
Dahi Nayuwan nampak berkerut dalam dengan wajah kakunya yang khas saat mendengarkan cerita dari Hasya tentang rumahtangganya.
"Tapi aku masih bingung, Kenapa Zehan pada akhirnya mengizinkan Alexa untuk tinggal bersama kalian?" tanya Nayuwan dengan mimik wajah yang sama. Dan Hasya hanya mengangkat bahu serta mimik wajah yang menerangkan ia sendiri tidak tahu. Melihat hal itu Nayuwan tidak lagi banyak pertanyaan.
"Lalu apa rencana mu?" tanya Nayuwan lagi.
" Aku akan tetap mengikuti alur Alexa, dan bersikap seperti perempuan bodoh yang tidak berdaya."
" Hah??" ungkap Nayuwan dengan raut wajah bingung.
"Aku tidak akan melawannya, karena sebenarnya ini bukan perang ku. Tapi perang antara suamiku dan perempuan itu. Aku yakin suamiku juga bukan orang bodoh, hanya saja untuk Alexa dia lebih naif. Jika memang dia milik ku apapun alurnya pasti akan bertemu kembali."
"Kata-kata mu itu seakan kamu sudah tau jika pasti terusir dari rumah itu dengan tidak berdaya."
"Pck. Hayolah teh, realistis sedikit. Meski aku sarjana. tetap saja strata sosial ku tetap saja pelayan. Mungkin orang luar menganggapku beruntung karena bisa menikahi tuannya. Tapi sejujurnya aku malah lebih seperti boneka pajangan. Beda halnya dengan Teteh yang bertemu lalu menikah dengan pak Gavin setelah teteh benar-benar mandiri dan sukses. Sedang aku??" ucap Hasya sedikit sinis. Nayuwan yang mendengar hal itu melempar arah pandangannya ke arah lain. Tidak di pungkiri apa yang Hasya katakan baru saja. Memang benar, jalan cerita mereka berbeda, meski mereka sama-sama mantan TKW. Namun pengalaman mereka tentu berbeda. Pikiran Nayuwan terbang ke masa lalu untuk sesaat kemudian ia membuang nafasnya begitu saja.
" Jadi apa yang bisa ku bantu?" tanya Nayuwan lekat-lekat pada Hasya. Perempuan itu lalu mengulas senyum lebar di bibirnya setelah mendengar ucapan Nayuwan kepadanya.
...----------------...
" Aaarrghh !!! Kenapa aku malah memikirkan perkataan Alexa ? Tidak Mungkin Hasya mengkhianatiku!! Aaarrrgggghhh, bikin pusing saja !!!" ungkap Zehan ketika sendirian di ruang kerjanya.
"Tok tok.. permisi pak, ada ibu Alexa. Apa ..." ucap sekertarisnya. Zehan hanya mengangguk saja mengartikan ia mengizinkan Alexa masuk ke ruangannya.
__ADS_1
"Silahkan bu," ucap sekertarisnya pada Alexa.
"Mau saya buatkan minuman apa bu?"
" Tidak usah, saya hanya sebentar" Kemudian sekertaris Zehan pun undur diri dengan takzim meninggalkan mereka berdua lalu melanjutkan kembali pekerjaannya tadi.
Alexa duduk di sofa, Zehan dengan enggan beranjak dari kursinya dengan enggan.
" Ada urusan apa, hingga kamu harus mendatangi ku saat jam kerja?" Tanya Zehan ketus.
" Santai lah sedikit," cibir Alexa. Zehan menatapnya dengan tajam disertai dengan alis kanannya yang terangkat.
"Nih !" sodor Alexa.
"Apa ini?" Zehan meraih amplop coklat yang di bawa Alexa kepadanya.
"Dari mana kamu mendapatkan semua foto-foto ini?" selidik Zehan dengan dad* yang naik turun menahan gejolak amarahnya.
" Dari mana? Tentu saja dengan cara yang dengan mu. Memang kau pikir aku bodoh? Dengan berpura-pura buta jika anak buahmu memantau gerak-gerik ku selama 24 jam. Aku pun melakukan hal yang sama. Jangan lupa Zehan, suamiku juga punya uang, jika bukan karena orang tua tidak bisa tinggal di Jakarta tentu aku akan memilih tinggal di rumah ku saat suami terbaring koma seperti sekarang. Karena aku merasa bersalah padamu, juga rasa terima kasih ku pada mu karena masih mau menolongku, makanya aku melakukan semua ini. Karena aku ngga mau kamu terluka seperti aku melukaimu." Zehan terdiam saat mendengarkan apa yang diungkapkan Alexa padanya.
" Ze, aku tau kamu tidak mungkin mempercayaiku, makanya aku mengumpulkan bukti-bukti dulu sebelum aku datang padamu. Aku bersungguh-sungguh Ze, hari ini aku datang sebagai sahabat lama, yang tidak ingin sahabatnya terjatuh lagi di lubang yang sama. Kamu sekarang adalah penyelamat keluarga ku. Di saat semua orang menjauhi kami, kamu masih mau membantu kami. Masih mau merawat dan melindungi perempuan yang jelas-jelas sudah mengkhianati mu." ungkap Alexa lirih, matanya mulai berkata-kaca, wajahnya sendu menyiratkan ketulusan pada Zehan yang pastinya pikirannya tengah kacau karena api cemburu setelah melihat foto-foto Hasya dan Kevin tengah bercengkrama.
" Buka mata mu Ze, lihat baik-baik. Perempuan ini, dia istrimu, tapi apa yang dia lakukan? Dia malah bersenda gurau dengan laki-laki lain di depan umum, seolah-olah ia ingin menunjukan bahwa mereka sedang kasmaran. Pasangan yang tengah di mabuk asmara. Lihat Ze, lihat..!! Hhuhu..." ungkap Alexa lagi lebih emosial seraya ia menunjuk salah satu foto Hasya yang tengah tersenyum dengan penuh arti pada Kevin.
__ADS_1
Dan tentu saja, hasutan Alexa berhasil. Mata Zehan terlihat memerah, juga rahangnya nampak mengeras menunjukaan jika dirinya tengah benar-benar marah. Melihat hal itu tentu saja senyum licik Alexa makin menyungging penuh kemenangan. Sesaat kemudian ia mengambil tissu dari dalam tasnya, lalu perlahan ia seolah menyeka air matanya.
Snif snif.. " Kalo begitu aku pulang dulu Ze, kasihan Rexa, kalau aku tinggal terlalu lama, Aku pamit ya. Ze, kalau kamu sulit percaya pada ku karena masa lalu kita, aku ngga masalah, tapi bagaimana caramu untuk mengingkari bukti-bukti ini.." pamit Alexa, sebelum pergi ia sempat menepuk-nepuk bahu Zehan yang tengah mengamati satu persatu foto tersebut seolah ia sedang menghibur Zehan yang tengah terbakar cemburu.
"Dasar bodoh, dari dulu sifat mu tidak berubah. " cibir Alexa dalam hati, kemudian dia melenggang meninggalkan ruangan kerja Zehan dengan senyum puas karena sudah berhasil membuat Zehan ragu pada Hasya.
...----------------...
" Hanya itu saja?" selidik Nayuwan.
"Ya aku hanya meminta bantuan untuk membuatkan rekening baru, identitas baru, dan rumah yang nyaman"
" Kamu yakin ngga mau ke luar negeri saja?" tanya Nayuwan heran.
"Tidak perlu, karena persembunyian terbaik adalah tetap tinggal didekatnya"
" Ok. Tapi bagaimana jika Zehan butuh waktu lama untuk menyadari kesalahannya."
"Tidak masalah, malah bagus semakin lama, maka akan semakin besar rasa penyeselannya. Dan pada akhirnya Tuhan akan mempertemukan kami lagi dengan caranya meskipun aku ada di ujung dunia"
" Drakor drakor.."
"Kaya hidup teteh normal aja, padahal semua orang juga tau kisah hidup teteh bahkan lebih dramatis dari drama ku hari ini" cibir Hasya
__ADS_1
"CIihh " decih Nayuwn julid sekaligus tersenyum dengan bibir melengkung ke bawah, menandakan bahwa perkataan Hasya tidaklah salah sepenuhnya, namun tidak juga benar seluruhnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...