The (Un) Lukcy Mr. Winter

The (Un) Lukcy Mr. Winter
Bab 20


__ADS_3

Alexa tengah duduk di depan cermin mengamati hasil riasan MUA yang merias wajah.


"Hasil riasan mu memang selalu terbaik " puji Alexa pada Kiki.


"Iya dong nek, lagian sekarang hari penting buat deseu masa akikah makeupinnya biasa-biasa aja sih" ucap Rizki atau Kiki sang Makeup artis dengan gaya yang lenjeh pada saat merias Alexa.


"Udah siap mbak Lexa" tanya seorang wanita salah satu kru EO. Alexa mengangguk lantas dengan di bantu sang MUA dan kru EO tadi Alexa di bantu berdiri dari tempat duduknya saat di rias tadi. Tangan Alexa di pegang oleh kru EO hingga mereka bertemu dengan Deren yang sudah menunggu mereka.


"Kamu camtik sekali sayang" puji Deren. Alexa tersipu mendengar pujian itu. Kemudian Alexa merangkul lengan Deren dan masuk ke Venue tempat acara pertunangan mereka di gelar, satu bulan kemudian mereka akan menggelar pernikahan mereka karena Alexa tetap menginginkan pesta pernikahab yang mewah meski sudah berbadan dua.


Alexa tiba di pintu ballroom yang sudah di dekorasi dengan mewah, dengan dominasi warna dark blue shapire dengan seliut rose gold. Orang-orang dengan pakaian yang tidak kalah mewahnya sudah banyak yang datang lebih awal 15 menit bahkan 30 menit sebelum acara di mulai. Ratusan orang dan awak media banyak di undang ke acara ini. Di samping Deren adalah satu dari sekian banyak CEO muda yang sukses ia juga salah satu anggota Genesis grup yang sedang digadang-gadang akan menggantikan posisi Zehan yang sedang rehab. Dan Alexa juga cukup memiliki nama besar dikancah pangguh permodelan nasonal dan internasional, maka tidak heran jika di malam ini mereka cukup menarik banyak perhatian publik terutama para tamu undangan acara malam ini.


Lampu sorot menyoroti mereka saat mereka sudah sampai di pintu ballroom yang kemudian di sambut dengan tepuk tangan meriah dari para tamu yang hadir. Alexa begitu cantik dengan gaun malam berwarna hitam dengan rambut yang ditata sanggul riasan yang natural makin memancarkan pesona elegannya, sedang Deren tak kalah gagahnya, tubuh tegapnya dibalut dengan setelan jas yang pasti mahal dan berkelas. Kemeja putih sebagai dasar, dan jas hitam serta dasi kupu-kupu. Rambutpun ia tata sehingga tidak yang menutupi dahinya yang paripurna. Mereka melangkah bersama seraya melambaikan tangan mereka bak seorang artis dan sesekali juga mereka menjabat tangan para pejabat yang hadir atau beberapa orang yang memberi mereka ucapan selamat, namun meski begitu tetap aja ada ucapan gosip-gosip miring terutama mengenai cinta segitiga mereka.


"Nanti kalo pak Deren lumpuh pasti ditinggalin lagi"--"Cantik sih tapi gila harta"--"Tapi kan memang cantik"-- " Eh eh lu ngarasa ngga sih kalo si Alexa rada ngisi badannya?"--Jangan-jangan..."--" Eehhh ssttt sstt dia lewat sini" bisik mereka, Alexa menatap sinis seraya tersenyum pada mereka, meski terlihat manis namun terasa menusuk hingga mereka yang bergosip kicep dibuatnya, setelah bercengkrama beberapa saat tak berselanglama acarapun dimulai. Saat sang MC membacakan rangkai acara yang cukup singkat, sambutan dari kedua orang tua, lalu ditambah oleh sambutan sekaligus lamaran Deren pada Alexa secara resmi.


"Assalamu’alaikum Wr. Wb.

__ADS_1


Puji syukur hanya kepada Allah SWT yang telah begitu banyak memberikan rahmat, hidayah, serta nikmat kepada kita semua sehingga kita dapat bertemu, berkumpul dan saling bersilaturahmi pada hari yang berbahagia ini dalam keadaan sehat wal'afiat." Deren mulai dengan sambutannya.


"Selamat malam Bapak, Ibu dan segenap keluarga serta para tamu undangan yang kami hormati. Terimakasih kami ucapkan telah berkenan hadir dalam acara kami malam hari ini."ucap Deren sembari didampingi oleh Alexa.


"Para hadirin, pada malam ini juga saya ingin mengungkap rasa syukur kepada Tuhan karena sudah diberikan satu hati untuk mencintai saya, yang sejujurnya sudah sejak lama saya menyimpan rasa suka yang sangat besar kepada dirinya. Dan sekarang Tuhan sudah mengabul satu dari sekian dari doa-doa saya" para hadirin menyimak dengan antusias sekaligus terbawa perasaan hanyut dalam alunan piano yang berdenting dan kata-kata Deren yang terdengar manis menggelitik perut siapapun.


"Dan di malam ini, disaksikan keluarga dan para tamu undangan izinkan aku dengan segala perasaan yang dititipkan Tuhan ini untuk membuat permohonan kepada wanita yang saya cintai ini.." Deren menghela nafas meredakan rasa gugupnya seraya menghadap ke arah Alexa kemudian menggenggam kedua tangan gadis itu.


...----------------...


"Gugup?" tanya Zehan melihat dari arah kursi rodanya mendongak ke arah Hasya yang terlihat sedikit panik.


"Jangan khawatir ada kami di sini. Hmm??" kata Zia berusaha menguatkan Hasya.


"Sejujurnya aku takut dengan rencana kita, aku takut aku malah membuat kacau semuanya" cicit Hasya, merasa ragu. Zia berjalan mendekati Hasya lalu menyampirkan helaian rambut yang menutupi wajah Hasya ke belakang telinganya.


"Kamu sangat cantik malam ini Sya. Bahkan kakak ku sejak tadi tidak henti-hentinya menatapmu sampai lupa ngedip karena terpesona"gurau Zia mencoba mencairkan suasana. Hasya melirik sekialas pada Zehan yang memang sedari tadi terus menatapnya dengan kagum. Perlahan Zehan meraih tangan gadis itu, lalu mengangguk, membenarkan apa yang dikatakan adiknya itu. Hasya tersipu malu, lalu membenarkan gaun hitamnya yang menjuntai dengan ekor yang menyapu lantai.

__ADS_1


"Dan aku yakin setelah di dalam sana, mendadak kakak ku akan memiliki banyak saingan, percayalah"


"Zi, jangan bilang seperti itu. Jika tidak malam ini aku tidak akan selamat oleh amukan cemburu kakak mu"


"Nikah dulu baru ngamuk" gurau Zia terkekeh. Zehan yang mendengarnya hanya mencelos dengan muka masam, karena dia harus tetap menunggu sekitar beberapa minggu lagi baru bisa melakukan apapun pada Hasya.


"Tinggal beberapa minggu ini tuan," Gibran berusaha mengembalikan mood Zehan.


"Kau benar" ucap Zehan, dengan smirk tersungging di sudut bibirnya membuat Hasya bergidik ngeri saat menatapnya.


"Kita masuk?" Hasya mengangguk kemudian berjalan di samping kursi roda Zehan dengan elegant, Zia dan Gibran mengikuti mereka dari belakang, memasuki pelataran ballroom yang sudah sepi yang artinya mereka sudah terlambat untuk membuat kehebohan di awal karena acara sudah di mulai setengah jam yang lalu, yang sesuai dengan rencana mereka untuk menjadi pusat perhatian nantinya.


Setelah dilakukan pengecekan undangan merekapun dipersilahkan masuk ke dalam ballroom yang terlihat sangat mewah. Jari jemari Hasya menggengam erat cluth yang dibawa tangan kirinya. Zehanpun menggenggam lalu mencium punggung tangan kanan Hasya yang sedari tadi ia genggam untuk menenangkan Hasya yang sedang gugup perempuan yang menjadi pendampingnya malam ini.


...****************...


__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2