The (Un) Lukcy Mr. Winter

The (Un) Lukcy Mr. Winter
Bab 131


__ADS_3

"Saya terima nikah dan kawinnya Tania Rie Hashimoto binti Alm Hideaki Hashimoto dengan mas kawin, seperangkat perhiasan 33gram, uang tunai USD$ 33,333, dan sepasang kucing ras scottich fold dibayar tunai !!!"


"Bagaimana para saksi? Sah?!"


"SAH !!!"


Pagi itu, Tania telah sah menjadi istri Zesya dalam satu kali tarikan nafas. Rasanya baru kemarin mereka saling berkenalan, lalu tinggal di satu atap karena insiden kebakaran, dan hari ini mereka sudah sah menjadi suami istri.


Dekorasi bernuasa serba putih, keemasan dan baby blue terasa mewah dan elegant tetap tercipta walau dengan waktu yang sangat mepet. Beruntung Zia sudah berpengalaman mengadakan acara pernikahan bersifat dadakan namun tetap terkonsep dengan baik.


Senyum tersungging di bibir Zesya sesaat setelah ia melepas jabatan tangannya dari tangan pak penghulu yang menjadi wali hakim perhikahannya dengan Tania bersamaan kata Sah dari para saksi yang tercetus mengirinya. Tania terlihat malu-malu saat akan meraih tangan Zesya untuk mencium punggung tangan pemuda yang beberapa detik lalu sudah menjadi suaminya, yang berarti juga sebagai tanda mulai detik itu telah resmi Zesya mengambil tanggung jawab atas dirinya. Zesya pun segera menaruh tangan kirinya lalu mengusap lembut puncak kepala istrinya sambil membacakan doa


Allahumma baarikli fi ahli wa baarik li-ahli fiyya warzuqhum minni warzuqniy minhum.” Yang artinya: “Ya "Allah ya Tuhan, berkahilah aku dalam permasalahan keluargaku. Berkahilah keluargaku dalam permasalahanku, berilah keluargaku (istri dan keturunan) rezeki dariku, dan berilah aku rezeki dari mereka.


lalu dilanjutkan dengan


Allahumma inni as-aluka khairaha wa khaira maa jabaltaha alaihi, wa a'udzubika min syarriha wa syarri maa jabaltaha alaihi.” Artinya: “Ya Allah, aku memohon darimu kebaikan istriku dan kebaikan dari tabiat yang kau simpankan pada dirinya. Dan aku berlindung kepadamu dari keburukan istriku, dan keburukan dari tabiat yang Kau simpankan pada dirinya.” setelah selesai manik mata keduanya beradu sesaat, Zesya kemudian mencondongkan sedikit kepalanya mencium lembut kening sang istri diiringi suara-suara dari teman-temannya yang saling bersahutan menggoda mereka.

__ADS_1


Lalu MC acara mengarahkan keduanya untuk sungkemanan doa dari para orang tua mereka. Tania segera menghampiri mamanya yang duduk bersimpuh tidak jauh darinya.


"Mah," air mata Tania kini membuncah saat sang mama meraih tubuhnya.


"Jangan menangis sayang hiks.." kata Irma sedang ia sendiri sudah berlinangan air mata sejak Tania keluar dari kamar rias.


"Mah,, hiks,, makasih ya mah karena mama selalu sabar sama Tania, hiks,,makasih karena mama udah ngandung Tania selama 9bulan lamanya, udah ngerawat Tania sampe sekarang, hikss,,, Meski papa udah ngga sama kita lagi, hikss tapi mama tetep berusaha ngasih yang terbaik buat Tania,, Hiiikkkss  maafin Tania ya mah udah banyak nyusahin mama,, HIIIiiiikkkkss,, kadang suka bantah apa kata mama juga,, tolong maafin Tania ya Mah,, Mama jaga kesehatan pas nanti Tania harus pergi ikut sama Zesya, mama juga harus panjang umur ya mah, biar tetep bisa nemenin Tania sampai nanti ya mah,,Hiiikkkss.. Mah,, doain Tania supaya bisa jadi istri yang baik buat suami Tania ya mah,, doain bisa sekuat mama,hiiikkksss,, doain pernikahan Tania bisa sakinah, mawadah, warahmah ya mah,, hhhiikkkkksss" ungkap Tania dalam haribaan sang Mama.


"Sayang, sebelum kamu minta doa dan minta maaf, mama udah doain kalian terutama putri mama semata wayang ini agar selalu dilimpahi kebahagiaan, hiiksss semua kalian berdua bisa meghadapi berbagai ujian pernikahan agar terwujud keluarga yang harmonis tetep sejalan. HiKkksss Sayang, kurang-kurangin sifat manjanya ya nak, sekarang kamu sudah jadi istri orang, perlahan belajar dari kesalahan orang disekitarmu ambil yang baik buang yang jeleknya ya nak..hiikkksss.. " lalu mereka pun saling berpelukan dengan erat sama-sama saling menumpahkan emosi mereka yang membuncah. Kemudia  Irma beralih kepada Zesya yang sedari tadi mengusap usap punggung istrinya.


"Nak Zesya, mama titip Tania ya nak. Tolong jaga dan jangan sakiti hati juga raganya. hiiikkksss,, tolong nak Zesya juga lebih bersabar, saling memaklumi kalo-kalo sifat ego kalian sedang timbul, sejatinya dewasanya sebuah rumah tangga bisa terwujud ketika sang suami mampu menahan ego dan memiih bersabar.hikkksss tolong maklumi Tania kalau-kalau dia memiliki sifat manja yang agak berlebihan,,, hiikksss dan tolong maklumi jika putri semata wayang mama ini menuntut kamu menjadi figur sosok pengganti almarhum papanya juga ya nak,, Hikksss"


Zesya dan Tania kemudian beralih kepada kedua orang tua Zesya yang sudah nenunggu mereka dengan isak tangis harus kebahagiaan.


"Mah.."


"Udah Zes, mama doain kalian. hikksss kalian yang rukun ya nak" potong Hasya singkat. Zesya pun beralih kepada Zehan. Bukan apa-apa namun Hasya tidak ingin moment bahagia itu menjadi terlalu banyak keharuan berbalut kepiluan. Zesya dan Tania melanjutkan ke deretan keluarga lainnya. Semua orang hadir dengan doa senyum yang terkembang serta doa-doa terlantunkan untuk pasangan pengantin baru kita.

__ADS_1


Meski Hasya seolah menolak ungkapan dari Zesya dan Tania namun sejujurnya ia yang banyak menangis sejak Zesya mengatakan ingin memboyong Tania bersamanya ke ke Inggris setelah memutuskan memilih Oxford Univercity sebagai universitas pilihannya, namun dengan status sebagai seorang istri, bukan hanya sebagai tunangannya. Padahal kala itu Hasya dan Zehan sudah membujuknya untuk tunangan saja dulu mengingat usia Tania dan Zesya masih terlalu belia untuk menikahm Tapi Zesya tetap kekeh berusaha meyakin kedua orang tuanya jika ini adalah keputusan paling tepat dengan menjadikan Tania istrinya sebelum Zesya melanjutkan jenjang pendidikannya.


Melihat kesungguhan putra mereka mau pada akhirnya merekapun menyetujui keinginan Zesya untuk menikahi Tania.


Namun begitu Zehan memberinya syarat sekaligus tantangan kepada Zesya. Sebagai syarat, Zesya harus mau bekerja di perusahaan anak cabang milik keluarga Akhilendra yang berada di Inggris Raya, Zesya juga harus mendapatkan beasiswa penuh untuk pendidikannya di sana, dan yang ketiga Tania tidak boleh hamil sebelum usia mereka 23tahun. Zehan bukan menolak rezeki seorang anak, tapi sebagai seorang ayah ia hanya ingin putra benar-benar siap matang secara alami, juga bertujuan agar Zesya dan Tania bisa menikmati masa pacaran mereka setelah menikah. Hingga pada saatnya Zesya dan Tania memiliki anak, baik Tania atau Zesya sudah memiliki banyak gambaran tentang parenting. Zesya pun menyetujui semua persyaratan yang diberikan oleh papanya.


Zehan lalu meremas lembut bahu istrinya yang masih menyeka air matanya dengan tissu sembari melihat ke arah Tania dan Zesya yang sedang meminta doa restu kepada kerabat lainnya.


"Tugas kita belum selesai sayang, kita masih ada bocil kematian yang setiap detiknya harus kita awasi.. hmm?" gurau Zehan. Hasya menoleh kepada suaminya sambil tersenyum heran, sejak kapan suaminya bisa bergurau seperti ini.


"Kenapa?? Aku kan cuma Mister winter saat di kantor, sedang saat bersama mu aku tetap Mister hot and romantic bukan?" Hasya terkekeh kembali.


"Sayang, terima masih karena kamu tidak benar-benar pergi meninggalkanku. Terima kasih hingga saat ini kamu tetap merawatku seperti dulu. Dan tolong maafkan aku karena pernah mengabaikanmu. Tapi aku sungguh-sungguh mencintaimu" cup satu kecupan lembut dan cepat mendarat di bibir Zehan.


"Aku juga mencintaimu, berkat mu aku bisa mendapatkan banyak kebahagiaan dan banyak menerima cinta kasih. Aku sangat mencintaimu Mister Winter" ungkap Hasya tersenyum lebar sembari melihat ke arah wajah tampan suaminya yang seolah tidak pernah memudar oleh waktu. Justru yang ada ia malah makin menggoda dan kharismanya makin memancar padahal usainya sudah memasuki akhir empatpuluan.


__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...T A M A T...


__ADS_2