-datang berisik di rumah orang !!" teriak Alexa sambil menuruni anak tangga.
"Hebat ya kamu!! Sudah merasa jadi nyonya hah?!!" bentak Zia penuh kemarahan. Alexa hanya menanggapinya mencelos ke sembarang arah menghindari tatapan Zia, sambil terus menuruni anak tangga dan memangku tangan di depan dad*nya.
"Hebat kamu !!" ejek Zia.
" Aku tidak paham maksud mu Zi." kata Alexa saat ia berdiri tepat di samping Zia dengan sok angkuh.
"Dasar wanita ular ! Harusnya dari awal aku tidak pernah membiarkan kak Zehan membantumu !!"
" Hehh .." jawab Alexa disertai smirk culas di sudut bibirnya.
"Bi Ani !!" teriak Zia. Dengan tergopoh-gopoh Bi ani segera mendatangi adik tuannya itu.
"I..iya non"kata bi Ani agak takut-takut.
"Bibi sekarang tolong bereskan semua barang-barang si wanita ular ini. Mulai hari ini dia akan tinggal di rumhnya bi, karena suaminya sudah siuman" ungkap Zia seraya menatap Alexa dengan penuh kebencian. Sontak mendengar hal itu mata Alexa membulat sempurna, berbalik dan melotot pada Zia. Nafasnya mulai naik turun tidak beraturan.
__ADS_1
"Kenapa ?? kamu kaget?! Suami mu sudah sadar? Atau kamu heran kenapa permainan drama kalian terlalu cepat terbongkar, hah?!" kini giliran Zia yang mengejek Alexa. Sedang Alexa masih mencerna dengan apa yang dikatakan oleh Zia.
"Cepat bi, suruh juga si pengasuh Rexa untuk membantu bibi, aku sudah muak melihat perempuan ini tinggal lebih lama di rumah ini !" bentak Zia geram karena bi Ani masih bengong cengo.
"I. iya non" jawab bi Ani terbata-bata kemudian segera memanggil pengasuh Rexa agar membantunya membereskan semua barang-barang milik Alexa.
Alexa masih diam seribu bahasa namun bola matanya sama sekali tidak bisa berbohong seolah mengatakan bagaimana Zia bisa tahu dengan permainnnya untuk menghancurkan keluarga Zehan, agar Zehan sibuk dengan keluarganya lalu mengabaikan Genesis grup, lalu pada saat itu Deren muncul bak pahlawan berusaha mengatasi masalah-masalah di Genesis lalu pada akhirnya ialah yang akam memegang kekuasaan di Genesis grup.
"Tidak tidak bukan begini. Belum waktunya semua ini terbongkar !" pekik Alexa dalam hati.
" Heh wanita ular !! Kamu pikir skenario murahan mu itu tidak mudah aku baca! Heh, Aku ini pecinta drakor bukan penonton sinetron azab atau ikatan cinta ! Kamu mungkin lupa di saat orang-orang mu bisa kamu beli dengan uang, maka dengan cara yang aku juga bisa membeli kejujuran mereka !" wajah Alexa makin merah padam, gerahamnya gemeletak, rahangnya mengeras saat Zia mulai membongkar semua akal bulusnya.
" Aku sebenarnya sudah tidak ingin ada kaitan apapun lagi dengan dirimu. Bahkan aku dan kakak sudah bersepakat untuk tidak membalas dengan atas semua pengkhianatanmu terhadap kakakku. Apa dosa kakak ku padamu hah?! Sampai-sampai kamu begitu bernafsu ingin menghancurkan pernikahan kakak ku?! kenapa Xa?" bentak Zia. Alexa hanya hanya mencelos menghindari tatapan Zia yang seolah ingin memakannya hidup-hidup.
" Aku?! Iri ?! Yang benar saja?! " bantah Alexa saat Zia mulai ingin menjatuhkan harga dirinya.
"Ya apalagi kalau bukan iri dengan kak Hasya. Kak Hasya itu baik, sopan, pekerja keras, pintar memasak, dan yang paling utama dialah yang paling berperan atas kesembuhan kak Zehan dari kelumpuhannya."
" Hahh.. Yang benar saja Zi. Aku tidak mungkin iri dengan wanita kelas rendahan seperti dia. " sahut Alexa masih tidak terima dengan tudingan Zia.
"Kelas rendahan kamu bilang ?!! Justru yang kelas rendahan itu kamu Lexa ! Dia memang mantan pembantu kakak ku, tapi dia seorang sarjana management bisnis makanya dia bisa mengimbagi kakakku, dia cukup memahami agama makanya dia bisa sesabar itu menghadapi suaminya yang sedingin es. Kamu pikir aku dengan asal cantik saja menjodohkan kakak ku dengannya, tentu saja tidak. Oiya, yang paling penting dia masih suci saat menikah dengan kakak ku. Tidak seperti dirimu ! Perempuan b*nal !!"
__ADS_1
Ditengah pertengkaran itu Zehan dan Gibran tengah menyeret Derret masuk ke dalam mantion tersebut.
" Apa lagi yang mau kamu katakan hah?! Lihat baik-baik, bukankah dia suamimu yang katanya tengah terbaring koma itu?!" bentak Zia yang sudah tidak bisa lagi menguasi emosinya. Terlebih dia sangat amat marah ketika ia diberi tahu oleh bi Ani bahwa Hasya sudah meninggalkan mantion karena ulah Alexa yang berhasil mengompori kakaknya yang ternyata masih belum bisa benar-benar melupakan tramua pengkhianatan Alexa dan Derren beberapa tahun lalu.
"Kak Derren, kakak ini sudah aku anggap seperti keluarga tapi kenapa kakak begitu kejam pada keluarga kami kak? Tidak bisakah kakak kembali berdamai rukun seperti dulu? Apa yang membuat kakak menjadi seperti ini kak? Jika kakak berubah karena begitu menyukai perempuan ini bukan kakak sudah mendapatkan apa yang kakak inginkan? Jawab kak?" kata Zia histeris.
"Ku akui aku salah Zi. Aku terlalu dibutakan iri dan dengki pada Zehan yang selalu bisa mendapatkan apapun yang dia mau, dari jaman sekolah ia selalu paling menonjol, entah dari prestasi, rupa bahkan sikap dinginnya makin membuat semua orang tergila-gila padanya. Sedang aku hanya bisa menjadi si nomor dua, berdiri seperti bayangan saja. Padahal dari dulu hingga sekarang aku selalu berusaha agar aku diakui karena kemampuanku sendiri bukan karena aku orang terdekat Zehan tapi tetap saja apapun yang ku lakukan tetap Zehanlah yang paling bersinar. Aku muak Zi, aku muak terus menjadi bayang-bayang Zehan. Makanya aku jadi seperti ini !" Zehan menatap tajam ke arah Derren, ia benar-benar tak habis pikir kenapa Derren sampai berpikir sejauh itu. Padahal ia selama ini apapun yang ia berikan atau lalukan pada Derren adalah sebuah dukungan yang tulus bukan ingin terlihat wah atau sok keren seperti apa yang disangkakan Derren selama ini.
" Lalu ?" kata Zehan tanpa mengubah ekspresinya yang dingin.
"Hahhh .. Aku akui akulah yang menyuruh orang untuk menyabotase mobil Zehan agar terjadi kecelakaan tunggal. Saat itu aku sudah benar-benar kalap karena aku tidak bisa lagi menahan rasa kecemburuanku karena Zehan bertunangan dengan Alexa. Padahal saat itu Alexa berjanji padaku akan meninggalkan Zehan karena lebih mencintaiku."
"Pck ! Dasar bucin!" ejek Zia.
"Lalu kecelakaan itu pun terjadi, kemudian harga saham Perusahaan Zehan pun sempat anjlok beberapa waktu menjadikan perusahaan ku lebih mendapat sorotan publik, puncaknya saat Alexa benar-benar datang menyerahkan dirinya padaku. Aku merasa puas. Namun sejujurnya aku malu karena mendapatkan semua itu bukan dengan cara yang benar"
Ingin rasanya Zia segera berdiri lalu menampar Derren saat itu juga. Namun Gibran yang duduk disamping tetap berusaha menahan istrinya. Karena mereka harus tetap mendengarkan semuanya agar semua masalah cepat diselesaikan baru kemudian mereka bisa mencari keberadaan Hasya tanpa harus terbebani lagi oleh urusan Alexa dan Derren lagi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
senyum mbak Hasya manis banget kan 😉