
" Aaahh !! Kenapa sulit sekali menemukanmu Sya, Aku rindu Sya.. hiks.. aku rindu..hikkss.. aku mohon pulanglah Sya.. aku benar-benar minta maaf atas segala sikap ku Sya... hiiksss... aku rindu..sniff..hiksss" rintih Zehan pada suatu malam sambil memeluk foto pernikahan mereka. Tidak terasa sudah 6tahun berlalu, meski Nayuwan sudah memberikannya clue namun tetap saja Zehan masih gagal untuk menemukan keberadaan istrinya itu.
Derren mendekati Zehan yang nampak putus asa, ia juga merasa bersalah, jika saja saat itu ia tidak mengikuti hawa nafsunya mungkin mereka hari ini sudah sama-sama bahagia dengan keluarga masing-masing. Alexa juga sudah terbiasa bekerja menjadi pelayan di rumah Zia. Dia sudah melepaskan semuanya, dia sudah jauh berubah menjadi sosok yang lebih tenang, bahkan Zia sudah mulai bisa berdamai dengannya dan bisa bergaul dengannya. Semua ia lebih ikhlas.
"Ren, hikss.. dimana istri ku Ren, hiks hiks.. aku sangat merindukannya Ren..hikksss...." ungkap Zehan, entah sejak kapan ketika ia mulai mengingat Hasya ia kan berlari pada alkohol. Padahal paman Yohan dan bibi Lyyn sudah sering memarahinya karena al kohol mahal akan menjadi masalah baru.
Tanpa banyak bicara Derren segera mengangkat tubuh sahabatnya itu untuk dibaringkan ke tempat tidurnya. Lalu setelah itu baru ia akan ke tempat Zia. Di mana Alexa tinggal. Sesuai dengan perjanjian mereka akan tetap tinggal di bawah pengawasan Zia sampai Hasya ditemukan.
...****************...
Subuh itu samar-samar Zehan mendengar suara Adzan dari mesjig agung,
"Mas, bangun yuk kita sholat subuh"seketika mata Zehan berbuka saat mendengar suara itu. Jelas itu suara milik Hasya. Namun ketika akan bangun ia merasakan sakit kepala yang amat sangat efek sisa dari mabuknya semalam. Lalu ia duduk sebentar di bibir tempat tidurnya, mengumpulkan roh serta tenaganya. Setelah pusingnya agak berkurang ia segera menuju kamar mandi lalu setelahnya ia melakukan sholat subuh lalu setelahnya ia melakukan sholat taubat. Ada ketenangan mengalir hangat dalam dirinya sama seperti saat ia mengunjungi rumah Nayuwan 7 tahun lalu.
Selepas itu ia kemudian bersiap untuk berjogging hal yang sudah jarang ia lakukan sejak ia fokus mencari Hasya.
"Eh Aden tumben udah rapi jam segini" sapa mang Toto abang becak yang dulu pernah ia tabrak becaknya 6tahun lalu, kini sudah menjadi tukang kebun di rumahnya.
"Iya nih pak, lagi ada ilham." sahut Zehan ramah.
"Nah gitu atuh Den, harus semangat." Zehan tersenyum sambil terus melakukan gerakan pemanasan olahraga.
"Gimana pak, bapak betah kerja di sini?" Tanya Zehan iseng.
"Al hamdulillah sangat betah Den, saking betahnya udah ngga kerasa sekarang teh udah 7 tahun aja saya teh kerja di sini." jawab Pak Toto, yang tiba-tiba saja mengingatkan Zehan bahwa sudah selama itu Hasya meninggalkannya.
"Wah.. syukurlah.." ucap Zehan, "Ah... sudah 7 tahun kamu pergi Sya.." batinnya
__ADS_1
"Den, Aden jangan melamun atuh pagi-pagi gini.. nanti kasambet lho "
"Ah iya. kenapa pak..? Ngga kok, biasa aja" kata Zehan mengulas senyum hampa saat ketahuan sedang melamun oleh pak Toto.
"Saya percaya, suatu saat Aden pasti bisa berkumpul lagi dengan istri Aden."
"hheeheh ia pak makasih doanya,, kalo gitu biar ngga melamun lagi saya jogging dulu ya pak, assalamualaikum" pamit Zehan mulai berlari lari kecil dengan kecepatan tetap.
"Iya den, hati-hati.." jawab Pak Toto. "Benernya hirup mah pasangka-sangka, " guman Pak Toto saat melihat Zehan yang sudah menghilang di balik gerbang besar.
...***************...
About FLOWERS, adalah nama toko bunga milik Hasya yang berada di daerah Ciwidey. meski tokonya terletak agak di ujung gang, namun nama tokonya cukup terkenal dikalangan vendor WO juga para penyuka tanaman hias dan bunga. Alasannya tentu saja karena harga penawarannya yang cukup murah juga koleksinya yang juga selalu update.
"Anak siapa sih ini, kok ganteng banget sih Nak" ungkap Hasya sambil memcubit pipi Zesya dengan gemas.
"Pck ! Mama, sakit ah" sahut Zesya datar.
"Iishh tapi kamu memang ganteng banget nak" ucap Hasya haru menatap putranya itu. Zesya membuang nafasnya dengan malas, karena sudah berapa kali di pagi ini Hasya mencubit pipinya itu. Buah tidak jatuh dari pohonnya. Bibit Zehan sudah terlihat dari sejak bayi. Mulai dari bentuk wajah hingga sifat dingin Zehan plek ke tiplek menurun pada Zesya
"Nak, nanti di sekolah yang baru kamu harus bisa memiliki lebih banyak teman ya. Jangan terlalu terlalu sibuk dengan buku gambar mu, atau nanti mama tidak akan membelikan mu buku gambar dan alat lukis lagi.
"iya ma.." sahut Zesya singkat.
Zesya sudah berdiri di samping sepeda jenis polygon sierra lite menunggu ibunya mengunci rumah mereka. Meski ada mobil namun Hasya lebih suka mengantar putra semata wayangnya itu dengan sepedanya, selain bisa menghemat BBM, mereka juga jadi bisa menikmati suasana pagi yang masih segar tidak terlalu banyak polusi.
__ADS_1
Sekitar 15 menit akhirnya mereka sudah sampai tujuan. "Sayang kamu masuk dulu ya, Mama mau ke ruang Tata usaha dulu ya" ucap Hasya saat di depan pintu kelas putranya itu. Zesya hanya mengangguk kemudian berlalu menuju kursi dan meja no 2 dari depan di dekat tembok yang masih kosong. Setelah memastikan putranya duduk manis ia pun segera pergi ke ruang tata usaha untuk menyelesaikan data kelengkapan milik Zesya yang kemarin masih kurang.
Di hari pertama murid-murid hanya perkenalan nama biodata saja. Diantara 30 murid yang terdiri dari 16 siswi, 14 sisanya adalah siswa dan pastinya diantara 14 siswa tersebut Zesya yang cukup banyak menarik perhatian. Di samping wajahnya yang agak berbeda dengan murid lainnya juga perangainya yang cuek justru makin membuatnya jadi buah bibir di seantero sekolah tersebut.
Jam 10 waktunya mereka pulang, dengan gontay Zesya mengikuti langkah mamanya.
"Ze, kami duluan ya sampai ketemu besok" sapa seorang siswi melambai tangan pada Zesya sambil berlalu bersama ibunya naik motor. Zesya pun reflek melambaikan tangannya pada siswi tersebut meski dengan wajah datar.
"Senyum dikit atuh.,, " seru Hasya.
"Hah..!! " Zesya menyahutinya dengan helaan nafas saja.
"Cieee belum apa-apa udah banyak yang naksir" goda Hasya.
" Ma, aku masih 6 tahun." kata Zesya ketus.
"Iya,, anak mama jangan dulu cepet gede ya, nanti mama kesepian kalo ngga ada kamu nak," kata Hasya sambil memeluk anaknya dengan wajah memelas.
"Ma malu.."
"Biarin, mama mau peluk peluk cium kamu terus, biar semua tau mama punya anak seganteng kamu" kata Hasya sambil memeluk dan menciumi Zesya, meski Zesya sudah berusaha meronta agar bisa terlepas dari pelukan mamanya, namun pada akhir Zesya membalas pelukan mamanya dengan hangat, sebelum akhirnya mereka kembali naik sepeda dengan perasaan riang menuju toko bunganya Hasya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Halo onty dan uncle, kenalkan namaku Jung Zesya Hirawan, usiaku 6thn, doakan aku segera bertemu papa ya 😉
__ADS_1