The (Un) Lukcy Mr. Winter

The (Un) Lukcy Mr. Winter
Bab 40


__ADS_3

"Dan sekali lagi aku merasakan kemarahan dan kecemburuan yang lebih lagi ketika Zehan datang pada malam pesta pertunanganku dan Alexa. Sekali lagi Zehan berhasil mencuri perhatian semua orang dan itu benar-benar muak. Apalagi Hasya begitu muncul ia langsung menjadi headline news terlebih ia terlihat begitu akrab dengan Nayuwan istri Gavin. Aku benar-benar muak melihat semua itu !" ungkap Derren dengan mata memerah. Lalu terdiam untuk menguasai emosinya. Zehan pun tetap diam namun tatapan sudah tidak setajam tadi, tatapannya kini lebih terlihat seperti kasihan pada mantan sahabatnya tersebut.


"Lalu kenapa kau sampai berpura-pura koma padahal permainan seperti itu akan sangat mudah terbongkar ?" tanya Zehan sambil menyondongkan tubuhnya, sedang buku-buku jari jemarinya yang saling menopang dagunya.


"Itu semua rencana Alexa. Aku awalnya tidak setuju karena aku sedang mengurus beberapa proyek. Tapi karena Alexa terus merengek, akhirnya aku mau menurutinya karena aku ngga mau sampai terjadi apa-apa pada anak ku" kata Derren makij menundukan kepalanya.


"Alexaaa !!! Aku benar-benar muak padamu !!!" bentak Zia tidak bisa lagi menahan emosinya.


"Kak !! Aku benar-benar ingin membunuh wanita ular ini !!" pekik Zia yang benar-benar dibuat gusar oleh Alexa.


"Sekarang apa yang ingin kamu katakan pada kami Lexa ? Oia ,, tapi sebelum kamu mengungkap apapun yang ada di dalam isi kepalamu itu, aku peringatkan padamu. Hidup dan mati anak dan suamimu ada ditanganku sekarang" ancam Zehan.


Alexa menutup matanya bersamaan ia menghela nafas dalam-dalam. Kali ini ia tidak bisa berkutik lagi. Meskipun ia masih memiliki segudang rencana namun jika yang menjadi sandranya adalah Rexa, ia tidak mungkin lagi melanjutkan semuanya. Ia sama sekali tidak ingin melibatkan anaknya dalam perseteruan ini. Mau dibulak balik hingga jungkir balik dunia ini tetap saja semua ini terjadi karena iri dengki Alexa dan Derren saja, yang tidak menerima kebahagiaan orang lain.


"Baiklah. Kali ini aku akui aku kalah. Seperti halnya suamiku, aku juga tidak bisa menerima kenyataan bahwa di dunia ini ada perempuan yang lebih cantik dari ku, terlebih setelah mengetahui jika dirinya dulu hanya seorang TKW yang merawatmu saat lumpuh, lalu kemudian berhasil menikah dengan mu, yang menjadikan dirinya wujud nyata Dongeng Cinderella jelas itu membuat harga diriku terluka. Terlebih ketika aku hamil dan mendapati bentuk tubuhnya tidak seindah dulu. Sedang dia malah makin hari malah semakin berkilau. Semakin aku mengikutinya, aku semakin benci padanya terlebih saat aku mengetahui dia begitu dicintai oleh banyak orang tanpa dia harus bermulut manis kepada mereka. Gambaran dirinya seolah dia seorang dewi yang tulus dan murni itu makin membuatku muak." terang Alexa.

__ADS_1


"Dan ketika aku mengetahui jika ada pria lain yang juga begitu tulus mencintainya, hatiku makin terbakar karena terus membandingkan kehidupanku dengan Derren yang penuh kemunafikan. Karena bukan sekali dua kali aku menangkap basah Derren berselingkuh."


"Itu karma seorang pengkhianat !" julid Zia.


"Lalu aku meminta Derren untuk berpura-pura koma agar aku bisa masuk lagi ke dalam kehidupan Zehan. Karena aku tau pasti, meski dia sangat dingin namun hatinya tetap tidak akan tega membiarkan anak ku kesulitan. Dan aku memanfaatkan kesempatan itu untuk mendapat celah untuk membuat rumah tangga Zehan hancur dengan bumbu perselingkuhan. Tentu itu juga akan menguntungkan suami ku, di saat Zehan lengah perusahaan menjadi tidak stabil dan suami ku bisa mengambil alih kekuasaan di Genesis grup" terang Alexa.


"Wah wah.. Hebat sekali otak licik mu itu. Pck,, sayangnya skenario mu itu kurang berjalan mulus" cibir Zia.


"Dan soal foto-foto Hasya dengan Kevin, aku mendapatkannya sendiri secara tidak sengaja saat anak buah Zehan terus membuntutiku. Dalam pelarian itu aku melihat mereka sedang mengobrol di sebuah caffe, tentu saja aku menjadikan semua itu senjata agar bisa mengenyahkan Hasya dengan keadaan yang menyedihkan. Namun sebenarnya aku sedikit kecewa karena segimanapun aku berusaha mencari masalah dengannya, dia selalu berperan seperti wanita lemah yang menerima saja, meski terkadang ia melawanku, tapi tetap saja aku kecewa karena ia benar-benar mengabaikanku."


"Sekarang Hasya sudah pergi dari sini apa kamu sudah puas?!" tanya Zehan dengan tatapan yang menyeramkan. Melihat hal itu seketika tubuh Alexa bergetar hebat, dengan susah payah ia mengatur pernafasannya serta menelan salivanya dengan susah payah. Ia menyadari kali ini Zehan benar-benar marah dan tidak mungkin melepaskannya begitu saja. Tanpa berpikir panjang Alexa langsung duduk bersimpuh dihadapan Zehan.


"Sniff... Ze,, aku tau, aku sudah keterlaluan, tapi Ze sekali ini saja tolong maafkan kami. Aku berjanji pada kalian, ini kali terakhir kami mengusik hidup kalian. Tapi tolong lepaskan kami Ze. hiks...hhh... aku mohon pada mu Zi,hiks.. jangan tolong maafkan semua perbuatan kami.."


"Maaf katamu ?! Heh ! wanita ular !! Kamu lihat sendirikan, karena ulahmu sekarang kakak iparku menghilang seperti ditelan bumi" bentak Zia.

__ADS_1


"Hikss ia Zi, aku salah, karena aku yang memulai semua ini maka aku akan bertanggungjawab untuk semuanya, aku akan membantu kalian mencari keberadaan Hasya. Tapi tolong maafkan kami dan lepaskan anak ku dan tetap biarkan bersama ku. hikss"


"Heh ?! Apa maksudmu Xa? Apa kamu pikir aku akan membunuh anak mu?! kau benar-benar gila !!"


"ah.itu.." seketika lidah Alexa kelu tak bisa berkata-kata.


"Sekejam-kejamnya aku paling hanya akan membuang kalian ke Korut!"


"Kenapa ngga bunuh aja sekalian aja Ze, daripada kamu harus membuang kami ke Korut ?" sahut Derren.


"Biar kalian mati perlahan, tapi jika aku melakukan hal itu masalah ini tidak akan pernah selasai bangs*t !!" ucap Zehan jengkel. Derren terperanjat saat begitu mendengar ucapan Zehan, meski terdengar lirih namun menohok hatinya dan membuatnya langsung berlutut , tertunduk, terhuyung lemas, menangis sejadi-jadinya, menyadari semua ini hanyalah sia-sia belaka.


"Berhenti menangis kalian berdua, atau aku akan benar-benar membuang kalian ke Korut tanpa anak kalian! Cepat bangun sebelum aku berubah pikiran !" mendengar hal itu sepasang suami istri itu sekali lagi benar-benar dibuat terperangah. Semudah itukah Zehan memaafkan mereka? Dia saling menoleh, melihat pada wajah setiap orang, meyakinkan bahwa apa yang ia dengar tidak lah salah. Dan sebuah anggukan kecil dari Gibran meyakinkan mereka berdua jika Zehan sudah benar-benar memaafkan mereka.


"Jangan senang dulu kalian !! Kak Zehan boleh saja melepaskan kalian karena masih memikirkan nasib anak kalian yang masih kecil, tapi tidak dengan ku !! Aku belum akan memaafkan kalian sebelum kak Hasya juga memaafkan kalian, terutama kau Lexa, kamu harus berlutut padanya sama seperti kamu memohon mengampunan kakakku hari ini. Untukmu kak Derren sampai kak Hasya ditemukan maka perusahaan kakak akan berada di bawah pengawasan suamiku. Dan hukuman untuk mu adalah kamu akan menjadi pembantu ku selama kak belum ditemukan. Jadi berdoalah semoga kak Hasya lekas pulang !" ungkap Zia menyeringai culas pada Alexa yang menatapnya dengan ngeri.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2