
Di kantin sekolah, Tania sudah menunggu Zesya dengan antusias. Dari kejuahan Zesya melihat gadis itu yang sedang celingukan ke semua arah mencari seseorang. Tentu saja yang dicari gadis itu adalah Zesya. Ketika sedang minum lemon tea digelasnya Zesya langsung duduk begitu saja bersebrangan dengan Tania.
"Ah sudah datang, " sambut Tania tersenyum lebar. Zesya tida menjawab, seperti papanya wajahnya memang cenderung kurang ekspresi apalagi dengan seseorang yang baru ia temui.
"Kamu ada keperluan apa mencari saya?" tanya Zesya
"Uhuk uhuk..." Tania langsung terbatuk karena tersedak begitu mendengar kalimayt formal Zesya. "Saya?? ya ampun kaku banget sih nih orang" kata Tania dalam hati.
"Galak bener sih pak" kata Tania mengerucutkan bibirnya. Zesya hanya bergeming mendengus seraya memperhatikan tingkah gadis itu sambil melipat tangannya di depan d*danya yang bidang.
"Gini, hari ini aku baru pindah ke sekolah ini. kata anak-anak yang lain kalo mau ikut ekskul karate katanya di suruh nemuin kamu.."
"Kamu langsung saja ke ruang latihan hari selasa, nanti administrasi dan lain-lain Rena yang jelasin, udah itu doangkan?"
"Ramah dikit napa pak?" sekali lagi Zesya menghela nafas.
"Okay,,, maaf" Tania tersenyum begitu mendengar Zesya mau berlapang dada mengakui kesalahannya yang sudah bersikap ketus kepadanya.
__ADS_1
"Kamu kan ketua OSIS, bisa ngga kamu temenin aku keliling sekolah ini, biar aku cepat adaptasi."
"Pertama jangan panggil saya bapak, panggil nama saja karena kita masih satu angkatan, kedua semisal kamu mau ikut ekskul apapun yang ada di sekolah ini silahkan datang langsung ke tempat latihannya. Dan ketiga kalo kamu ingin saya jadi guide tour sekolah ini mulai hari Senin, setiap jam istirahat pertama temui aku di sini, ada yang kurang paham?" ucap Zesya suara baritonnya terdengar lebih lembut di telinga Tania.
"Hmm.. kalo ini boleh ngga saya minta sesuatu yang agak pribadi?" Zesya berkerut kening serta mendelik tajam pada Tania sontak gadis itu langsung memundurkan tubuhnya sedikit.
"Bukan..bukan sesuatu yang aneh kok" kata Tania sambil mengibas-ngibaskan kedua tangannya di samping d*danya.
"Apa?"
"Mana ponsel kamunya?" wajah Tania ceria lagi saat mendongak melihat Zesya dan buru-buru mengeluarkan ponsel pintar lipat miliknya lalu menyerahkannya pada Zesya.
Tania memperhatikan dengan seksama wajah pemuda tampan yang duduk tepat bersebrangan dengannya. Hidung mancung lurus, rahang tegas bak pahatan seorang masterpiece, kulitnya bersih meski tidak seputih Tania mungkin karena ia sering melakukan kegiatan diluar kulitnya jadi agak kecoklatan namun tetap saja lebih putih dibanding orang Indonesia pada umumnya. Lengannya terlihat kokoh, d*danya yang terlihat bidang meski tertutup kemeja seragam, pinggangnya yang juga terlihat ramping, turut memberikan kesan jika ia adalah sosok yang tajam, dingin namun pekerja keras. Beberapa kali Tania menghirup udara ke hidungnya dalam-dalam dan menghembuskannya dengan perlahan juga. Bukan hanya karena ia terus merasa gugup dengan sosok Zesya, tapi ia juga sedang menikmati aroma mint, citrus juga tercium wangi ceri dari tubuh pemuda itu, aroma segar sekaligus menenangkan itu benar-benar memanjakan indra penciuman Tania. "Ya Tuhan ini sungguh indah ciptaanmu" ungkap Tania dalam hati.
"Zess " panggil seseorang dari koridor kelas tidak jauh dari tempat duduk mereka sekarang.
"Oy " sahut Zesya melambai tangan seraya tersenyum. Tania kembali terpesona melihat Zesya yang tersenyum itu, "Zesya,, dia ternyata bisa berekspresi seperti itu juga? " entah keberapa kali Tania mengungkapkan kekagumannya pada Zesya dalam hati, ia benar-benar perpesona pada wajah tampan itu, apalagi saat Zesya menoleh sembari melambaikan tangannya menyahut ramah pada pemuda lain yang menyapanya itu.
__ADS_1
"Ini,, aku udah save nomor ku" ucap Zesya terdengar lebih akrab lagi saat ia menggunakan kata "aku".
"Makasih ya" kata Tania dengan mata berbinar cerah.
"Oya.. hmmm maafin aku ya.. "
"Maaf buat apa?" selidik Tania dengan mata bulat berkedip terlihat seperti kelinci menggemaskan di mata Zesya.
"Tadi aku udah bersikap ketus sama kamu. Maafin ya, aku memang begitu kalo sama orang yang belum aku kenal"
"Ooh ngga apa-apa kok,, santai aja."
"Kalo gitu aku ke sana dulu ya, sampai ketemu hari senin" ucap Zesya sembari beranjak dari tempat duduknya.
"Iya.. sampai ketemu hari esok" kata Tania berucap pelan, Zesya pun tersenyum lantas berlalu pergi meninggalkan Tania yang masih melihat punggungnya yang lebar. "aaahh.. mami.. Tania jadi pengen cepet-cepet nikah, tapi sama orang itu" ucap Tania sambil diam-diam ia mengambil poto Zesya secara diam-diam, dan beberapa foto tangkapan candidnya terlihat sangat bagus apalagi saat Zesya tersenyum. Ah manisnya lebih dari madu gumam Tania.
...****************...
__ADS_1