The (Un) Lukcy Mr. Winter

The (Un) Lukcy Mr. Winter
Bab 71


__ADS_3

"Jika mama masih belum bisa menerima papa seutuhnya bagaimana aku bisa lahir?" tanya anak itu. Lagi-lagi Hasya mengernyih dengan bingung kepada anak itu.


Gadis itu melambaikan tangannya meminta Hasya untuk merunduk lalu dengan lembut anak itu menarik Hasya agar berdiri di atas lututnya agar bisa menyamakan tinggi mereka. Anak itu lantas memeluk Hasya, meski Hasya sempat bingung harus berbuat apa, namun kemudian ada perasaan hangat mengalir dalam dirinya, perlahan keduatangan Hasyapun memeluk tubuh mungil gadis kecil itu.


"Ma, aku tau perasaan mama seperti apa. Aku juga tau mama sedang berusaha memberi papa kesempatan kan? Mama juga sangat mencintai papa, karena itu tolong hilangkan keinginan untuk menjauh dari papa" tiba-tiba saja air mata Hasya mulai mengalir, tergorokannya terasa panas tercekat saat anak itu mengusap-usap punggung Hasya dengan lembut dan hangat. Lidah Hasya seolah kelu hingga ia hanya mampu menelan salivanya saja tanpa mampu menjawab kata-kata anak itu.


"Ma, jika mama masih berpikir untuk meninggal papa, maka mama akan terus berada di sini. Jika seperti itu akupun akan segera menghilang, mama juga mungkin tidak akan bisa melihat papa dan kak Zesya lagi. Mama boleh marah pada papa, mama juga boleh menghukum papa tapi aku mohon hilangkan keinginan mama untuk meninggalkan papa lagi." Hasya hanya mengisak mendengar penuturan anak itu, jelas ia menyadari sesaat sebelum ia kehilangan kesadaran saat akan dioperasi ia sempat berpikir untuk meninggalkan Zehan meski Hasya sudah berkata ia akan memberi kesempatan pada Zehan. Namun ia kembali berpikir rasanya ia ingin kembali menghilang saja dengan membawa Zesya, tentunya dengan meminta bantuan Nayuwan seperti beberapa tahun lalu.


Sejujurnya ada rasa penasaran juga bagaimana caranya Nayuwan bisa menyembunyikan dirinya dari Zehan hingga begitu lama, seolah-olah dirinya tertutupi oleh sesuatu hingga Zehan tidak mudah untuk menemukannya.


Flashback


Nayuwan menatap iba perempuan yang sedang duduk di depannya.Ia mengerti bahwa perasaan Hasya yang sedang terombang-ambing, kalut, juga kecewa dengan sikap Zehan yang makin lama makin dingin kepadanya namun lebih memperhatikan Alexa dan anaknya. Perasaan getir saat melihat Zehan mengadzani anak Alexa, seolah ia sedang diejek karena belum bisa memberikan Zehan seorang keturunan. Hari demi hari setelahnyapun Zehan makin jarang memberinya perhatian, meski ia berusaha melawan Alexa dan mempertahankan posisinya di rumah itu namun ketika Zehan lebih mendengarkan apa yang dikatakan oleh Alexa maka runtuh saja semua tembok yang sudah ia bangun dengan susah payah.

__ADS_1


Perasaannya makin hancur ketika Zehan berteriak keras sambil mengacungkan tangannya tepat ke wajahnya sambil terus menuduhnya berselingkuh dengan Kevin, harga dirinya benar-benar terluka karena Zehan melakukan semua itu tepat dihadapan Alexa yang notabennya adalah mantan kekasaih Zehan. Hatinya seolah-olah ditusuk berkali-kali ketika menyadari Zehan seolah hanya pelampiasan akan kekecewaannya pada Alexa, namun Hasya juga tidak menyalahkan sepenuhnya jika memang perasaan Zehan saat itu masih belum benar-benar selesai dengan perasaan masa lalunya. Ia cukup menyadari Zehan bisa menatapnya dengan tatapan jijik seperti saat ini karena ia memang menyukai Zehan sejak awal bertemu dengannya.


Hingga iapun mengikuti alur Zia yang ingin membalas sakit hatinya pada Alexa dengan menggunakan dirinya sebagai bahan pembanding untuk merendahkan Alexa. Dan ya kenyataannya memang faktanya kehadirannya cukup melukai harga diri Alexa. Karena di saat Hasya pertama kali muncul semua media menyorotnya. Hampir semua orang membicarakan dirinya, mencari tahu hingga detail mengenai latar belakangnya, dan karena sorotan media juga umpan-umpan yang disebarkan oleh Zia, ia pun mendapat julukan "Cinderella masa kini".


"Bagaimana perasaanmu sekarang?" tanya Nayuwan.


"Seperti yang teteh lihat, aku baik-baik saja."


"Kamu yakin Sya? Akan tetap menghukum Zehan dengan cara seperti ini?" Hasya mengangguk menegaskan semuanya. Nayuwan menghela nafasnya dalam-dalam. Iapun tidak akan bisa berkomentar apa-apa lagi, karena semua luka yang dirasakan Hasya berbeda dengan luka-lukanya di masa lalu. Hasya lebih rapuh dari dirinya yang dulu. Terlebih Zehan adalah cinta pertama Hasya akan lebih sulit menasehati orang yang hatinya terluka namun disaat yang bersamaan rasa cintanya juga dalamnya.


"Iya teh, semoga saja seperti itu." ada rasa perih ditenggorokannya saat ia mengatakan hal itu pada Nayuwan, karena ia berusaha agar air matanya meluncur bebas dihadapan Nayuwan, seorang wanita yang beberapa waktu ini selalu menjadi pendengar setia semua keluh kesahnya. Meski terkadang ada kalanya Nayuwan memberinya nasehat dengan kata-katanya yang menusuk, namun entah kenapa malah menjadi pelipur untuknya, setidaknya ia masih bisa bercerita bebas mengenai apapun kepada Nayuwan tanpa penghakiman dari Nayuwan.


"Baiklah," Nayuwan kemudian beranjak dari kursi tempat duduknya dengan perasaan enggan untuk meninggalkan Hasya di sana sendirian.

__ADS_1


"Sudah waktunya aku pulang, nanti suami ku bisa mengomel kalo ia tau aku meninggalkan rumah terlalu lama. Sini peluk aku dulu" Hasyapun memeluk Nayuwan dengan begitu emosional, bahkan dulu sewaktu ia akan berangkat ke Hongkong untuk menjadi TKW tidak seberat perasaannya saat ini.


Beberapa menit berlalu saat Hasya sudah bisa menenangkan dirinya merekapun saling melepaskan pelukan mereka.


"Sya, setelah aku meninggalkan tempat ini, mungkin tidak akan bisa menemui mu lagi, tapi jangan khawatir semuanya sudah aku siapkan dengan baik, jadi aku hanya akan mengawasi mu dan suamimu dari jauh. Kamu ngga apa-apa?" tanya Nayuwan sekali lagi. Hasya hanya mengangguk sambil membersihkan sisa air mata yang membasahi pipinya.


"Kamu di sini saja, tidak usah antar aku" kata Nayuwan sembari menyampirkan tasnya kebahunya, iapun mengambil kunci mobil dan ponselnya yang ia gelatakan di atas meja sejak ia datang berkunjung tadi. Hasya hanya mengangguk saja mengiyakan tanpa bertanya kenapa. Lantas Nayuwan segera beranjak melangkah menuju ke mobilnya yang terparkir di halaman rumah Hasya yang luas. Hasya menatap punggung wanita itu dari teras. di tengah perjalannya Nayuwan tiba-tiba berhenti tepat di tengah-tengah halaman rumah Hasya. "Baiklah, mari kita mulai," gumamnya sendiri. Hasya memperhatikan dengan herap saat Nayuwan tiba-tiba berdiri saja di tengah-tengah halaman rumahnya.


"Aku bukan orang kejam, tapi seru juga kalo aku tutup mata semua orang yang mengenal Hasya selama beberapa tahun." gumamnya lagi "Baiklah Tuan Zehan, mari kita lihat seberapa kuat tekad dan perjuanganmu dan seberapa besar rasa sesal dan cinta mu pada Hasya" gumamnya kali ini bibirnya menyeringai tipis saat melayangkan pikirannya pada Zehan. Setelah itu iapun berbalik kepada Hasya lalu melambai tangan pada Hasya tanda perpisahan mereka. Nayuwan pun berlalu meninggalkan kediaman Hasya.


"Sring" sekilas Hasya seolah melihat seberkas cahaya seperti tertabrak saat Nayuwan melewati pagar rumahnya namun Hasya kemudian mengabaikannya, mungkin itu hanya pantulan dari mobil Nayuwan pikir Hasya. Namun sebenarnya itu adalah radius pembatas yang dibuat oleh Nayuwan untuk menghalangi Zehan atau siapapun orang yang berkaitan dengan Zehan tidak bisa melihat Hasya jika sudah masuk ke dalam radius tersebut, meski diawalnya sebenarnya sudah melihat Hasya namun mereka akan gagal menemukannya meski sebenarnya jarak mereka hanya satu langkah tetap mereka tidak akan bisa melihat Hasya, karena hanya kekuatan usaha, pengorbanan, serta kepasrhan Zehan saja yang pada akhirnya akan menuntun mereka untuk kembali bertemu, hingga kapan itu tergantung seberapa besar rasa sesal yang ditanggung oleh Zehan dan itulah yang membuat Nayuwan menyeringai saat memikirkan Zehan yang pasti akan kelabakan seperti orang gila saat berusaha mencari Hasya.


"Selamat berjuang tuan Zehan, semoga tidak terlalu lama waktu yang kamu butuhkan untuk menyadari semua kesalahanmu terhadap Hasya" gumam Hasya saat mobilnya sudah melewati selimut yang dibuatnya.

__ADS_1


**Flashback off


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ**...


__ADS_2