The (Un) Lukcy Mr. Winter

The (Un) Lukcy Mr. Winter
Bab 120


__ADS_3

Sudah hampir dua bulan Tania dan mamanya tinggal di rumah Zesya, padahal Irma sudah akan mencari kontrakan sementara selama rumah mereka yang terbakar di renovasi, tapi Hasya menentangnya mentah-mentah. Alasannya demi keamanan mereka berdua. Pada akhirnya Irmapun setuju, karena dengan begitu ia bisa mengalokasikan dananya untuk renovasi rumah. Tapi sayangnya bagi Tania situasi itu malah membuat dirinya semakin canggung ketika setiap kali tidak sengaja berpapasan dengan Zesya saat di rumah. Di tambah lagi selama ia di sana , Tania sangat jarang melihat Zesya selain saat akan berangkat sekolah karena mau tidak mau dia berangkat harus berangkat sekolah bersama pemuda itu, begitupun saat pulang sekolah mereka pun pulang bersama juga. Jika tidak Mama Hasya akan mengomeli Zesya habis-habisan jika pulang sekolah tidak membawa Tania ikut dengan. Entah sejak kapan Hasya menjadi secerewet itu pada Zesya, alasannya bahaya jika membiarkan anak gadis pulang sendirian. Alasan Hasya memang cukup masuk akal karena jarak tempuh dari seolah ke rumah memakan waktu hampir setengah jam itu pun dengan motor, jika menggunakan mobil bisa sampai satu jam karena macet.


Sebenarnya sikap Zesya tidak jauh berbeda saat di rumah atau saat di sekolah, sikapnya cenderung cuek mungkin turunan dari papanya yang juga jarang bertegur sapa dengan dirinya, tapi sebenarnya papanya Zesya cukup perhatian pada Tania, Hanya saja Tania yang memang kurang terbiasa dengan sikap semacam itu. Karena semasa hidup papanya adalah orang yang sangat ramah dan sangat hangat meski beliau adalah asli orang Jepang. Dan karena hal itulah ia jadi merasa lebih sungkan dan segan kepada papanya hanya menegurnya seperlunya. Selama tinggal di sana Tania sempat di buat heran dengan sikap Zesya,. Dia memang orang yang acuh, tidak terlalu peduli dengan sekitarnya jika itu tidak terlalu berdampak langsung pada dirinya. Tania juga memprhatikan sikap protektif pemuda itu pada adik-adiknya. Namun ada sedikit perbedaan antara sikap Zesya kepada Deliza dan sikap Zesya kepada Zefanya. Kepada Deliza, dia bersikap seperti kakak yang biasa seperti kakak laki-laki pada umumnya. Jahil dan suka menyuruh ini itu karena iseng. Sedang kepada Zefanya, dia lebih bersikap seperti "daddyable" mungkin karena jarak umur mereka memang terpaut cukup jauh. Wajar saja jika Zesya bersikap demikian.


Semilir angin malam sesekali menerpa wajah Tania yang sedang memejamkan matanya di ayuanan dekat kolam renang, suasananya sangat damai memanjakan dirinya. Tapi sayangnya ketenangan itu buyar saat telinga Tania mendengar seseorang seperti tercebur ke kolam renang. Tania pun sedikit beranjak melihat ke dalam kolam untuk melihat siapa yang berenang malam-malam begini. Untuk beberapa saat ia terpaku pada siluet punggung yang biar terkena riak ari kolam namun tidak jelas punggung siapa itu. Lalu "AAAAAAAAAAAAAAAA.. !!!" Tania teriak sekencang-kencangnya seraya reflek tubuhnya terjengkang saat Zesya tiba-tiba saja muncul tepat di depannya saat ia menconcongkan tubuhnya ke arah kolam renang dalam keadaan bertel*nj*ng d**a. Yah, tentu saja bertel*nj*ng d**a, Zesya kan sedang berenang. Tidak mungkin dia mengenakan pakaian lengkap.


Keributan itu langsung membuat semua orang berhamburan ke kolam renang. sampai beberapa orang pengawal pun ikut datang hampir bersamaan dengan keluarga Zesya dan mama Irma. Wajah mereka terlihat panik saat menghampiri Tania yang masih dalam keadaan terjengkang, sedang Zesya berada di dalam kolam.


"Kamu kenapa nak?" tanya mama Irma, begitu pun Hasya ikut memeriksa keadaan Tania. Alih-alih menjelaskan Tania malah meringis seperti menahan malu karena sudah membuat keribtan malam-malam begini.


"Se-sebenarnya ngga apa-apa kok mah, tante, om.." ringis Tania sambil dibantu bangun untuk berdiri.


"Aku.. aku.. cuma kaget, tiba-tiba Zesya muncul dari dalam kolam. Aku kira hantu atau semacamnya." jelas Tania sambil senyum yang dipaksakan "*Aiisshh ! malu anjiiirr" *ringis Tania berusaha menyembunyikan wajahnya yang mungkin sedang berwarna merah padam.


Semua matapun kini beralih pada Zesya yang masih di dalam kolam sambil menyimak. Zehan menghela nafas sambil memutar matanya malas.


"Ini sih bukan hantu, tapi kadal buntung" ucap Zehan dengan stay cool berlipat tangan di d**anya. Irma pun menggelengkan kepalanya saat melihat ekspresi Zesya yang hanya nyengir kuda.


"Hhhhh,, kirain ada apa." sahut Hasya sambil mengernyih kepada Zesya


"Maafin aku Om Tante " Tania makin menunduk karen merasa tidak enak hati sudah membuat keributan dan membuat semua orang menjadi heboh dan panik karena teriakannya saat melihat Zesya muncul secara tiba-tiba dari dalam kolam renang, di tambah lagi dia muncul dengan keadaan seperti  . Semua orang pun kemudian satu persatu mulai kembali ke tempatnya semula, hanya menyisakan Zesya yang masih di dalam kolam melanjutkan acara berenangnya juga Tania yang kembali ke ayunannya mengambil novel yang tadi sempat ia baca sebelum terlena.


Pintu kamar Tania di ketuk oleh Zesya, Entah sengaja atau tidak Hasya menempatkan kamar Tania tepat di samping kamarnya Zesya.


"Tan, kamu udah tidur belum?" tanya Zesya dari luar pintu setelah ia mengetuk daun pintu kamar Tania beberapa kali. Dari dalam kamar Tania menapap pintu kamarnya dengan perasaan tidak karuan. Jujur saja kejadian tadi sewaktu di kolam renang masih sayang membayang diingatannya, terutama saat Zesya keluar dari kolam tanpa filter. Meski ia sering melihat yang seperti itu di drakor-drakor, tapi itu kan di depan layar bukan asli nyata di depan matanya langsung. Tania membuang nafasnya supaya lebih menenangkan dirinya walau itu percuma saja karena saat ia membuka pintu kamarnya, degup jantungnya kembali bertalu-talu tidak karuan.


"I-iya Zes, ada apa ?" tanya Tania saat mengeluarkan sebagian kepalanya dari balik pintu yang ia buka sedikit.


"Aku mau minta maaf soal yang tadi."ungkap Zesya tanpa basa-basi


"Ng... hehhhh... Ng-ngga apa-apa kok, aku cuma kaget aja.. sedikit.. hehhh" ucap Tania sambil berusaha keras menyembunyikan rasa sesak seperti di penuhi sesuatu yang menggelitik perasaannya yang tiba-tiba muncul begitu saja.

__ADS_1


"Ya udah kalo gitu aku .. balik ke kamar ya sekali aku minta maaf sama kejadian tadi.." ucap Zesya seraya melihat wajah Tania. Gadis itu hanya mengangguk canggung untuk menyilakan Zesya kembali ke kamarnya. " *Hmm,, emang selama ini Tania secantik ini ya kalo tanpa bedak?" *ungkap Zesya dalam hatinya.


Ke esokan harinya, Zesya sudah nangkring di dekat motornya menunggu Tania yang masih bersiap sambil memanaskan kuda besinya,


"A besok ada acara ngga?" tanya Deliza tiba-tiba sambil mengunyah rotinya yang ada di dalam mulutnya.


"Ngga sih, besok mah rencana paling main aja sama Jody dan Firman, kenapa?"


"Aku pinjem mobil Aa boleh?"


"Mau kemana? Lagian emang kamu bisa bawa mobil?"


"Mumpung lagi di sini aku pengen ngajak Joon jalan-jalan"


"Yeeeehh bilang aja mau kencan ama ayang!" ucap Zesya julid.


"SUTTT !! Nanti papa denger, soalnya tiap kali aku mau ajak bang Joon jalan pasti aja di kasih tugas dadakan sama papa. Please a,, sekali ini aja." Deliza mengeluarkan jurus bujuk rayunya.


"Please A, kita cuma mau ke dufan aja." Deliza makin mengiba pada kakaknya.


*"Hmm,, Dufan ya,, boleh juga tuh kalo aku ajak Tania" *pikir Zesya


"Ok,, tapi dengan satu syarat, Aa sama teh Tania juga ikut ke Dufan, gimana?"


"Issh ogah ah! masa nge-date ama ayang mesti kawal" tolak Deliza mentah-mentah.


"Ya udah Aa ngga mau kasih pinjem mobilnya"


"Pck,, !! Nyebelin iiih da!"


"Jadi mau apa ngga nih, tapi bukannya si Abang ada motor kan?"

__ADS_1


"Motornya masuk bengkel, kalo ngga mah ya ngapain aku minjem mobil Aa."


"Ya udah mau ngga?"


"Ya udah deh, tapi nanti sana kita misah ya?"


"Deal !!"


"Deal !!" setelah sepakat kakak beradik itupun berjabat tangan sebagai sebagai tanda jadi, tepat di saat Tania dan Joon woon keluar dari dalam rumah. Di saat yang sama kedua kakak beradik itu pun melihat ke arah meraka namun dengan pemandangan mata yang berbeda.


"Masya Allah, gantengnya calon imam ku"


"Iiiiissh dasar alay !!" cibir Zesya.


"Biarin !! Muji pacar sendri ini"


"Ciih !!"


"Makanyaa punya pacar sono biar tau rasanya jadi alay !!"


"Yeeeehhh ogah banget !!"


"Jadinya selama motornya di bengkel anter jemput ni bocah alay pake apa bang?" tanya Zesya


"Tadi di pinjemin mobilnya ibu buat sementara"


"Emang abang abis dari mana sampe motornya sehancur itu." alih-alih menjawab bola mata Joon Woon dan Deliza justru melirik sedikit pada Tania. Sepertinya urusunnya ada kaitannya dengan kebararan rumah Tania. karena yang ditugaskan Zehan untuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran itu adalah Joon Woon. Zesya pun tidak melanjutkan pertanyaannya.


Di sekolah Zesya dan Tania mulai menjadi buah bibir tanpa mereka sadari. Ya bagaimana tidak beberapa waktu ini mereka kan selalu datang dan pulang sekolah bersama, wajar saja kalo menjadi buah bibir satu sekolah. Biar bagaimana pun selain karena Zesya anak konglomerat dengan berbagai jabatan dan prestasi, wajahnya yang tampan serta tubuhnya yang tinggi tegap membuat dirinya menjadi incaran banyak gadis di sekolahnya, tapi sayang tidak satupun ada yang berhasil memikat hatinya yang seperti es itu. Dan sekarang ada Tania, seorang gadis yang pindahan sekolah beberapa bulan sudah berhasil duduk di jok belakang motor Zesya hampir setiap hari. Jadi bagaimana mungkin gadis-gadis yang lain tidak menjadi iri padanya. Yang benar saja !!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2