
Dua hari kemudian
Acara pernihakan Zehan dan Hasya pun di gelar dengan alakadarnya, beruntung di kediaman orang tua Hasya memiliki pekarangan yang cukup luas dan rapi hingga Zia mudah mendekornya dengan tema party garden, meski kata Zia ini terlalu sangat sederhana namun sebenarnya bagi Hasya itu sudah sangat mewah apalagi 2 bulan kemudian mereka akan tetap menggelar acara resepsi sesuai rencana di awal.
"Masya Allah, kakak iparku memang sangat cantik,, tidak salah aku menjodohkan mu dengan kakakku." puji Zia, Hasya tertunduk tersipu malu mendengar pujian calon adik iparnya itu. Disampingnya Vera juga tengah menatap lembut pada putrinya itu, sambil tanpa henti-hentinya terus menyeka air matanya yang berlinang penuh haru bahagia.
"Tante jangan nangis terus,, Zia janji sama tante, Zia pastiin kak Zehan akan selalu membuat bahagia Kak Hasya" ungkap Zia sembari meraih lalu menggenggam hangat tangan Vera.
"Ngga apa-apa nak, ini air mata bahagia seorang ibu karena bisa melihat putrinya menikah dengan laki-laki yang tepat" ungkap Vera sambil menyeka air matanya dengan tissue.
Ketika tengah bersiap menunggu kedatangan rombongan Zehan ponsel Hasya terus saja berdering dengan satu nomor baru yang tidak ia kenal. Awalnya ia ragu untuk mengangkatnya karena nomor yang tertera adalah nomor baru.
"Halloo" Hasya akhirnya mengangkat telpon tersebut.
"Sya, ini aku Kevin." kedua alis Hasya saling bertautan ketika mendengar nama itu.
"O.ooh, kamu Vin, aku kira siapa abisnya nomor baru"
"Hehe iya aku baru pulang Indo 2 hari yang lalu, aku dapat nomormu dari Aniq, by the way"
"Oia Vin, ada apa?" tanya Hasya dengan perasaan sedikit cemas, bukan tanpa alasan Hasya seperti itu. Ia hanya takut jika Zehan sampai tahu jika Kevin kembali menghubunginya terlebih Zehan selalu mencurigai Kevin menyukai Hasya.
"Kamu pulang ke Indo kok ngga ngasih tau Sya?"
"Maaf soalnya dadakan Vin,"
"Eh Sya boleh aku main ke rumah mu, sekalian aku mau silahturahmi sama om dan tante" mendengar hal itu Hasya makin tidak enak hati dengan Kevin.
"Hmmm... "
"Ngga boleh?"
"Boleh, kebetulan hari ini ... aku akan menikah, bagus kalau kamu mau ke sini"
__ADS_1
"Menikah?? Dengan siapa? Jangan bilang kalau kamu dijodohkan orangtuamu Sya?"
"Mana ada yang begitu, aku hari ini akan menikah dengan mas Zehan..." ungkap Hasya agak lirih.
"Oh, aku kira kamu menikah dengan siapa? Kalo begitu selamat ya" ungkap Kevin ringan, namun Hasya tetap bisa mendengar suara Kevin yang seperti agak tertahan.
" Iya Vin, makasih ya." ucap Hasya makin tidak enak hati. Hasya bukan tidak tahu jika Kevin menyukainya. Dulu pas SMA sejujurnya Hasya juga pernah menyukai pria itu, namun sekarang sudah sangat terlambat, beberapa jam lagi ia akan dipersunting oleh Zehan, dan dengan kesungguhan hati iapun sangat mencintai pria yang beberapa waktu lalu pernah ia rawat dengan berbagai perasaan yang bertumpuk.
...-------...
"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau ananda Zehan Akhilendra bin Alm. Yogas Tama Hirawan dengan putri saya yang bernama Jung Hasya Ophelia dengan maskawinnya berupa uang sejumlah 300.000 $USD, di bayar tunai !!,”
"Saya terima nikahnya dan kawinnya Jung Hasya Ophelia binti Jung Dae Hyun dengan maskawinnya yang tersebut, tunai !!" sambung Zehan dengan cepat dalam satu tarikan nafas. Kemudian para saksi pun tanpa ragu mengatakan SAH ijab qabul tersebut. Meski semuanya sistem kebut semalam, Al Hamdulillah acara akad pun lancar tanpa ada hambatan apapun, tetap hikmat, tetap haru, tetap berurai air mata kebahagiaan dari keluarga mereka masing-masing.
"Berbahagialah kamu nak" doa ibunya Hasya sembari mengusap air matanya.
"Kamu sekarang sudah jadi istri orang Nak, jaga marwahmu sebagai seorang istri, taati suamimu selam itu adalah jalan kebenaran, ingatkan ia juga sudah salah langkah" nasehat ayah Hasya padanya. Hasya mengangguk kemudiann sekali lagi merangkul ayah dan ibunya tersebut bersamaan.
"Ganteng sekali kamu hari ini nak, hikss, sekarang kamu sudah menikah, Mamamu di sana pasti sangat bahagia dengan senyum paling manis untuk mu nak, hikss.. hikss" ungkap bibi Lynn sembari menangkut gemas pipi keponakannya tersebut kemudian merangkulnya dengan penuh keharuan.
......................
"Ciee yang udah sah,," goda Zia pada kakaknya.
"Jangan begitu kasian Hasya, lihat dari tadi rona di wajahnya terus saja memerah seperti tomat" timpal Zehan yang ikut-ikutan menggoda Hasya.
"Ck.. bisa aja kakak ini. Eh iya kak, ini untuk kakak" ucap Zia seraya memberikan beberapa paperbag brand ternama.
"Eh,, Apa nih?" tanya Hasya sambil mengintip papetbage yang di dalamnya masih terdapat hampers lagi.
"Bukanya nanti aja kalo udah berdua" bisik Zia. Seketika itu juga bola mata Hasya mendelik curiga pada adik iparnya yang tersenyum nakal. Sesekali Hasya dan Zehan bersalaman dengan tamu atau lebih tepat keluarga dan tetangga yang hadir pada acara dadakan tersebut.
Acara sudah di gelar 2 jam yang lalu, Kevin baru tiba di acara setelah agak sepi. Begitu tiba ia langsung mengedarkan netranya mencari keberadaan Hasya. Baru beberapa langkah, gerak kakinya terhenti saat seseorang memanggilnya.
"Kevin ya?" seru si empunya suara tersebut, Kevin tertegun saat seorang wanita berjalan ke arahnya.
__ADS_1
"Iya,, maaf mbak siapa ya?" ucap Kevin bingung.
"Ya Vin, lo lupa sama gue, sedih lo gue"
"Hehee.." Kevin meringis tidak enak hati pada wanita itu karena benar-benar ia tidak ingat dengan perempuan itu.
"Ini gue lho Vin, Marsha! Tega banget sih lu ama temen sekelas juga" serunya, dan kemudian
"Ah.. ya, Marsha istrinya Tobi kan?"
"Dasar lu ye, ama laki gue aja inget ama guenya kagak," gerutu Marsha.
"Maaf maaf, faktor usia hehehe"
"Iya iya gue maafin, eh Bay The Way, gue kira elu yang nikah ama si Hasya, ya secara gue tau, lu sampai bela-belain buat pindah tugas ke Hongkong tuh demi ngejar si Hasya.." Kevin hanya tersenyum mendengar celotehan mantan teman sekelasnya itu. Beruntung Tobi datang menghampiri mereka.
"Eh bro lu juga dateng, " sapa Tobi, menyalami Kevin yang tengah menyimak celotehan istrinya.
"Iya nih baru dateng"
"Nih yang rujaknya, jangan nambah-nambah lagi ya nanti sakit perut nanti anak appa sakit" omel Tobi.
"Wah, Marsha lagi hamil Bi?"
"Iya,, doain yang ini beneran jadi kasian bini gue kalo keguguran lagi" kemudian Kevin berjongkok menghadap perut Marsha, Tobi dan istri jelas kebingungan dengan sikap Kevin tersebut.
"Nak, sehat-sehat ya, kasian ibu kamu udah kangen pengen ketemu kamu, jangan nakal, kamu harus kuat. Nanti om kasih permen dan coklat yang banyak kalo kamu udah lahir"ucap Kevin kemudian setelah berkata seperti itu Kevin kembali berdiri.
"Jatohnya anak gue dari dalam kandungan udah di sogok om-om ya, untung lu cakep" ujar Marsha gemas. Kevin terkekeh sembari memasukan kedua tangannya pada saku celananya.
"Ya udah deh, gue ke sana dulu ya" pamit Kevin pada dua temannya itu, setelah membuang nafas iapun melangkah menuju Hasya dan Zehan yang sedang bercengkrama dengan beberapa tamu di sana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...