The (Un) Lukcy Mr. Winter

The (Un) Lukcy Mr. Winter
Bab 46


__ADS_3

"Kamu ngga penasaran pengen ketemu papa kamu?" Zesya menggeleng pelan.


"Mama bilang kalo udah waktunya papa pasti dateng buat jemput kita padahal Zesya pengen banget pas Zesya di sunat papa ada nemenin Zesya." ungkap Zesya tertunduk menyembunyikan wajah sedihnya. melihat kesedihan anak itu Zehan seolah bisa merasakan rasa kesepian dan keriduan yang dirasakam oleh Zesya. Zehan pun mendekati Zesya, kemudian dia bertekuk dihadapan Zesya lalu menyentuh bahu anak itu dengan kedua tangan besarnya.


"Jangan sedih, misal nanti papa kamu masih belum bisa ketemu kamu, Om janji bakal nemenin kamu, pas kamu sunnat, gimana?" hibur Zehan. Zesya mengangkat wajahnya, dengan mata berkedip-kedip ia menatap lekat-lekat wajah Zehan yang masih agak lebih tinggi darinya.


"Ngga usah Om, Om juga pasti sibuk. Zesya ngga apa-apa kok, kan masih ada mama" ucap Zesya menguatkan dirinya. Namun ucapan anak itu malah makin menyayat perasaan Zeha. Ia membayangkan bagaimana jika ungkapan anak itu adalah ungkapan anaknya. Tanpa berucap lagi, Zehan langsung merangkul dan memeluk Zesya seolah ia telah bertemu dengan seseorang yang sangat ia rindukan selama ini. Ketika itu tiba-tiba saja, sekelebatan wajah Hasya hadir dalam dalam bayangannya sambil berlari sambil tersenyum padanya. Zesya sendiri sedikit terkejut saat Zehan tiba-tiba memeluknya.


"Bukan ini bukan detak jantungku, tapi kenapa detak jantung orang ini berdetak sangat kencang" tanya Zesya dalam hatinya.


"Om ngga apa-apa?" tanya Zesya.


"Ya om ngga apa-apa, maafin om ya, kamu pasti kaget" ucap Zehan sambil membersihkan air matanya.


"Ngga kok Om, ibu-ibu di sini udah sering peluk-peluk Zesya begitu, gemes katanya soalnya Zesya ganteng" sombongnya. Zehan tersenyum kembali begitu melihat kepercayaan diri Zesya. Tapi apa yang dikatakan Zesya memang benar, wajahnya tampan rupawan, meski memiliki ekspresi datar.


"Baiklah Om pamit dulu, lain waktu kita mengobrol lebih banyak lagi, ok?" pamit Zehan, Zesya mengangguk disertai senyum manis di bibirnya, tanpa diminta Zesya segera meraih tangan kanan Zehan lalu mencium punggung tangan lelaki itu dengan takzim. Zehan tersenyum melihat adab santun anak itu lalu dengan tangan kirinya ia mengusap lembut puncak kepala Zesya.


"Om percaya mama papa kamu pasti bangga memiliki anak santun dan juga sangat cerdas seperti kamu" Senyum manis terlukis manis di bibir Zesya saat mendengar pujian tersebut.


"Om pamit ya sampai ketemu lagi.. bye,, assalamualaikum" pamit Zehan lalu keluar dari toko bunga tersenyum dengan perasaan yang sangat bahagia. Ada desiran hangat dalam hatinya, semacam perasaan yang selama ini hilang dari hidupnya. Lalu ia merogoh ponselnya lalu mengirimkan foto dirinya dengan Zesya pada seseorang untuk memastikam kecurigaannnya perasaannya itu.

__ADS_1


Terlalu aneh baginya melihat seseorang yang begitu mirip dengan dirinya ketika ia masih kecil.


"Jika ini benar apa yang harus aku lakukan pada mu Jung Hasya Ophelia ?!! " gumam Zehan kemudian berlalu menginggalkan toko tersebut.


...****************...


Zehan baru saja memasuki teras rumah bibi Lyn, segera bibi Lyn sudah menyambutnya dengan "riweuh"


"Ze, mana anak itu hmm??"


" Ya di rumahnya." jawab Zehan singkat.


" Mama ingin aku masuk penjara karena dikira mau nyulik anak orang?" gerutu Zehan menyandarkan punggungnya pada sofa.


"Masa bawa anak sendiri di kira nyulik sih Ze?"


"Ma, kita belum tau pasti, aku sendiri baru menemuinya kemarin, ya bisa saja itu cuma kebetulan mirip."


"Iish ngga mungkin Ze, bentar mama ambil dulu foto-foto pas kamu masih kecil mama yakin 100% tanpa test DNA pun dia itu adalah anak kamu Ze. mama yakin." bukan hanya Bibi Lyn namun sebenarnya perasaan Zehan juga mengatakan hal yang sama saat pertama kali ia melihat rupa Zesya yang begitu mirip dengannya.


"Ya tetep aja kita ngga cocokologi tanpa bukti ma"bibi Lyn lalu duduk di samping Zehan, diikuti oleh paman Yohan yang ikut penasaran seberapa mirip anak itu dengan Zehan.

__ADS_1


"Ini sih fotocopian kak Zehan plek ketiplek. Judis aja ngga semirip ini sama emak bapaknya" celetuk Zia tiba-tiba dari belakang, semua orang terkejut lalu menoleh ke arahnya. Mereka terlalu sibuk membandingkan Foto Zehan di masa kecil dengan Zesya di masa sekarang hingga tidak menyadari kehadirannya Zia di sana.


"Iya Ze, ini bahkan seperti anak kembar Ze. hiks,, " bibi Lyn mulai menangis karena haru.


"Cepet bawa mereka pulang Ze, hikss mama pengen ketemu cucu mama, mama kangen banget sama Hasya Ze, mama pengen ketemu sama mereka Ze hikkksss"


"Iya mah, jika memang benar dia anak ku, aku janji akan segera membawa mereka pulang." janji Zehan mengusap punggung bibi Lyn agar bibi Lyn lebih tenang.


...****************...


Hasya mencium kening putra semata wayangnya itu lalu dengan perlahan melepaskan foto pernikahannya bersama Zehan dari pelukan anaknya lalu menaruhnya di atas nakas sisi tempat tidur putranya itu.


"Maafkan mama Nak hiks, karena keegoisan Mama sampai sekarang kamu belum bertemu papa mu hiks.. Mama terima kasih nak, hikss padamu sayang.. sniff,, karena karena kamu tumbuh menjadi anak yang sangat pengertian dan dewasa di usia mu yang baru 6 tahun ini.. hiks.. Mama sayang kamu nak.. hiks.." ungkap Hasya sambil membelai lembut puncak kepala putranya itu, sesudah ia membenarkan selimutnya Hasya pun keluar dari kamar Zesya sambil mematikan lampu utama dan menyisakan cahaya remang lampu tidurnya saja. Dengan gontay ia menuju kamarnya yang berada tepat di sebelah kamar Zesya.


Tepat di saat Hasya mematikan lampu kamarnya Zesya kembali membuka matanya, lantas segera mengambil spidol whiteboard dan foto pernikahan mama dan papanya dari laci nakas disamping tempat tidurnya. Dengan serius ia mencorat coret sesuatu pada foto tersebut.


"Apa benar dia ini papa ku? sshhh, tapi kalo di lihat-lihat memang terlalu mirip. Kalo benar dia papaku artinya dia akan kembali menemuiku untuk memastikannya sekali lagi !" gumam Zesya melipat tangannya dengan raut wajah serius. "Tapi kata mama, papa itu orang yang sangat suka kebersihan dan kerapihan tapi.. Orang in.. Aahh Benar -benar buat ku bingung?!!" Zesya terus mengamati dengan seksama foto papanya yang ia bubuhi jambang dan kumis persis seperti penampilan Zehan saat ini yang memang terlihat agak lusuh berantak karena jarang merawat diri, meski begitu malah makin memancarkan aura sexy sugar daddy di mata para wanita.


"Ya Allah, Selama ini Zesya kan udah jadi anak baik dan penurut sama mama, boleh ngga Zesya ketemu papa. Zesya pengen peluk papa ya allah, Zesya juga pengen bilang ke temen-temen Zesya kalo Zesya punya papa yang sayang sama Zesya, tolong kabulkan ya Allah.. Rabbighfir li, wa li walidayya, warham huma kama rabbayani shaghiro. aamiin" selepas berdoa Zesya kemudian ia kembali memeluk foto pernikahan orangtuannya, seolah ia sedang tidur bersama kedua orang tuanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2