
Setelah Alexa tinggal sementara di kediaman Hasya dan Zehan semua nampak baik-baik saja. Namun sejujurnya Zehan tengah menanam bom waktu dalam pernikahannya dengan Hasya. Seperti biasa pagi itu Hasya menyiapkan sarapan untuk mereka berlima, ya berlima. namun sejak kehadiran Alexa kehangatan di keluarga itu perlahan memudar, di tambah Zia juga mulai jarang berkunjung karena sibuk mengurusi bayinya, dalam seminggu paling mereka sempatkan dua kali saja untuk sarapan bersama di mantion kakaknya.
Sebenarnya Judistia hanyalah alasannya untuk tidak sering-sering berkunjung ke mantion Zehan. Ia muak jika terlalu lama harus terus berhadapan dengan perempuan yang sudah membuat kakaknya hancur hingga sedemikian, namun Zehan tetaplah Zehan yang meski dari luar nampak seperti gunung es, namun hatinya mudah tersentuh. Begitupun dengan Hasya begitu mendengar kejadian yang menimpa Alexa ia kesulitannya di masa lalu saat Zehan tengah depresi seakan memuai begitu saja.
"Praang !!" suara piring jatuh, hancur membentur lantai dapur.
"Maaf maaf aku tidak sengaja." ungkap Alexa dengan wajah panik.
"Udah biar aku aja." seru Hasya setengah berlari menuju Alexa yang sedang memunguti pecahan piring yang baru saja pecah karena kecerobohan Alexa.
"Lagian kamu ngapain di situ. Tangan mulus kamu itu kan ngga pernah di pake kerja di dapur, sok kerajinan banget! Heran !!" ucap Zia ketus. Alexa hanya tertunduk seolah-olah merasa sangat bersalah dengan apa yang baru saja terjadi.
Alexa berdiri tepat Hasya berlutut memunguti pecahan beling di dekat kakinya. "Pungutlah pecahan beling itu karena itu memang pantas untuk mu" ucap Alexa dalam hati.
"Hasya berhenti !" seru Zehan tiba-tiba. Seketika senyuman licik yang tersungging tipis di bibir Alexapun menghilang.
"Tapi mas, nanti bisa kena orang pecahan belingnya" ucap Hasya.
"Aku bilang berhenti. Apa kamu tidak sadar jika tanganmu sudah tergores hah??!" ucap Zehan menatap tajam ke arahnya. Zia terbelalak begitu melihat jari tangan Hasya sudah memerah karena dar*h.
"Astaghfirullah kak!" pekik Zia sembari mendorong kursianya ke belakang lalu berlalu menuju Hasya dengan sebuah serbet yang ada di sana.
"Kakak, kok bisa luka begini" pekik Zia sembari membalut luka di jari Hasya.
__ADS_1
"ngga apa kok Zi, ini lukanya ngga dalem-dalem benget kok, cuma ke gores aja, kurang hati-hati tadi." cicit Hasya tersenyum hambar.
"Zi, bawa kakak iparmu ke kamar, dan obati lukanya." seru Zehan. Zia langsung menarik Hasya ke kamarnya untuk mengobati jari Hasya yang terluka. Lalu setelah itu Zehan langsung mendekati Alexa yang masih mematung di dekat serpihan beling yang masih tersisa. Ia kemudian berdiri tepat di depan Alexa dan membuat tubuh perempuan itu condong ke belakang sedikit.
"Dengar baik-baik. Kamu, aku izinkan tinggal di sini agar kamu dan anak mu hidup layak selama suamimu koma. Meski kamu juga mendapat fasilitas yang sama di rumah ini. Tapi tetap kamu harus ingat satu hal. Di rumah ini kamu hanya sekedar tamu, bukan nyonya di rumah ini, jadi berhentilah berusaha mengganggu istriku. Atau aku lempar dirimu dan anakmu keluar dari tempat tinggalku. Kamu mengerti ?!" ucap Zehan tepat di telinga Zehan seolah ia sedang memberi peringatan padanya.
...----------------...
Alexa mendekati Hasya yang sedang yoga di teras belakang mantion, kegiatan yang rutin Hasya lakukan setiap sore.
"Cih wanita ini benar-benar berlaga seperti seorang nyonya" cibir Alexa yang tengah berdiri dan menyenderi diambang pintu memperhatikan Hasya dengan tatapan tidak suka.
"Kenapa hanya berdiri di sana?" tanya Hasya sambil terus melakukan gerakan yoganya.
"Nyaman sekali ya hidupmu?" ucap Alexa dengan nada menyindir.
"Apa kau sungguh tidak tau malu sampai tidak berkaca?!!" pekik Alexa mulai tersulut emosi. Hasya membuang nafasnya perlahan sebelum menjawab ucapan Alexa barusan. Dengan tenang ia berjalan ke arah Alexa yang terlihat mengeraskan rahangnya sembari memangku tangannya di depan dad*nya. Dan berhenti tepat di samping Alexa berdiri.
"Aku peringatkan padamu, sekalipun kau berhasil membuatku keluar dari rumah ini. Aku pastikan padamu hanya aku satu-satunya yang akan menjadi nyonya di rumah ini. Dan aku ingatkan statusmu saat ini adalah masih istri sah tuan Deren. Ahh!! atau jangan-jangan kamu yang berusaha mencelekai suami mu agar kamu bisa mendapat simpatik suamiku dan kamu bisa tinggal di sini dengan alasan kemanusiaan. Hah !! Jika benar demikian, aku pastikan semua usahamu akan sia-sia belaka !!" ucap Hasya tersenyum sinis dan menyudutkan netranya hingga ke sudut tanpa mengubah posisi tubuhnya. Kemudian setelah itu ia bergegas menuju ke kamarnya.
"Sial*n aura perempuan itu membuatku merinding setengah mati ! Tapi akan aku pastikan, aku akan membuat kalian tidak pernah bahagia !! Lihat saja, perempuan kampung ! Akan aku perlihatkan dimana tempatmu yang sesungguhnya !! Aaarrgghh!!" pekik Alexa mengumpat, tubuhnya nampak bergetar dengan nafas yang tidak beraturan melihat ke arah punggung Hasya yang menjauh darinya.
...----------------...
__ADS_1
Hasya sengaja menutup pintu dengan sedikit membantingnya demi membuat peringatan pada Alexa. Di dalam kamar Hasya terhuyung merasakan lututnya yang terasa lemas. Meski dia sudah sering menghadapi orang semacam Alexa. Namun pada tingkatannya tetap saja Hasya merasa masih sulit mengatur emosinya untuk menghadapi Alexa secara langsung.
"Tenang Hasya. tenang.. "ucap Hasya berusaha menenangkan dirinya.
"shhhhh huuuuuufftt... ssshhhh Huuuuufffttt" berkali-kali menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan-lahan.
Hasya kemudian duduk di Bed benchesnya. netranya memindai kesegala arah tanpa beraturan menunjukan kegusarannya atas kejadian barusan.
"Aku harus memikirkan plan B. karena jika benar rencana Alexa ingin mengganggu rumahtanggaku dengan mas Zehan artinya aku harus mempersiapkan hal paling buruk! Aku yakin perempuan ular itu sudah menyiapkan rencananya dengan matang dengan fakta dia bisa kembali tinggal di rumah ini dengan mudah." ucap Hasya pada dirinya sendiri.
...----------------...
"Apa semua sesuai rencana kita?"tanya seseorang dalam saluran telepon.
"Ya untuk permulaan semua masih berjalan lancar. Aku lihat Zehan juga sama dinginnya terhadap istrinya. Kau kira mereka sehangat apa." cibir Alexa pada seseorang di seberang sana.
"Bagus ! berarti rencana kita akan lancar. Tapi sayang bisa kah kamu ke rumah sakit? aku sangat merindukan mu"
"Baiklah, besok aku ke sana, hari ini aku sedang kesal."
"Baiklah, sampai jumpa besok sayang"
"Hmm" tutup Alexa kemudian menutup sambungan saluran teleponnya.
__ADS_1
Deren berdiri menatap langit sore kota Jakarta dengan senyuma aneh di bibirnya. Terlihat manis sekaligus licik.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...