
"Oh begitu?! Lalu kenapa nona Alexa ada di sini setau saya beliau hanya seorang calon istri dari pak Deren, bukan pemilik dari perusahaan yang di kelola pak Deren?" ungkapnya dengan riak wajah yang tidak berubah. Seketika telinga dan wajah Alexa terasa memanas teraliri aliran darahnya.
"Saya juga punya calon istri, bahkan mungkin dia lebih memiliki kemampuan dalam pemahaman bisnis karena latar belakang pendidikannya memang sarjana bisnis management tapi tidak saya ikut sertakan di sini, karena dia bukan orang yang berkepentingan untuk mengikuti RUPS ini" lanjut Zehan kini tatapan tajamnya hanya tertuju pada Alexa yang melihatnya dengan kesal. Riuh rendah para direktur dan direksi yang hadir seketika bising tidak jelas, berdengung seperti suara tawon. Derenpun hanya bisa diam mengeraskan rahangnya saat mendengar teguran Zehan, namun ia tidak bisa membela Alexa karena dalam hal ini apa yang dikatakan oleh Zehan ada benar. Dengan rongga dad* yang terlihat naik turun Alexa beranjak dari tempat duduknya. Dia bukan hanya kesal karena secara tidak langsung di usir oleh Zehan dari aula tersebut. Namun ia lebih marah karena Zehan dengan sengaja membanding-bandingkan dengan perempuan yang tidak jelas asal usulnya menurut Alexa.
Dengan wajah bersemu merah padam ia meraih tasnya kemudian pergi meninggalkan ruangan tersebut dengan perasaan yang bercampur aduk. Saat Alexa sudah keluar dari ruangan tersebut Deren berdiri, membuat semua orang menjadi hening, semula ia bagian depan perutnya yang rata untuk merapihkan jasnya, tatapannya tak kalah sinis dengan tatapan Zehan saat ini. Raut wajahnya seketika berubah saat beralih kepada para direksi dan direktur lainnya, kemudian mengangguk sekilas lalu berdiri tegap.
"Tolong maafkan atas kelancangan calon istri saya, tadi kami hanya berpikir bahwa ia hanya ingin belajar untuk mengetahui apa itu bisnis, namun saya lupa jika RUPS ini adalah ruang tertutup untuk publik, saya harap bapak-bapak sekalian bisa mentoleransi kecorobohan saya yang terlalu memanjakan calon istri saya." ungkap Deren kemudian sedikit menundukan kepalanya sebagai simbol permintaan maafnya. Suasana kembali tenang dan hanya berani saling melempar lirikan mata satu sama lain tanpa berani berucap. Deren kemudian kembali duduk di kursinya semula sebelum ia berdiri.
"Baik kalau begitu, dengan ini RUPS tahunan kita mulai" Zehan kemudian sedikit menoleh pada Gibran. Gibran yang sejak tadi berdiri di samping kanan Zehan sedikit membungkuk izin mohon diri untuk melakukan apa yang di isyaratkan oleh Zehan. Kemudian Gibran di ikuti Fitri mulai membagikan file yang sudah di pangku olehnya. Tebalnya dari tiap file tersebut hampir 100 lembar halaman. Fitri kemudian meletakan masing-masing satu file untuk para peserta RUPS tersebut.
Setelah selesai ia kembali ke tempat duduknya untuk melakukan tugasnya mencatat dengan detail segala yang berkaitan dengan RUPS tersebut sebagai laporan arsip. Tak lupa iapun meletakan sebuah perekam yang ia nyalakan sejak ia memasuki ruangan RUPS sebagai backup, jika ada yang terlewatkan olehnya. Begitupun dengan Gibran kembali berdiri tegap di samping kanan Zehan, raut wajahnya tak kalah dingin dan sinis dengan Zehan.
__ADS_1
Reaksi para direktur dan direksi bermacam-macam, ada yang membacanya dengan tenang, ada yang langsung menautkan kedua alis mereka dalam-dalam, ada juga yang saling melempar lirikan mata sesaat setelah membuka halaman file yang dibagikan kepada mereka.
"Seperti yang bapak-ibu sekalian tengah baca, file itu adalah ringkasan dan link file laporan selama saya tinggal di Hongkong, karena harus menterapi kaki saya yang seperti bapak dan ibu lihat masih belum menampakan hasil yang maksimal. Laporan yang yang asli tentu tidak akan setipis itu. Namun demi menghemat waktu saya buat dalam bentuk file setebal 100 halaman berikut covernya. Di sana dijelaskan secara ringkas dan padat, di masing-masing ringkasan tersebut menyediakan tiga warna link yang berbeda, dan semua bisa bapak-ibu akses dengan mudah melalui akun grup Genesis. Di sana lah seluruh data laporan yang tersimpan dengan detail. Yang berwarna blue adalah hasil berbagai kerja sama yang goal atau dengan kata lain peningkatan mengenai pertumbuhan perusahaan-perusahaan yang tergabung di Genesis " orang-orang nampak sibuk dengan file tersebut dengan tangan lainnya yang juga sibuk pada laptopnyaa membuka link yang tertera di sana. Dan benar saja seluruh data tersimpan rapi di sana.
"Lalu ada Red link yang artinya beberapa proyek yang masih memiliki banyak kendala dalam pelaksanaannya atau malah justru merugi. Dan di bawahnya lagi ada black link, khusus di link tersebut adalah beberapa perusahaan yang dicurigai melakukan penggelapan aliran dana, atau Kol*si, money laundry, atau berbagai hal lainnya dalam hal krimin*l " jelas Zehan ,Termasuk data orang-orang yang sudah melakukan penyuapan para direktur dan direksi tersebut di buat khusyuk dengan membaca tiap halaman file tersebut dengan serius.
"Lalu kenapa anda tidak segera menanganinya pak?" tanya pak Arta dirut Adijaya Gemilang.
"Itu kan baru dugaan, namun jika setelah RUPS ini tidak ada penyelesaian, maka dengan terpaksa saya akan mengambil secara sah seluruh saham mereka dan mengeluarkan mereka dari Genesis tentu dengan pinalti yang wajib mereka bayarkan kepada Genesis sebagai ganti rugi sesuai, dan kalaupun mereka mau berusaha menghindar perjanjian kita adalah mutlak hukumnya" jelas Zehan dengan lugas. Para direktur mengangguk memahami apa yang disampaikan oleh Zehan.
RUPS berlangsung alot banyak pembahasan yang menjadi bahan diskusi. Hingga mereka melupakan tujuan mereka mengadakan rapat tersebut adalah untuk menurunkan posisi Zehan sebagai ketua di Genesis grup.
__ADS_1
Jam 11 malam, RUPS baru berakhir dengan ketuk palu perubahan beberapa kebijakan yang masih dianggap memiliki kelemahan bisa dicurangi lagi. Meski begitu semua berlangsung lancar dan tertib walaupun beberapa kali ada beberapa interupsi dari kelompok Deren yang masih berusaha mencari celah Zehan bisa diturunkan dari posisinya. Hasilnya semua bantahan mereka bisa dengan mudah Zehan patahkan.
...****************...
Deren berdiri di depan gedung dengan wajah kusut, kemeja dan dasinya terlihat berantakan menunjukan kesan penat darinya. Ketika itu mobil Zehan yang akan melintasinya berhenti sejenak lalu menurunkan kaca jendela mobilnya. Tanpa ia menoleh pada Deren yang menatapnya dengan sinis.
"Lain kali siapkan pedang yang lebih tajam jika ingin menyingkirkanku dari Genesis" ucap Zehan, perlahan ia menoleh pada Deren yang terlihat sedang menahan emosinya, rahangnya mengeras, tangannya terkepal memutih hingga gemetar. Jika ia tidak memperhatikan sekelilingnya yang masih ada beberapa dirut yang juga menunggu supirnya, ingin ia memaki Zehan dan memukul wajah pria yang pernah menjadi sahabatnya itu. Zehan kembali pada posisi tanpa merubah raut wajahnya yang keras dan dingin.
"Jalan pak, Istriku sudah bawel sejak tadi menyuruh kita pulang" seru Zehan pada pak Edy, yang kemudian segera melajukan mobilnya meninggalkan Deren yang kemarahan tengah mendidih hingga ke ubun-ubunnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...