
Ini adalah subuh ke 363 setelah aku resmi menikah dengan pria yang bahkan umurnya hanya terpaut beberapa bulan dengan ku. Aku suka sekali memperhatikannya ketika sedang tidur. Aiiiihh bulu matanya yang lentik dan lebat, hidungnya yang mancung, kulitnya yang terlihat lebih halus dari ku padahal skincarre yang ia gunakan tidak lebih banyak dari yang aku gunakan ,, ya wajahnya yang glowing itu sering membuatku iri sebagai seorang permepuan. Jangan lupakan rahangnya yang kokoh tapi tidak terlalu menonjol ini, sungguh ia adalah pahatan sempurna hasil karya mertuaku. Mama papa terima kasih karena mencetak makhluk tampan ini.
Perlahan aku menyentuh hidung mancung suamiku dengan ujung jariku, entahlah sudah seperti kebiasaan di setiap kali kebetulan aku terbangun terlebih dahulu aku suka melakukan hal ini, Rasanya menyenangkan saja bisa jatuh cinta kepada orang orang sama setiap hari seperti ini.
"hap" eeh kenapa pergelangan tangan ku tiba-tiba dicengkrang oleh pria ini bukankah ia tengah terlelap. Perlahan kelopak mata itu terbuka dan mengerjapkan matanya beberapa kali mungkin matanya masih silau menerima cahaya lampu utama kamar yang aku nyalakan sesaat setelah aku bangun tadi.
"Sayang" Aaaaaahhh suara berat serak basah khas saat suamiku bangun tidur itu benar-benar seksi, dan selalu membuat jantung berdegub kencang, aaaaaahhhh ya tuhan aku masih tidak bisa percaya pria ini addalah suamiku.
"Kamu terbangun ya? maaf" ucap ku mengalihkan tatapan ku untuk tidak saling beradu dengan manik matanya yang memiliki binar indah. Ya Tuhan memang apa yang tidak indah dari suamiku ini. Termasuk "adik"nya juga indah dan....hus huss hussss itu cuma boleh aku tahu kalian jangan, cukup aku yang tahu. hehehehe.
__ADS_1
"Ngga kok, yang bangun duluan bukan aku" heii ada yang aneh dengan seringai dibibirnya itu, aku berpikir sejenak mencerna apa yang suamiku maksudkan,, OH SHITT !!
" Kyaaaa !!!" pekikku ketika Zesya menarikku dalam pelukannya.
"kenapa?" tanya suamiku sambil mengecup cepat bibir dan kening ku. Aku meringis saat telapat tangan suamiku menelusup ke balik baju. Aku merasa merinding sekaligus membuat ku merasa tersipu. Aku sudah tidak mau membayangkan semerah apa rona wajahku saat ini.
"Sholat? Memang tamu kamu sudah selasai berkunjung?"
GLEK ! Aku kembali memalingkan wajahku menyembunyikan aku yang meringis.
__ADS_1
"Baiklah, aku tahan dulu, Nanti sore sepulang dari kantor kita ke Dokter Anne dulu" ujar suamiku, aku hanya mengangguk sambil memarkan senyumku yang sedikit aku paksakan. Bukannya marah suami ku malah menjawil hidung ku,
"Ini istri siapa sih kok gemesin banget" ungkapnya sambil menguyel uyel pipi ku lalu mencium bibirku dengan gemas. Kemudian dia melogggarkan pelukannya lalu mendudukan ku di tepian tempat tidur,suamiku juga ikut duduk disampingku. Kemudian ia bangun meninggalkan ku yang masih terpaku mengikuti ke mana suami menuju.
"Dari pada ngeliati begitu mending ikut mandi bareng yuk!!" godanya, aku mengernyih sambil melempar bantal ke arahnya. Tapi sayang ia lemparan ku meleset karena ia sudah terlebih dalu masuk ke dalam kamar mandi. Sedang aku tertawa kecil, geli sendiri dengan tingkahku yang sebucin ini pada suamiku. Ah tapikan suamiku sudah sewajarnya aku seperti ini kan, ngga apa-apa dong kan dia suami aku,, hehehe ;D
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1