The (Un) Lukcy Mr. Winter

The (Un) Lukcy Mr. Winter
Bab 35


__ADS_3

Hasya terdiam setelah baru saja bertengkar hebat dengan suaminya. Tentu saja penyebabnya adalah Alexa. Alexa melirik sinis dengan senyum tersungging puas di sudut bibirnya saat Zehan pergi dalam keadaan marah. Setelah itu iapun melengos pergi sembari menggendong anaknya yang sudah mulai tertidur meski masih mengisak.


Hasya kembali ke kamarnya di balik pintu ia menarik nafas panjang memejamkan mata beberapa saat mengingat kembali rentetan kejadian yang baru saja terjadi hingga akhirnya Zehan marah besar kepadanya.


*****Flashback*****


"Praaanggg " suara benda jatuh menghantam lantai membuat terkejut semua orang di rumah tanpa terkecuali Hasya yang sedang melakukan yoga di halaman belakang seperti biasanya. Hasya langsung menuju arah suara dengan langkah yang tergesa-gesa. Netranya terbelalak membulat saat melihat Rexa tengah terduduk diantar pecahan pajangan, anak itu memang sedang belajar berdiri. Dengan sigap Hasya langsung mengambilnya sebelum anak itu terluka. Namun naas anak itu sudah terkena pecahan beling di sekitarnya.


"Ya Allah Rexa,, coba tante liat, sakit ya.. Tante obati ya," dengan hati Hasya melepaskan pecahan beling yang menempel di kulit yang masih bayi itu. Dan saat itulah Rexa menangis kencang hingga membuat semua orang berhamburan menuju mereka. Termasuk Zehan yang sedang mengecek beberapa file di ruang kerjanya.


"Rexaa,, kamu kenapa nak?!" sergap Alexa dengan raut wajah panik.


"Tadi dia jatuh saat akan menggapai hiasan di sana" kata Hasya dengan raut yang sama.


"Alah bilang saja kamu ini sengaja kan, ingin mencelakai anak ku?" cecar Alexa sembari menenagkan Rexa yang menangis. Hasya yang mendengar tudingan Alexa hanya bisa terperangah, mulut sedikit menganga. Ia benar-benar dibuat heran dengan tuduhan tersebut.


"Zehan, aku tau, aku pernah bersalah padamu, tapi tolong jangan kalian lampiaskan pada anakku. Jika saja suami ku tidak koma akupun tidak sudi tinggal bersama kalian !!" ungkap Alexa dengan berapi-api. Wajah Zehan terlihat lebih kaku dengan rahang yang mengeras. Sedang Hasya menyempitkan matanya, menatap tajam sekaligus heran dengan sikap sang Suami. Tangannya bergetar sambil mengepal berusah menahan emosi yang siap meluap kapan saja.


"Mas,,, kamu taukan aku tidak mungkin berbuat semacam itu" ucap Hasya masih berusaha mencari pembelaan suaminya.


"Hallaahh kalo semua maling mengaku, penjara sudah penuh!.. " bantah Alexa, namun sesaat kemudian berubah lembut ketika menghadapi anaknya yang menangis"cup cup ya sayang.. sini mama obati.. sakit ya.. ini sakit.. iya??" huft.. huft... mama tiupin ya. "

__ADS_1


"Dan kamu Zehan, putus dari ku. Aku kira kamu akan menemukan perempuan yang lebih berkelas, nyatanya malah lebih parah dariku, sudah punya suami tapi masih suka gatal dengan lelaki lain!" mendengar hal itu netra Hasya membulat seketika.


"Apa maksudmu Lexa?!" tanya Zehan dengan tatapan sinis.


"Tanyakan saja pada istri kesayanganmu itu, waktu kamu di Bali kemarin dia habis jalan sama siapa? Dasar perempuan kampungan !!" ucap Alexa bernada julid.


"Jelaskan padaku Sya?" tanya Zehan kini menatap tajam pada istrinya.


"Aku memang pergi jalan-jalan karena sumpek di rumah terus, dan kebetulan pas di Mall ketemu Kevin. Kita ngobrol bentar terus pulang" jelas Hasya


"Mana ada hal macam begitu cuma kebetulan" nyinyir Alexa mengompori Zehan.


"Aku berani bersumpah mas, aku memang bener-bener ngga sengaja aja ketemu sama dia di sana" sanggah Hasya mulai terbawa emosi.


"Aku udah nolak mas, tapi dia kekeh buat antar aku pulang, dan memang waktu itu kebetulan udah lewat isya." Zehan hanya menyipitkan matanya menatap Hasya yang mulai beriak.


"Kenapa kamu ngga bilang dari awal?!" tanya Zehan dengan nada sedikit meninggi.


"Lah kan, Kevin juga bukan orang lain mas, dia teman ku, kamu juga kenal dia, aku ngga mungkin juga selingkuh sama Kevin"


"Ngga mungkin kamu bilang ?!! Hasya, kamu perhatian baik-baik perempuan yang sedang menggendong anaknya itu, dulu dia adalah mantan kekasihku yang berselingkuh dengan lelaki yang aku anggap sahabat." ujar Zehan makin meninggikan suaranya.

__ADS_1


"Tapi aku dan dia berbeda mas! Aku ya aku! Dia ya dia jangan karena kamu pernah kecewa sama satu perempuan kamu jadi tidak mempercayai aku, mas !!"


"Aku sudah memperingatkanmu Hasya, bahwa aku tidak suka kamu masih berhubungan dengan si Kevin itu"


"Tapi mas, dia cuma teman ku, ngga lebih !!"


" Aahh!!! Persetan dengan pertemananmu itu, aku tidak peduli !! Yang aku tau itu kamu sekarang adalah istriku ! Dan aku tidak suka melihat istriku akrab dengan pria lain selain yang berhubungan dengan keluarga yang aku kenal !! KAMU FAHAM HASYA !!" ucap Zehan emosi lalu kemudian dia berlalu kembali ke ruang kerjanya.


*********flashback off**********


Hasya terduduk di bibir tempat tidurnya, lalu merenungi apa yang terjadi belakangan ini. Kondisi sangat menyadari kehadiran Alexa makin merenggangkan hubungannya dengan Zehan. Di satu sisi ia merutuki sikap suaminya, namun di satu sisi ia pun menyadari Zehan tidak akan semarah itu jika dari awal ia jujur mengenai Kevin dan mulai menjauhi Kevin. Beberapa saat kemudian ia melempar tatapanya ke sembarang arah


"Perempuan itu makin lama makin menjadi, aku harus pikirkan cara agar dia cepat keluar dari rumah ku. Jika aku ingin mempertahankan rumah tanggaku dengan Mas Zehan. Tapi apa?? Bagaimana??" gumam Hasya berbicara dengan dirinya sendiri. Tiba-tiba saja ia terbersit menghubungi seseorang yang pasti sangat bisa membantunya. Kemudian ia merogoh ponselnya, lalu mencari sebuah nama di kontaknya.


" Ini dia !!" tanpa berpikir lagi ia langsung menekan icon telepon pada aplikasi hijau pada ponselnya. Untuk beberapa saat ia menunggu hingga sambungannya terhubung, namun sayang seseorang yang Hasya hubungi tidak kunjung mengangkat telpon darinya. Ia merengut dan menggigiti bibir bawahnya, sedetik kemudian ia mencoba lagi pada dial yang sama, ia menunggu beberapa saat kemudian seseorang disana akhirnya menjawab sambungan telpon darinya.


"Ha.. Halo assalamualaikum" ucap Hasya sedikit ragu.


"Waalaikum salam, siapa ya?" tanya seseorang itu dengan ketus.


"Ini, Hasya teh.."

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2